Comscore Tracker

7 Jenis Rasa Lelah Berdasarkan Penyebabnya, Kenali Perbedaannya

Beda penyebab, beda pula penanganannya

Pernahkah kamu merasakan lelah yang teramat sangat? Rasa lelah ini tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik yang kita lakukan seharian, bisa juga karena kondisi medis tertentu. Dan terkadang, rasa lelah ini tak cukup ditangani dengan beristirahat saja.

Rasa lelah ini memiliki penyebab yang berbeda-beda dan cara penanganannya pun tidak sama. Ketahui lebih dalam di sini, yuk!

1. Kelelahan akibat melepaskan emosi

7 Jenis Rasa Lelah Berdasarkan Penyebabnya, Kenali Perbedaannyastudyfinds.org

Coba perhatikan, mengapa kita merasa lelah setiap kali selesai melepaskan emosi yang besar? Emosi ini bisa berwujud macam-macam, seperti kemarahan, kesedihan atau ketakutan yang mendalam. Hal ini disebut sebagai kelelahan pelepasan emosional atau emotional release tiredness.

Kelelahan ini terjadi karena kita menghabiskan seluruh energi untuk meledakkan emosi. Setiap kali kita mengalami kesedihan, kemarahan atau ketakutan yang ekstrem, terjadi perubahan kimiawi di tubuh kita.

Hormon yang dikeluarkan akan merusak jaringan internal dalam tubuh. Untuk mencegahnya, luapkan emosi dengan cara yang sehat dan tidak berlebihan, saran laman Emotional Alchemy Academy.

2. Kelelahan akibat menahan emosi

7 Jenis Rasa Lelah Berdasarkan Penyebabnya, Kenali Perbedaannyathearbor.com

Kebalikan dari poin pertama, menekan atau menahan emosi bisa menyebabkan kelelahan ekstrem. Menurut studi yang berjudul "Effects of Emotion Suppression on Life Satisfaction in Americans and Chinese" yang dipublikasikan di Journal of Cross-Cultural Psychology pada tahun 2017, emosi yang ditekan akan menghasilkan efek merugikan pada kesejahteraan psikologis seseorang.

Semakin ditahan, maka kemarahan, kecemasan, stres dan gejala depresi akan semakin meningkat. Untuk mengatasinya, kita perlu belajar mengungkapkan emosi dan tidak memendamnya seorang diri. Temukan orang yang bisa dipercaya saat kita perlu bercerita mengenai masalah kita.

3. Kelelahan akibat makanan

7 Jenis Rasa Lelah Berdasarkan Penyebabnya, Kenali Perbedaannyafitday.com

Siapa sangka kalau makanan bisa menyebabkan kelelahan? Ada beberapa jenis makanan yang bisa memicu kelelahan, seperti karbohidrat sederhana dalam wujud pasta, nasi, roti, keripik kentang dan sejenisnya. Makanan ini bisa memproses karbon dioksida dalam tubuh dengan cepat. Padahal, kadar karbon dioksida yang tinggi bisa membuat kita kurang berenergi, lemah, dan lelah.

Jenis makanan lain yang bisa membuat tubuh cepat lelah adalah makanan yang tinggi garam. Kadar garam yang tinggi bisa menimbulkan perasaan berat, lelah, lemah dan kesulitan bernapas. Efek yang sama juga akan terjadi ketika kita memakan makanan yang diproses berlebihan atau minuman berkarbonasi, ujar laman FitDay.

4. Kelelahan akibat mental yang "terbakar habis"

7 Jenis Rasa Lelah Berdasarkan Penyebabnya, Kenali Perbedaannyahelpguide.org

Dikenal dengan nama lain burnout tiredness, kelelahan jenis ini terjadi karena kita melakukan sesuatu terus-menerus hingga batas maksimal. Umumnya, ini terjadi di dunia kerja di mana kita rentan bekerja berlebihan, tetapi tidak mendapatkan apresiasi sebagaimana mestinya. Sampai pada suatu titik mental kita benar-benar lelah dan terbakar habis.

