Comscore Tracker

Carpal Tunnel Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Apakah kamu pernah mengalaminya?

Apakah pergelangan dan jari tanganmu sering terasa nyeri ketika mengetik tugas, saat menulis, atau bermain gitar? Bila iya, mungkin kamu mengalami carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal. Kondisi ini menyerang saraf median yang terletak di lengan hingga pergelangan tangan.

Dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan di tangan dan lengan, inilah fakta seputar carpal tunnel syndrome yang perlu kamu ketahui.

1. Apa itu carpal tunnel syndrome?

Carpal Tunnel Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi carpal tunnel syndrome (scientificanimations.com)

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah sebuah kondisi saat terjadi penekanan pada salah satu saraf yang terdapat di tubuh kita, yaitu saraf median. Saraf median berjalan dari lengan menuju telapak tangan kita.

Dalam telapak tangan kita pun terdapat struktur bernama terowongan karpal yang tersusun atas saraf median dan tendon, yakni struktur yang menghubungkan otot dengan sendi atau tulang.

Terowongan ini salah satu fungsinya ialah menekuk jari kita. Beberapa kondisi seperti peradangan atau pembengkakan dapat menekan saraf median yang terdapat di tangan kita dan memunculkan gejala-gejala CTS.

2. Gejala

Carpal Tunnel Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi gejala carpal tunnel syndrome (pumpstation.com)

Menurut keterangan dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, gejala CTS dapat meliputi:

  • Mati rasa, kesemutan, sensasi terbakar, dan nyeri, terutama di jempol dan telunjuk, jari tengah, dan jari manis.
  • Sensasi seperti kejutan sesekali, yang menyebar ke ibu jari dan telunjuk, jari tengah, dan jari manis.
  • Nyeri atau kesemutan yang mungkin menjalar ke lengan bawah menuju bahu.
  • Kelemahan dan kecerobohan di tangan, yang mana ini bisa menyulitkan seseorangnya dalam menggerakkan tangan, misalnya saat mengancingkan baju.
  • Sering menjatuhkan barang karena kelemahan, mati rasa, atau hilangnya propriosepsi (kemampuan tubuh manusia untuk mendeteksi gerakan dan tekanan pada jaringan lunak dan mencetuskan reaksi untuk mencegah cedera).

Pada kebanyakan kasus, gejala dimulai secara bertahap tanpa adanya cedera spesifik. Banyak pasien yang menemukan gejala awalnya datang dan pergi. Namun, saat kondisi memburuk, gejala bisa muncul lebih sering atau mungkin menjadi persisten untuk jangka waktu lama.

Gejala yang dirasakan pada malam hari adalah hal yang umum. Karena banyak orang yang tidur dengan pergelangan tangan ditekuk, gejalanya mungkin membangunkan seseorang dari tidur.

Pada siang hari, gejala sering muncul saat memegang sesuatu dalam waktu lama dengan pergelangan tangan ditekuk ke depan atau ke belakang, seperti saat menggunakan telepon, mengemudi, atau membaca buku.

Baca Juga: Overuse Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan

3. Penyebab

Carpal Tunnel Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi tangan (assh.org)

Dilansir Mayo Clinic, CTS disebabkan oleh tekanan pada saraf median. Saraf median berjalan dari lengan bawah melalui lorong di pergelangan tangan ke tangan. Ini memberikan sensasi ke sisi telapak ibu jari dan jari, kecuali jari kelingking. Ini juga memberikan sinyal saraf untuk menggerakkan otot-otot di sekitar pangkal ibu jari (fungsi motorik).

Apa pun yang menekan atau mengiritasi saraf median di ruang terowongan karpal dapat menyebabkan CTS. Fraktur pergelangan tangan dapat mempersempit terowongan karpal dan mengiritasi saraf, seperti halnya pembengkakan dan peradangan yang disebabkan oleh artritis reumatoid.

Sering kali tidak ada penyebab tunggal CTS. Mungkin kombinasi faktor risiko di bawah berkontribusi pada perkembangan kondisi tersebut.

4. Faktor risiko

Carpal Tunnel Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan PengobatanPerempuan lebih sering mengalami carpal tunnel syndrome. (wexnermedical.oso.edu)

Ada sejumlah faktor yang dikaitkan dengan CTS. Walaupun mereka mungkin tidak secara langsung menyebabkannya, tetapi sejumlah faktor ini dapat meningkatkan risiko iritasi atau kerusakan pada saraf median. Ini termasuk:

  • Faktor anatomi. Fraktur atau dislokasi pergelangan tangan, atau radang sendi yang merusak tulang kecil di pergelangan tangan, dapat mengubah ruang di dalam terowongan karpal dan memberi tekanan pada saraf median. Orang dengan terowongan karpal yang lebih kecil mungkin lebih mungkin mengalami CTS.

