Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Studi: Jus Jambu Biji Bisa Membantu Melawan Anemia

Studi: Jus Jambu Biji Bisa Membantu Melawan Anemia
ilustrasi jambu biji (pexels.com/Any Lane)
Intinya Sih
  • Penelitian menemukan konsumsi jus jambu biji dapat meningkatkan kadar hemoglobin rata-rata 1,71 g/dL pada remaja putri dan ibu hamil yang berisiko anemia.

  • Kombinasi jus jambu biji dengan suplemen zat besi menghasilkan peningkatan hemoglobin sekitar 1,29 g/dL lebih tinggi dibanding hanya mengonsumsi tablet zat besi saja.

  • Meski hasilnya menjanjikan, para ahli menekankan keterbatasan studi karena seluruh penelitian dilakukan di Indonesia dan sebagian besar bersifat kuasi-eksperimental, belum cukup kuat untuk rekomendasi klinis luas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Anemia defisiensi besi masih menjadi salah satu masalah gizi paling umum. Kelompok yang paling rentan adalah remaja putri dan ibu hamil, dua kelompok yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi dibanding populasi umum.

Saat tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin (protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen) akan menurun. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kelelahan, mudah lemas, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan produktivitas sehari-hari. Pada ibu hamil, anemia juga dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan.

Di tengah berbagai upaya mengatasi anemia, para peneliti mulai menaruh perhatian pada bahan pangan yang mudah ditemukan dan terjangkau. Salah satu yang menarik perhatian adalah jambu biji.

Buah tropis ini kaya akan vitamin C. Bahkan, menurut peneliti, kandungan vitamin C dalam jambu biji dapat mencapai sekitar empat kali lebih tinggi dibanding jeruk per 100 gram buah. Selain itu, jambu biji juga mengandung vitamin A, folat, serat, dan sejumlah kecil zat besi.

Karena vitamin C diketahui membantu penyerapan zat besi di usus, para peneliti ingin mengetahui apakah konsumsi jus jambu biji dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin pada kelompok yang berisiko mengalami anemia.

Table of Content

Temuan penelitian

Temuan penelitian

Penelitian yang diterbitkan dalam BMJ Nutrition, Prevention & Health ini bukanlah uji klinis baru, melainkan tinjauan sistematis dan meta-analisis yang menggabungkan hasil berbagai penelitian sebelumnya.

Tim peneliti menelusuri studi yang dipublikasikan sejak tahun 2000 dan menemukan 17 penelitian yang memenuhi kriteria. Dari jumlah tersebut, 15 merupakan studi kuasi-eksperimental dan dua merupakan randomized controlled trial (RCT), desain penelitian yang umumnya dianggap sebagai standar emas dalam penelitian medis.

Enam penelitian melibatkan remaja putri, sementara sebelas penelitian melibatkan ibu hamil. Sebanyak sembilan studi secara khusus meneliti kombinasi jus jambu biji dengan suplementasi zat besi.

Ketika para peneliti menggabungkan data dari 12 studi kuantitatif yang melibatkan total 235 peserta, hasilnya cukup menarik. Secara rata-rata, kadar hemoglobin meningkat sebesar 1,71 gram per desiliter setelah peserta mengonsumsi jus jambu biji.

Peningkatan tersebut terlihat pada kedua kelompok utama:

  • Remaja putri mengalami peningkatan rata-rata 1,52 g/dL.
  • Ibu hamil mengalami peningkatan rata-rata 1,84 g/dL.

Secara klinis, angka ini dianggap bermakna. Menurut penulis penelitian, kenaikan hemoglobin sebesar 1–2 g/dL berpotensi menggeser seseorang dari kategori anemia ringan atau sedang menjadi tidak anemia.

Temuan lain yang cukup penting berasal dari lima studi yang membandingkan dua kelompok secara langsung. Kelompok pertama mengonsumsi jus jambu biji bersama tablet zat besi, sedangkan kelompok kedua hanya mengonsumsi tablet zat besi.

Hasilnya menunjukkan bahwa kadar hemoglobin pada kelompok yang mengonsumsi kombinasi jus jambu dan zat besi rata-rata 1,29 g/dL lebih tinggi dibanding kelompok yang hanya menerima suplemen zat besi.

Temuan ini memperkuat teori yang selama ini sudah dikenal dalam ilmu gizi, bahwa vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi, terutama zat besi non heme yang banyak ditemukan pada makanan nabati dan suplemen.

Keterbatasan penelitian

Beberapa buah jambu biji hijau dengan daging merah muda segar di atas talenan kayu dan kain goni, disertai daun hijau lebat.
ilustrasi jambu biji (pexels.com/sha ima)

Meski hasil penelitian tampak menjanjikan, tetapi para peneliti dan pakar independen mengingatkan ada beberapa keterbatasan yang tidak boleh diabaikan.

Pertama, seluruh penelitian yang dianalisis dilakukan di Indonesia. Artinya, hasilnya belum tentu langsung dapat digeneralisasi ke populasi di negara lain dengan pola makan, kondisi kesehatan, dan karakteristik genetik yang berbeda.

Kedua, terdapat variasi yang cukup besar antarstudi. Beberapa penelitian menggunakan jenis jambu yang berbeda, dosis yang berbeda, durasi intervensi yang berbeda, serta karakteristik peserta yang tidak selalu sama. Kondisi ini membuat interpretasi hasil menjadi lebih kompleks.

Ketiga, sebagian besar penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental, bukan RCT berskala besar. Desain seperti ini dapat menunjukkan hubungan yang kuat, tetapi belum cukup untuk membuktikan hubungan sebab-akibat secara mutlak.

Bukti yang tersedia saat ini belum cukup kuat untuk merekomendasikan jus jambu sebagai pengganti terapi anemia yang sudah terbukti efektif. Dengan kata lain, jus jambu biji dapat menjadi pendamping yang berpotensi, tetapi bukan pengganti tablet tambah darah atau pengobatan dari dokter.

Meski begitu, penelitian ini membuka peluang bagi program kesehatan masyarakat, khususnya di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Karena jambu biji relatif murah, mudah diperoleh, dan diterima secara budaya di banyak negara Asia, buah ini berpotensi menjadi bagian dari strategi nutrisi untuk membantu melawan anemia.

Bagi masyarakat, jika sedang menjalani program peningkatan kadar hemoglobin atau mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan, menambahkan sumber vitamin C seperti jambu biji ke dalam pola makan sehari-hari dapat membantu tubuh memanfaatkan zat besi dengan lebih efektif.

Referensi

Javeria Mansoor et al., “Effect of Guava Juice Intake on Haemoglobin Levels in Indonesian Females: A Systematic Review and Meta-analysis,” BMJ Nutrition Prevention & Health, May 26, 2026, e001466, https://doi.org/10.1136/bmjnph-2025-001466.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More