Menurut penelitian berjudul "Emotional Exhaustion as a Predictor of Job Performance and Voluntary Turnover" yang diterbitkan di Journal of Applied Psychology, mengatakan bahwa kelelahan emosional adalah kondisi kronis yang diakibatkan tuntutan pekerjaan berlebihan dan terus-menerus. Ini bisa membuat performa karyawan menurun dan angka turnover meningkat.

Baca Juga: Over Aktivitas, Kenali 7 Tanda Tubuhmu Kelelahan dan Perlu Istirahat

5. Kelelahan akibat bekerja berlebihan

7 Jenis Rasa Lelah Berdasarkan Penyebabnya, Kenali Perbedaannyaragan.com

Kelelahan kronis terjadi saat tubuh, pikiran dan energi dikuras habis oleh jadwal dan kesibukan yang berlebihan. Rasa lelah ini terjadi akibat akumulasi jam kerja yang panjang, tingkat stres berlebih dan kesehatan diri yang diabaikan.

Menurut penelitian berjudul "Work-Related Fatigue Among Medical Personnel in Taiwan" yang diterbitkan di Journal of the Formosan Medical Association pada tahun 2013, peserta yang berusia 20-29 tahun lebih banyak mengalami kelelahan ini dibanding peserta berusia 40-65 tahun. Studi ini melibatkan 1.833 orang pekerja di bidang kesehatan.

Hal ini diperparah dengan pola makan yang kacau dan gaya hidup yang buruk. Banyak pekerja yang menopang dirinya dengan kafein untuk membantu mereka tetap terjaga dan waspada. Jika dilakukan terus-menerus, sistem adrenalin akan kacau dan membuat pekerja mengalami kelelahan kronis yang serius, ungkap laman Psychology Today.

6. Kelelahan adrenal

7 Jenis Rasa Lelah Berdasarkan Penyebabnya, Kenali Perbedaannyaupliftconnect.com

Tahukah kamu, apa itu kelelahan adrenal? Ini terjadi ketika kelenjar adrenal mengeluarkan adrenolin sendiri. Gejalanya bisa dikenali dari kesulitan bangun tidur di pagi hari, kelelahan yang sulit dijelaskan, depresi ringan, penurunan gairah seks, insomnia, kesulitan mengatasi stres, memori memburuk dan masih banyak lagi.

Menurut penelitian berjudul "Clinical Perspective on Stress, Cortisol and Adrenal Fatigue" yang diterbitkan di Advances in Integrative Medicine pada tahun 2014, menyebut bahwa kelelahan adrenal merupakan kelainan yang berkaitan dengan stres dan dipengaruhi oleh kadar kortisol. Kelenjar adrenal sendiri diketahui memproduksi hormon adrenalin dan kortisol.

7. Sindrom kelelahan kronis

7 Jenis Rasa Lelah Berdasarkan Penyebabnya, Kenali Perbedaannyachicagohealthonline.com

Berdasarkan penelitian berjudul "A Systematic Review of Chronic Fatigue Syndrome: Don't Assume It's Depression" yang dipublikasikan di The Primary Care Companion to The Journal of Clinical Psychiatry, mengatakan bahwa sindrom kelelahan kronis ditandai dengan rasa lelah yang mendalam dan sering salah didiagnosis sebagai depresi. Sebab, keduanya memiliki ciri-ciri yang mirip, tumpang tindih dan kadang sulit dibedakan.

Misalnya, kelelahan sepanjang waktu, sakit kepala, nyeri sendi, hingga masalah dengan konsentrasi dan ingatan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perbandingan sindrom kelelahan kronis pada perempuan dan laki-laki adalah 4:1 serta paling banyak terjadi pada usia 40-59 tahun.

Nah, itulah 7 jenis kelelahan berdasarkan penyebabnya yang perlu kamu ketahui. Jika kamu mengalaminya, ada baiknya untuk memeriksakan diri, ya.

Baca Juga: Merasa Kelelahan Sepanjang Waktu? 10 Masalah Kesehatan Ini Penyebabnya

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya