Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rahasia Kekuatan Grip dan Core: Latihan Farmer’s Carry
ilustrasi latihan farmer's carry atau farmer's walk (pexels.com/Micah Boerma)
  • Farmer’s carry adalah latihan sederhana tapi sangat fungsional, melatih kekuatan, stabilitas, dan daya tahan sekaligus.

  • Melibatkan banyak otot sekaligus (full-body), terutama grip, core, bahu, dan kaki.

  • Terbukti meningkatkan performa atletik dan kekuatan genggaman, yang berkaitan dengan kesehatan jangka panjang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Latihan farmer’s carry menonjol sebagai contoh bahwa kesederhanaan dapat menghasilkan efektivitas tinggi. Dengan satu gerakan yang melibatkan seluruh tubuh, latihan ini memperkuat genggaman, inti, dan postur sekaligus meningkatkan daya tahan. Fleksibilitas variasinya memungkinkan siapa pun—dari pemula hingga atlet—untuk memperoleh manfaat fungsional yang nyata dalam waktu efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau melihat banyak fitness influencer, banyak yang melakukan gerakan rumit yang katanya hasilnya lebih maksimal. Padahal, latihan gerakan sederhana pun efektif, contohnya berjalan sambil membawa beban di kedua tangan, yang dikenal sebagai farmer's carry. Namun, di balik kesederhanaannya, farmer’s carry justru menjadi salah satu latihan paling “jujur”. Artinya tidak ada trik, hanya kekuatan dan kontrol tubuh.

Sering muncul dalam kompetisi fungsional seperti HYROX atau strongman, tetapi sebenarnya ini latihan untuk siapa saja. Dari atlet hingga pemula, farmer’s carry mengajarkan tubuh untuk bekerja sebagai satu kesatuan.

1. Apa itu latihan farmer's carry?

Farmer’s carry atau farmer's walk adalah latihan di mana kamu berjalan sambil membawa beban di kedua tangan, bisa berupa dumbel, kettlebell, atau bar khusus.

Secara konsep, ini termasuk dalam kategori loaded carry, yaitu gerakan membawa beban yang meniru aktivitas sehari-hari, seperti membawa belanjaan atau galon air.

Loaded carry termasuk latihan highly functional karena melibatkan koordinasi, stabilitas, dan kekuatan secara simultan.

2. Cara melakukan farmer's carry dengan benar

Ikuti langkah-langkah ini:

1. Posisi awal

  • Berdiri tegak, kaki selebar pinggul.

  • Pegang beban di kedua tangan (simetris).

  • Bahu ditarik ke belakang dan ke bawah.

2. Aktivasi tubuh

  • Kencangkan core (seperti menahan pukulan di perut).

  • Jaga dada tetap terbuka.

  • Hindari membungkuk.

3. Mulai berjalan

  • Langkah pendek dan stabil.

  • Jaga tubuh tetap tegak (tidak miring).

  • Fokus pada kontrol, bukan kecepatan.

4. Durasi atau jarak

  • Bisa berbasis waktu (30–60 detik).

  • Atau jarak (20–40 meter).

Teknik yang stabil dan kontrol postur adalah faktor utama untuk memaksimalkan manfaat dan mencegah cedera.

3. Sederhana, tetapi penting

ilustrasi latihan farmer's carry atau farmer's walk (unsplash.com/ Ambitious Studio* | Rick Barrett)

Farmer’s carry terlihat basic, tetapi justru di situlah kekuatannya.

Pertama, latihan ini memaksa tubuh bekerja sebagai satu sistem. Tidak ada bagian tubuh yang benar-benar istirahat. Genggaman tangan (grip) menahan beban, core menjaga stabilitas, kaki mendorong langkah, dan bahu menahan posisi.

Kedua, gerakan ini sangat relevan dengan aktivitas sehari-hari. Membawa tas berat, koper, atau belanjaan adalah versi nyata dari farmer’s carry.

Ketiga, penelitian menunjukkan bahwa latihan fungsional seperti ini memiliki dampak signifikan terhadap performa atletik dan kualitas hidup, terutama dalam hal keseimbangan dan kekuatan tubuh secara keseluruhan.

4. Manfaat farmer's carry

Kalau rutin latihan farmer's carry, berikut ini manfaat yang bisa kamu dapatkan:

  • Meningkatkan kekuatan grip

Grip strength sering dianggap sepele, padahal sangat penting. Studi menunjukkan bahwa kekuatan genggaman berkorelasi dengan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular. Farmer’s carry adalah salah satu cara paling efektif melatihnya.

  • Menguatkan core secara fungsional

Berbeda dengan sit-up, farmer’s carry melatih core untuk menstabilkan tubuh dalam kondisi dinamis.

Core bekerja keras untuk: menjaga postur, mencegah tubuh miring, dan menstabilkan tulang belakang.

  • Meningkatkan postur dan stabilitas

Dengan beban di kedua sisi tubuh, otot postural dipaksa aktif. Latihan seperti ini membantu meningkatkan kontrol postur dan mengurangi risiko cedera.

  • Melatih daya tahan (endurance)

Meski terlihat seperti latihan kekuatan, tetapi farmer’s carry juga melatih endurance. Jantung dan paru-paru ikut bekerja karena tubuh membawa beban sambil bergerak—kombinasi yang jarang ditemukan dalam latihan lain.

  • Efisiensi waktu (full-body workout)

Satu gerakan, tetapi bermanfaat buat lengan, bahu, core, dan kaki. Ini membuat farmer’s carry sangat efisien, terutama untuk sesi latihan singkat.

5. Variasi farmer's carry

Ada beberapa variasi farmer's carry yang bisa kamu coba:

  • Suitcase carry (satu sisi)

    • Beban hanya di satu tangan.

    • Lebih menantang untuk core.

  • Front carry

    • Beban di depan tubuh (misalnya sandbag).

    • Fokus pada core dan postur.

  • Overhead carry

    • Beban diangkat di atas kepala.

    • Melatih stabilitas bahu.

  • Trap bar carry

    • Menggunakan trap bar.

    • Beban lebih berat, distribusi lebih stabil.

  • Beban berat vs beban ringan

    • Beban berat: fokus pada kekuatan.

    • Beban ringan dan jarak jauh: fokus pada endurance.

Variasi ini memungkinkan latihan disesuaikan dengan tujuan, baik kekuatan, stabilitas, maupun endurance.

6. Siapa yang cocok melakukan farmer’s carry?

ilustrasi mengangkat kettlebell, bersiap melakukan farmer's carry (freepik.com/freepik)

Latihan ini cocok untuk:

  • Pemula (dengan beban ringan).

  • Atlet (untuk performa).

  • Orang yang ingin meningkatkan kekuatan fungsional.

Namun, penting untuk:

  • Mulai dengan beban yang ringan atau dapat dikelola.

  • Fokus pada teknik.

  • Hindari overloading terlalu cepat.

Farmer’s carry adalah bukti bahwa latihan tidak harus rumit untuk menjadi efektif. Dalam satu gerakan sederhana, tubuh dilatih untuk kuat, stabil, dan tahan lama—tiga hal yang jarang dilatih bersamaan. Ingat, kekuatan sering kali bukan seberapa berat yang bisa diangkat, tetapi seberapa baik tubuh kamu bisa mengendalikannya.

Referensi

National Strength and Conditioning Association. “Loaded Carries and Functional Strength.” Diakses Maret 2026.

American Council on Exercise. “Functional Training and Core Stability.” Diakses Maret 2026.

Richard W Bohannon, “Grip Strength: An Indispensable Biomarker for Older Adults.” Clinical Interventions in Aging Volume 14 (September 30, 2019): 1681–91, https://doi.org/10.2147/cia.s194543.

Jari A. Laukkanen et al., “Handgrip Strength Is Inversely Associated With Fatal Cardiovascular and All-cause Mortality Events,” Annals of Medicine 52, no. 3–4 (March 30, 2020): 109–19, https://doi.org/10.1080/07853890.2020.1748220.

McGill, S. M. “Core Training: Evidence Translating to Better Performance.” Diakses Maret 2026.

Justin Keogh et al., “A Preliminary Kinematic Gait Analysis of a Strongman Event: The Farmers Walk,” Sports 2, no. 1 (January 14, 2014): 24–33, https://doi.org/10.3390/sports2010024.

Editorial Team