Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aksi di Indramayu Membuka Mata: Kutu Rambut Perlu Penanganan Serius
Ibu-ibu Indramayu melakukan aksi Basmi Kutu Rambut (Dok. Peditox)
  • Kutu rambut sering dianggap sepele padahal bisa menurunkan kepercayaan diri dan mudah menular, terutama pada anak-anak di lingkungan sekolah maupun rumah.
  • Ibu-ibu di Indramayu menggelar aksi unik menyerukan gerakan 'Basmi Kutu Rambut' untuk mengajak masyarakat bersama memutus rantai penularan kutu secara total.
  • Peditox menanggapi aksi tersebut dengan kampanye edukatif di Karnaval SCTV Indramayu, menghadirkan talkshow dan aktivitas interaktif agar masyarakat lebih peduli menangani kutu rambut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hari gini rambut itu udah jadi mahkota kebanggaan para cewek, setuju gak? Makanya menjaga kesehatan rambut gak cuma biar kelihatan indah, tapi juga sehat, bebas rontok, ketombe termasuk kutu rambut!

Banyak yang menganggap kalau kutu rambut itu masalah sepele, padahal justru itu adalah salah satu sumber hilangnya rasa percaya diri. Makanya belum lama ini ada aksi di Indramayu yang curi perhatian karena fokusnya soal masalah kutu rambut. Kok bisa? Cari tahu yuk!

1. Permasalahan kutu rambut dianggap sepele

Basmi kutu rambut itu pentin (dok. Peditox)

Kutu rambut sering jadi hal sepele. Kutu rambut memang bukan persoalan baru. Namun, tidak banyak yang memahami dampak yang bisa terjadi kalau kutu rambut tidak segera dieliminasi. Ukurannya kecil, tapi masalahnya besar. Penularannya sangat mudah terjadi, tak kenal usia dan status sosial. 

Anak-anak sering jadi target utamanya. Selain mengganggu waktu belajar, anak-anak juga bisa turun rasa percaya dirinya. Penyebarannya juga terjadi secara ‘diam-diam’, entah di sekolah, taman bermain, rumah teman/tetangga/saudara. Kutu rambut dapat berpindah dari satu kepala ke kepala lainnya tanpa disadari.

2. Aksi ibu-ibu di Indramayu serukan basmi kutu!

Aksi ibu-ibu Indramayu yang menyerukan “Basmi Kutu Rambut” (Dok. Peditox)

Hal ini pun yang membuat para ibu-ibu di Indramayu pada Minggu pagi (5/7/2026) melakukan aksi nyata. Kalimat yang menyebut kutu rambut masalah sepele dibantah oleh sekelompok aksi gerakan massa yang beredar di Kawasan Sport Center Indramayu. Gerakan ini diinisiasi sekelompok ibu-ibu dengan pakaian pink dan biru yang terus menyerukan: “Basmi Kutu Rambut!” 

Para ibu-ibu Indramayu gak tinggal diam. Mereka berorasi tentang basmi kutu rambut sambil berkeliling dengan poster, toa, dan atribut aksi lainnya. Hal ini berhasil membuat warga yang datang ke rangkaian Karnaval SCTV di Indramayu jadi penasaran. Sebab, tuntutan yang disuarakan terdengar tidak biasa. 

Selain menyampaikan keresahan tentang kutu rambut, gerakan ini juga mengajak warga Indramayu untuk basmi kutu rambut bersama-sama. Ini adalah PR setiap keluarga. Kalau hanya sebagian yang sembuh dan menjaga diri, risiko tertular akan tetap ada. Rantainya harus terputus total, bikin kutu rambut mati kutu.

3. Keresahan ibu ibu di indramayu dijawab oleh Peditox

Event Peditox di Indramayu, ada talkshow dengan expert (Dok. Peditox)

Keresahan Ibu-ibu Indramayu soal kutu rambut pun didengar oleh Peditox, yang mengajak masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Indramayu, untuk lebih peduli terhadap penanganan kutu rambut melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Semangat kampanye ini tidak berhenti di aksi orasi. Pada 11–12 Juli 2026, para ibu yang sebelumnya menarik perhatian masyarakat kembali hadir di panggung Karnaval SCTV Indramayu. Kali ini, mereka diundang sebagai bagian dari sesi talkshow bersama host SCTV dan seorang expert untuk membahas lebih dalam mengenai basmi kutu rambut, cara penularannya, hingga pentingnya penanganan yang tepat agar tidak terus berulang.

4. Keseruannya di booth Peditox juga lho!

Event Peditox di Indramayu, ada talkshow dengan expert hingga booth Peditox (Dok. Peditox)

Keseruan juga berlanjut di booth Peditox yang hadir selama acara berlangsung. Pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari Kutu Strike, Head Check-up, Senam Bersama, hingga treatment menggunakan produk Peditox (jika pemeriksaan sebelumnya ditemukan kutu rambut/telurnya). Seluruh rangkaian kegiatan dikemas agar edukasi kutu rambut jadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh seluruh anggota keluarga. 

Sebagai obat kutu rambut yang dipercaya selama lebih dari 50 tahun, Peditox mengandung Permethrin 1 persen yang efektif basmi kutu rambut dan telurnya. Formulanya dapat digunakan untuk anak usia di atas 1 tahun, serta telah terdaftar di BPOM. 

Lewat kampanye ini, Peditox ingin menerangkan bahwa kutu rambut bukan sekadar rasa gatal, tapi juga masalah yang bisa terus menyebar bila tidak ditangani secara bersama. Peditox percaya, warga Indonesia bisa bikin kutu rambut mati kutu secara bersama. Oleh karena itu, ayo terus lanjutkan gerakan basmi kutu rambut bersama Peditox! (WEB/TAMA)


Editorial Team

Related Article