Stunting adalah kondisi saat anak mengalami gangguan pertumbuhan karena kekurangan gizi dalam waktu lama, terutama sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.
Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika tinggi atau panjang badannya menunjukkan angka di bawah standar (-2 standar deviasi). Penilaian status gizi dengan standar deviasi tersebut biasanya menggunakan grafik pertumbuhan anak (GPA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Artinya, status tersebut harus ditentukan dengan pengukuran yang tepat, usia yang akurat, serta kurva pertumbuhan sesuai jenis kelamin.
Sederhananya, anak bisa terlihat lebihpendek dibandingkan teman-temannya, tetapi belum tentu masuk kategori stunting apabila tinggi menurut usianya masih berada di atas batas tersebut. Sebaliknya, apabila hasil pengukuran yang benar menunjukkan skor tinggi menurut usia di bawah -2 standar deviasi, anak memenuhi definisi antropometri stunting.
Namun, angka itu belum otomatis menjelaskan penyebabnya. Sebuah artikel dalam The Journal of Nutrition menekankan bahwa stunting sangat berguna untuk memantau masalah pertumbuhan dan gizi pada tingkat populasi, tetapi batas tinggi badan tersebut tidak boleh dipakai sendirian untuk menyimpulkan bahwa setiap anak pasti mengalami malnutrisi atau penyakit tertentu.