  • Jenis kelamin. CTS umumnya lebih sering dialami perempuan. Ini mungkin karena area terowongan karpal relatif lebih kecil dibanding laki-laki.

  • Kondisi yang merusak saraf. Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes, meningkatkan risiko kerusakan saraf, termasuk kerusakan saraf median.

  • Kondisi inflamasi. Artritis reumatoid dan kondisi lain yang memiliki komponen inflamasi dapat memengaruhi lapisan di sekitar tendon di pergelangan tangan dan memberi tekanan pada saraf median.

  • Obat-obatan. Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara CTS dan penggunaan anastrozole (Arimidex), obat yang digunakan untuk kanker payudara.

  • Obesitas. Kelebihan berat badan adalah faktor risiko CTS.

  • Perubahan cairan tubuh. Retensi cairan dapat meningkatkan tekanan di dalam terowongan karpal dan mengiritasi saraf median. Ini biasa terjadi selama kehamilan dan menopause. CTS yang terkait dengan kehamilan umumnya membaik dengan sendirinya setelah persalinan.

  • Kondisi medis lainnya. Kondisi seperti menopause, gangguan tiroid, gagal ginjal, dan limfedema dapat meningkatkan risiko CTS.

  • Faktor tempat kerja. Bekerja dengan alat getar atau pada jalur perakitan yang memerlukan pelenturan pergelangan tangan yang lama atau berulang dapat menimbulkan tekanan berbahaya pada saraf median atau memperburuk kerusakan saraf yang ada, terutama jika pekerjaan dilakukan di lingkungan yang dingin.

Meski demikian, bukti ilmiah saling bertentangan dan faktor-faktor di atas belum ditetapkan sebagai penyebab langsung CTS.

Beberapa penelitian telah mengevaluasi hubungan antara penggunaan komputer dan CTS. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan mouse, bukan keyboard, adalah yang mungkin menjadi masalahnya. Namun, belum ada bukti yang cukup berkualitas dan konsisten untuk mendukung klaim penggunaan komputer secara ekstensif sebagai faktor risiko CTS, meski ini dapat menyebabkan jenis nyeri tangan yang berbeda.

5. Diagnosis

Carpal Tunnel Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi pemeriksaan dokter (sightcall.com)

Seperti dijelaskan di laman Cleveland Clinic, dokter akan menanyakan seputar gejala, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik. Selanjutnya, beberapa tes akan dilakukan, seperti:

  • Tes Tines: dokter akan mengetuk saraf median di pergelangan tangan untuk melihat apakah itu menghasilkan sensasi kesemutan di jari.
  • Tes fleksi pergelangan tangan atau tes Phalen: pasien meletakkan siku di atas meja dan membiarkan pergelangan tangan jatuh ke depan dengan bebas. Individu dengan CTS akan mengalami mati rasa dan kesemutan pada jari dalam waktu 60 detik. Makin cepat gejala muncul, makin parah CTS.
  • Sinar-X: sinar-X di pergelangan tangan mungkin diperlukan bila ada gerakan pergelangan tangan yang terbatas atau terdapat tanda-tanda artritis atau trauma.
  • Elektromiografi (EMG) dan studi konduksi saraf: untuk menentukan seberapa baik saraf median bekerja dan seberapa baik ia mengontrol gerakan otot.

6. Pengobatan

Carpal Tunnel Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi belat pergelangan tangan untuk penanganan carpal tunnel syndrome (health.clevelandclinic.org)

CTS perlu ditangani secepat mungkin setelah gejala muncul. Pada tahap awal, hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasinya termasuk:

  • Lebih sering mengistirahatkan tangan
  • Hindari aktivitas yang bisa memperburuk gejala
  • Aplikasikan kompres dingin untuk mengurangi bengkak

Pengobatan lainnya dapat melibatkan penggunaan belat pergelangan tangan, obat-obatan, dan pembedahan. Belat dan perawatan konservatif lainnya akan lebih membantu pada gejala ringan hingga sedang yang datang dan pergi kurang dari 10 bulan. Bila mengalami mati rasa di tangan, periksakan diri ke dokter.

Terapi nonbedah

Jika CTS terdiagnosis dini, metode nonbedah mungkin bisa membantu memperbaiki CTS, yang meliputi:

  • Belat pergelangan tangan (wrist splinting): untuk menahan pergelangan tangan saat tidur dapat membantu meredakan gejala kesemutan dan mati rasa di malam hari. Meskipun belat cuma dipakai pada malam hari, ini juga dapat membantu mencegah gejala pada siang hari. Memakai belat pada malam hari mungkin merupakan pilihan yang baik pada ibu hamil karena tidak melibatkan penggunaan obat apa pun.

  • Obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dapat membantu meredakan nyeri CTS dalam jangka waktu pendek.

  • Kortikosteroid: dokter akan menyuntikkan obat seperti kortison ke terowongan karpal untuk menghilangkan rasa sakit. Kadang dokter menggunakan ultrasound untuk memandu injeksi. Kortikosteroid mengurangi peradangan dan pembengkakan, yang mengurangi tekanan pada saraf median. Kortikosteroid oral dianggap tidak seefektif suntikan kortikosteroid untuk pengobatan CTS.

Jika CTS disebabkan oleh artritis reumatoid atau atau radang sendi lainnya, maka mengobati radang sendi penyebabnya dapat mengurangi gejala CTS. Namun, ini tidak terbukti.

Pembedahan

Pembedahan mungkin direkomendasikan bila gejala CTS parah atau tidak merespons baik perawatan lainnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan dengan memotong ligamen yang menekan saraf median.

Operasi dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu:

  • Bedah endoskopi: menggunakan perangkat seperti teleskop dengan kamera kecil yang terpasang padanya (endoskop) untuk melihat ke dalam terowongan karpal. Dokter bedah akan memotong ligamen melalui satu atau dua sayatan kecil di tangan atau pergelangan tangan. Beberapa ahli bedah mungkin menggunakan ultrasound alih-alih teleskop untuk memandu alat yang memotong ligamen. Metode bedah ini dapat menghasilkan lebih sedikit rasa sakit daripada operasi terbuka dalam beberapa hari atau minggu pertama pascaoperasi.

  • Operasi terbuka: dokter bedah membuat sayatan di telapak tangan di atas terowongan karpal dan memotong ligamen untuk membebaskan saraf.

Bicarakan dengan dokter mengenai metode yang paling tepat serta tanyakan seputar efek samping yang mungkin terjadi.

Selama proses penyembuhan pascaoperasi, jaringan ligamen secara bertahap tumbuh kembali sambil memberikan lebih banyak ruang untuk saraf. Proses penyembuhan internal ini biasanya makan waktu beberapa bulan, tetapi kulit sembuh dalam beberapa minggu.

Dokter biasanya akan mendorong pasien untuk menggunakan tangan setelah ligamen sembuh, secara bertahap kembali ke penggunaan normal tangan sambil menghindari gerakan tangan yang kuat atau posisi pergelangan tangan yang ekstrem.

Rasa sakit atau lemah bisa butuh waktu dari beberapa minggu hingga bulan untuk sembuh usai operasi. Jika gejala sangat parah, gejala mungkin tidak hilang sepenuhnya pascaoperasi.

7. Pencegahan

Carpal Tunnel Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatanilustrasi postur tubuh saat bekerja (unsplash.com/Tim van der Kuip)

CTS bisa sulit untuk dicegah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh begitu banyak aktivitas yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pencegahannya dapat menjadi tantangan.

Perubahan tempat atau lingkungan kerja, seperti tempat duduk yang tepat, penempatan tangan dan pergelangan tangan, dapat membantu mengurangi beberapa faktor yang dapat menyebabkan CTS. Metode pencegahan lainnya termasuk:

  • Tidur dengan pergelangan tangan lurus
  • Menjaga pergelangan tangan tetap lurus saat menggunakan alat
  • Menghindari melenturkan (melingkar) dan memanjangkan pergelangan tangan berulang kali
  • Mengurangi cengkeraman berulang atau kuat dengan pergelangan tangan dalam posisi tertekuk
  • Sering-seringlah beristirahat dari aktivitas yang berulang
  • Melakukan latihan conditioning dan peregangan sebelum dan sesudah aktivitas
  • Memantau dan merawat kondisi medis yang terkait dengan CTS dengan benar

Carpal tunnel syndrome adalah kondisi progresif yang menyakitkan yang bisa menyebabkan kesemutan dan mati rasa di tangan dan pergelangan tangan. Ini juga dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam dan menusuk yang menjalar ke pergelangan tangan dan lengan.

Bila mengalami gejala-gejalanya, baiknya periksakan ke dokter agar mendapat diagnosis tepat dan penanganan bisa segera dilakukan untuk mencegahnya memburuk.

Baca Juga: 6 Masalah Kesehatan yang Terjadi Akibat Malas Mencuci Tangan, Ngeri

Aisha Variella F Photo Verified Writer Aisha Variella F

aishavariella13@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha
  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya