Comscore Tracker

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresi

Apakah pekerjaanmu termasuk dalam daftar ini?

Jika pekerjaanmu adalah hobimu, rasanya tidak merepotkan sama sekali. Namun, bagaimana jika kamu memilih pekerjaan yang tidak sesuai ekspektasimu? Bukan hanya merusak kesehatan emosionalmu, tapi ternyata itu dapat mendorongmu ke jurang depresi!

Membuatmu merasa tidak dihargai, bergaji rendah, dan bermuatan berat adalah faktor yang mempengaruhi seseorang untuk "capek sendiri" dengan pekerjaannya. Inilah pekerjaan-pekerjaan yang mulia namun "menantang" emosimu.

1. Perawat

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresifreeipcall.com

Perawat di rumah sakit atau perawat rumahan terpapar pada risiko depresi lebih besar. Berdasarkan riset National Survey on Drug Use and Health (NSDUH) pada 2007, 10,8 persen dari responden perawat mengalami depresi. Persentase itu adalah yang terparah dari 21 pekerjaan yang disurvei oleh NSDUH.

Studi lain mengatakan bahwa para perawat adalah yang paling rentan terkena serangan depresi. Bukan hanya tenaga para perawat yang diperas, melainkan emosinya juga. Jika kamu adalah perawat di panti jompo, kemungkinan besar kamu mendapat bayaran yang minim.

2. Pramusaji

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresiwsj.com

Sebagai pramusaji di sebuah rumah makan, bistro, atau kafe, apa yang paling sering dihadapi? Tentu saja, keluhan dan caci maki dari para pelanggan. Faktor ini membuat pramusaji berada di tempat kedua soal paparan emosional.

Menurut NSDUH, pramusaji ada di tempat ke-2 setelah perawat berbicara soal depresi. Sebanyak 10 persen responden pramusaji pada survei tersebut mengakui mereka pernah merasa "di ujung tanduk".

Selain pelanggan yang banyak maunya, bayaran yang tidak memadai, serta bos yang tidak peduli, membuat para pramusaji hanya bisa menerima kenyataan yang menuntun mereka sedikit demi sedikit menuju depresi.

3. Pekerja sosial

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresistudyqa.com

Walaupun gajinya lumayan, pekerja sosial harus menghadapi lecutan emosi yang terkadang bisa bikin garuk-garuk kepala. Sementara para pekerja sosial ini harus menghadapi dan mengobati kondisi emosional pasiennya, mereka lupa akan keadaan emosional pribadi. Menempati tempat ke-3, sebanyak 9,6 persen pekerja sosial pada survei NSDUH mengaku mengalami depresi.

Tak jarang mereka menghadapi keluarga yang terpecah belah atau anak-anak yang mengalami kekerasan atau pelecehan. Hal tersebut memerlukan tenaga dan pikiran ekstra.

Baca Juga: Tetaplah Kuat! Ini 7 Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Depresi

4. Tenaga medis

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresihealthcarefinancenews.com

Dokter, suster, atau tenaga medis di rumah sakit memang dibayar dengan gaji yang fantastis. Namun, tantangannya fantastis juga. Menurut survei NSDUH, tingkat depresi para tenaga medis berada di posisi yang sama seperti pekerja sosial.

Banyak drama TV, apalagi drama Korea, menampilkan pekerjaan tenaga medis sebagai sesuatu yang anggun dan memesona. Namun, pada kenyataannya, mereka harus berhadapan dengan jam kerja yang panjang serta beragam pasien dengan tingkat "kedewasaan" yang beragam pula.

Oleh karena itu, pekerjaan ini amat istimewa dan bukan untuk semua orang. Selain depresi, lingkungan yang sering kali pesimistis membuat para tenaga medis juga rentan pada pikiran putus asa dan bunuh diri.

5. Seniman

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresiliveabout.com

Bagi para seniman, kreativitas itu sehat dan menyenangkan. Sulit dimungkiri, para seniman berhadapan dengan jam kerja yang panjang, bayaran yang tak menentu, dan untuk mendapatkan inspirasi, mereka harus menyendiri untuk waktu yang lama. Terlebih lagi, ada kalanya jerih payah mereka dianggap "sampah" oleh orang lain.

Namun, karena beberapa seniman menyukai kesendirian dan seni adalah "jalan hidup" mereka, NSDUH menemukan bahwa tingkat depresi para berada di tempat ke-4 dengan 9,1 persen. Biasanya seniman yang "tangguh" terhadap depresi adalah penulis, penghibur, atau pelukis kawakan yang sudah paham betul tentang kerasnya industri kesenian.

6. Guru

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresibbc.com

Sebelum memaparkan seberapa tingkat depresi yang harus dialami oleh salah satu pekerjaan yang paling mulia ini, mari kita ingat jasa-jasa para guru yang telah banting tulang untuk memberi kita minum dari mata air pengetahuan.

https://www.youtube.com/embed/ag6e3qKkE5M

"Terima kasih, Bapak dan Ibu Guru. Jasamu akan selalu kami kenang."

Baiklah, beberapa orang mengatakan bahwa mereka "cinta" mengajar. Apalagi, mereka yang suka anak-anak mengatakan akan menjadi guru kelak.

Namun, ternyata, tenaga pendidik merupakan salah satu pekerjaan yang rentan terhadap depresi. Menurut survei NSDUH, sebanyak 8,7 persen tenaga pendidik mengalami depresi.

Di samping kecintaannya terhadap dunia pendidikan, para guru, terutama di Indonesia, harus menelan "pil pahit". Dimulai dari gaji yang pas-pasan, murid yang bermasalah dan segala intriknya, keluhan dan caci maki dari wali murid, hingga administrasi sekolah yang ketat membuat para guru kian didera rasa putus asa.

Apakah hal itu membuat mereka menyerah? Tidak. Tebaklah, jika suatu saat kamu berhasil menjadi "orang", siapakah yang akan merasa puas juga? Keluargamu lalu... Gurumu.

7. Karyawan swasta

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresijapanstory.co.uk

Setelah lulus kuliah, para dewasa muda mulai menjajaki realitas kehidupan yang keras. Tak jarang dari mereka yang memilih untuk meninggalkan passion mereka lalu banting setir ke belakang meja dan menjadi karyawan, terutama di sektor swasta.

Memang, pekerjaan karyawan bisa jadi menyenangkan, apalagi jika lingkungan kerjanya kondusif dan mitra kerjanya suportif. Namun, NSDUH memaparkan bahwa karyawan tidak lepas dari depresi. Menempati tempat ke-6, tingkat depresi para karyawan mencapai 8.1 persen.

Apa yang bisa membuat mereka, terutama yang bekerja di sektor swasta, tiba-tiba putus asa? Perubahan dunia yang cepat membuat budaya kerja menjadi cepat juga dan permintaan pasar kian meninggi.

Saat perusahaan mulai kewalahan, para karyawan mulai khawatir dengan masa depan perusahaan, bayaran mereka, dan segala tunjangannya. Di samping itu, budaya politik kantor yang kompetitif dan kadang tidak sehat membuatnya menjadi "dingin.

Pekerjaan-pekerjaan di atas hanyalah segelintir pekerjaan yang menantang emosimu hingga ke ujung tebing. Tantangan emosional sejatinya merupakan tantangan pekerjaan. Itulah mengapa saat di perkuliahan kamu menjalani magang; agar kamu tidak kaget pada kerasnya lingkungan kerja.

Namun, kalau kamu berpikir pengangguran tidak depresi, itu salah besar! NSDUH memaparkan bahwa tingkat depresi pengangguran jauh lebih besar bahkan dari perawat, sebesar 13 persen!

Kesehatan Mental Itu Penting, 7 Pekerjaan Ini Rentan terhadap Depresitenor.com

Bersyukurlah untuk pekerjaanmu. Jangan lupa, carilah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan passionmu. Jangan memaksakan, yang akhirnya kamu tahu bahwa kamu akan terbebani dengan kerjanya.

Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Sebagian Orang Lebih Rentan Depresi daripada Lainnya

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya