Comscore Tracker

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsi

Kondisi ini lebih dari sekadar ngantuk biasa

Sedang menghadiri rapat atau mengikuti kelas kuliah, tiba-tiba diserang rasa kantuk hebat. Sulit untuk membuka mata, akhirnya kamu ketiduran dan terbangun karena dibangunkan seseorang. Bisa-bisa kamu dimarahi atau ketinggalan informasi penting!

Pernah mengalami kisah di atas, yang mana kamu sering ngantuk berat di siang hari atau tiba-tiba tertidur tanpa kenal waktu dan tempat? Hati-hati, karena itu adalah tanda narkolepsi.

Apakah narkolepsi berbahaya? Yuk, simak fakta-faktanya berikut ini.

1. Disebabkan oleh gangguan saraf yang memengaruhi pola tidur

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsibigstock.com

Dilansir Medical News Today, narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai dengan rasa kantuk berat pada pagi dan siang hari. Kondisi ini terjadi akibat gangguan saraf yang memengaruhi pola tidur, sehingga penderitanya bisa tiba-tiba tidur tak kenal waktu dan tempat.

Dalam siklus tidur yang normal, kamu akan masuk tahap awal tidur, lalu berlanjut ke tahapan tidur yang lebih dalam. Pada tahap itulah tahapan rapid eye movement (REM) terjadi. Butuh 60-90 menit untuk mencapai fase tidur REM.

Akan tetapi, pada orang-orang dengan narkolepsi, REM terjadi dalam 15 menit dalam siklus tidur dan terjadi sesekali selama jam bangun. Dalam fase REM inilah muncul mimpi yang jelas (vivid) serta paralisis otot.

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsipexels.com/Karolina Grabowska

Terdapat dua jenis narkolepsi:

  • Tipe 1: narkolepsi yang disertai oleh rasa kantuk dan katapleksi (kelumpuhan histerikal yang tiba-tiba terjadi, biasanya dipicu bila seseorang mengalami emosi kuat seperti marah, kejutan, dan sebagainya). Atau bisa juga diartikan pingsan fisik meski tetap sadar.
  • Tipe 2: narkolepsi yang disertai oleh rasa kantuk hebat di siang hari tanpa katapleksi.

Pada tipe pertama, narkolepsi terjadi akibat kerusakan di hipotalamus, yaitu bagian otak yang memproduksi neurotransmiter hipokretin atau oreksin dan berhubungan dengan tidur.

Berdasarkan National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), narkolepsi tipe 1 tampaknya terjadi karena defisiensi hipokretin. Hipokretin dianggap dapat meningkatkan kesadaran dan mempertahankan tonus (tegangan) otot normal. Jadi masuk akal bila kondisi kurangnya hipokretin ini bisa menyebabkan kantuk dan kelemahan mendadak.

Sementara itu, narkolepsi tipe 2 bisa terjadi ketika trauma atau tumor menyebabkan kerusakan pada hipotalamus.

Ada satu hal lagi yang dikatakan dapat menyebabkan narkolepsi, yaitu genetik. NINDS menyebut bahwa kelainan ini ditemukan di antara anggota keluarga. Sebanyak 10 persen orang yang terdiagnosis narkolepsi dengan katapleksi memiliki kerabat dekat dengan kondisi tersebut. 

2. Gejala-gejala narkolepsi, dari kantuk hingga katapleksi

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada NarkolepsiIlustrasi Mengantuk (IDN Times/Mardya Shakti)

Kamu merasa mengidap narkolepsi? Dilansir dari laman Mayo Clinic dan NINDS, gejala-gejala yang mesti diwaspadai antara lain:

  • Rasa kantuk berlebihan pada siang hari. Kamu bisa tidur tiba-tiba kapan pun dan di mana pun. Saat bangun akan merasa segar, tapi setelahnya bisa mengantuk lagi. Penurunan kewaspadaan dan fokus sepanjang hari juga banyak dilaporkan.
  • Hilangnya tonus otot secara tiba-tiba (katepleksi). Ini bisa menyebabkan perubahan fisik seperti bicara cadel hingga kelemahan total sebagian besar otot, dan bisa berlangsung hingga beberapa menit. Katapleksi bisa terjadi dua kali dalam setahun, sedangkan pada beberapa kasus bisa dialami beberapa kali dalam sehari. Tidak semua orang dengan narkolepsi mengalami katapleksi.
  • Kelumpuhan tidur (sleep paralysis), yaitu hilangnya kemampuan untuk bergerak atau berbicara saat tertidur atau terbangun selama beberapa waktu.
  • Perubahan pada fase tidur REM yang biasa dialami kapan saja. Fase ini terjadi dengan cepat pada penderita narkolepsi, yaitu 15 menit setelah tertidur.
  • Halusinasi. Disebut sebagai halusinasi hypnagogic ketika terjadi saat tertidur, sedangkan bila dialami setelah bangun disebut sebagai halusinasi hypnopompic. Halusinasi ini membuat mimpi terasa begitu nyata.
  • Tidur terpotong-potong dan insomnia.
  • Perilaku otomatis, misalnya tertidur selama beberapa detik saat beraktivitas, lalu kembali melakukan aktivitasnya saat terbangun tanpa sadar apa yang dilakukan. Contohnya adalah saat mengetik atau menyetir. Ini bisa membahayakan nyawa.

Dilansir Verywell Health, selain gejala-gejala di atas, menurut sebuah penelitian dalam jurnal "Behavioral and Brain Functions" tahun 2018, banyak pasien narkolepsi mengalami masalah kejiwaan, terutama depresi dan/atau kecemasan.

Obesitas juga umum ditemukan pada pasien narkolepsi dan diyakini berhubungan dengan defisiensi hipokretin.

Baca Juga: 5 Penyebab Terjadinya Sleep Paralysis atau Ketindihan Saat Tidur

3. Kondisi medis yang bisa mendasari narkolepsi

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsielitecme.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, narkolepsi bisa muncul akibat dari kurangnya hipokretin di otak karena gangguan pada hipotalamus.

Selain itu, narkolepsi juga bisa terjadi karena adanya kondisi medis yang mendasari, yaitu tumor otak, trauma atau cedera kepala (misalnya gegar otak), stroke, radang otak (ensefalitis), dan multiple sclerosis.

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsipexels.com/Andrea Piacquadio

Selain itu, ada pula kemungkinan bahwa pasien narkolepsi juga mengalami kondisi autoimun. Penyebab yang memicu autoimun pada tubuh yang mengakibatkan turunnya kadar hipokretin meliputi:

  • Perubahan hormon yang terjadi pada saat pubertas atau menopause.
  • Tekanan pikiran.
  • Perubahan pola tidur.
  • Infeksi bakteri/virus.
  • Kelainan genetik.

Selain itu, faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup yang tidak sehat juga turut berkontribusi.

4. Diagnosis narkolepsi, deteksi sebelum terlambat

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsipexels.com/Matheus Bertelli

Kalau mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya cek ke dokter. Nantinya, dokter akan memeriksa riwayat kesehatanmu, keluarga, dan kebiasaan tidur.

Selanjutnya, dokter bisa melakukan beberapa rangkaian tes yang meliputi:

  • Epworth Sleepiness Test (EST): kuesioner untuk mengetahui kemungkinan pengidap narkolepsi tertidur saat tengah beraktivitas.
  • Polisomnografi: pemantauan aktivitas elektrik pada tubuh saat tidur dengan memasang elektroda yang mencakup otak (elektroensefalografi), jantung (elektrokardiografi), otot (elektromiografi), dan mata (elektrookulografi).
  • Multiple Sleep Latency Test (MSLT): Mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan pasien untuk bisa tidur siang. Selain waktu, fase tidur siang juga akan diukur, yaitu seberapa cepat pasien masuk ke fase tidur REM setelah tertidur.
  • Pengukuran tingkat konsentrasi hipokretin melalui pengambilan sampel dengan lumbar puncture (lumbal pungsi).
Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsibenefitsbridge.unitedconcordia.com

Sayangnya, diagnosis narkolepsi bisa makan waktu yang cukup lama. Bisa sampai 5-10 tahun! Malah, tak jarang diagnosis narkolepsi disalahartikan dengan gangguan tidur atau masalah psikologis lainnya.

"Pengidap narkolepsi menghadapi banyak tantangan, terutama diagnosis akurat dalam waktu yang tepat, mencari dokter yang bisa secara efektif menangani narkolepsi, serta menemukan kombinasi penanganan yang tepat demi menjaga fungsi harian tetap optimal meski punya narkolepsi," kata Monica Gow, co-founder organisasi nonprofit Wake Up Narcolepsy kepada Medical News Today.

5. Komplikasi yang bisa dialami oleh orang-orang dengan narkolepsi, bisa fatal!

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada NarkolepsiUnsplash/Thai An

Dilansir Mayo Clinic, potensi komplikasi yang bisa terjadi adalah:

  • Kesalahpahaman orang lain tentang narkolepsi. Misalnya pasien dianggap pemalas atau lesu. Performa pasien di tempat kerja atau sekolah bisa menurun.
  • Berdampak pada hubungan intim. Perasaan intens, seperti amarah, rasa bahagia, dapat memicu tanda-tanda narkolepsi seperti katapleksi, membuat pasien jadi menarik diri dari interaksi emosional.
  • Bahaya fisik, yaitu meningkatnya risiko kecelakaan kerja. Misalnya tertidur saat mengemudi atau mengoperasikan alat berat.
  • Obesitas, yang berhubungan dengan rendahnya metabolisme tubuh.

6. Apakah narkolepsi bisa disembuhkan?

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsiunsplash.com/Kinga Cichewicz

Dilansir Verywell Health, narkolepsi adalah kondisi kronis yang tidak ada obatnya, karena penghancuran sel yang mengandung hipokretin biasanya sudah tahap final dan efek defisiensinya bersifat permanen. Maka dari itu, narkolepsi butuh pengobatan terus-menerus.

Kabar baiknya, perubahan gaya hidup dan pengobatan bisa digunakan untuk mengatasi gejala yang berhubungan dengan narkolepsi.

Perubahan gaya hidup yang dimaksud meliputi: tidak mengonsumsi obat-obatan atau menggunakan zat yang punya efek mengantuk (obat alergi, alkohol), batasi konsumsi kafein, mengatur pola tidur yang baik (karena kurang tidur bisa memperparah gejala narkolepsi), serta tidur siang teratur sebanyak 1-2 kali.

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada NarkolepsiUnsplash.com/Christina Victoria Craft

Obat-obatan juga bisa diberikan, misalnya obat REM-supressing, stimulan, dan sodium oxybate.

Obat-obatan tersebut harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Pasalnya, beberapa obat memiliki efek berupa waswas, palpitasi jantung, hingga bikin ketagihan.

7. Hidup dengan narkolepsi, apa saja yang harus diingat? Bagaimana mencegahnya?

Mengantuk di Siang Hari dan Tiba-tiba Tertidur? Waspada Narkolepsiunsplash.com/Brucev Mars

Hidup dengan narkolepsi kadang bisa menantang. Supaya kualitas hidup terjaga, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Cegah obesitas dengan rutin berolahraga dan menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang.
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok.
  • Atur pola tidur dengan pergi tidur dan bangun di waktu yang sama.
  • Bentuk pola tidur teratur, yakni bangun pagi dan tidur di jam yang sama termasuk saat libur.
  • Luangkan 10-15 menit untuk tidur siang.
  • Relaksasi pikiran sebelum tidur, seperti membaca, mendengarkan lagu dengan tempo lambat atau ASMR, serta mandi dengan air hangat.
  • Agar tidur nyenyak, sesuaikan suhu dan lingkungan kamar sesuai dengan kenyamananmu.

Walaupun narkolepsi tidak bisa sembuh, tetapi bukan berarti gejalanya tidak bisa dikendalikan. Asal patuh dengan anjuran dan perawatan dari dokter dan melakukan tips di atas, niscaya kualitas hidup akan senantiasa terjaga.

Baca Juga: 10 Cara Sehat Cegah Ketiduran Tanpa Bantuan Kafein, Saat Harus Terjaga

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya