Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Stunting, Wasting, dan Underweight, Apa Bedanya?

Stunting, Wasting, dan Underweight, Apa Bedanya?
ilustrasi pemeriksaan anak di posyandu (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
Intinya Sih
  • Stunting berarti anak terlalu pendek untuk usianya, biasanya mencerminkan masalah gizi kronis atau berulang.

  • Wasting berarti anak terlalu kurus untuk tinggi badannya, sering berkaitan dengan penurunan berat badan cepat atau penyakit akut.

  • Underweight berarti berat badan anak kurang untuk usianya, tetapi belum menjelaskan apakah masalah utamanya karena pendek, kurus, atau keduanya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Istilah stunting, wasting, dan underweight sering muncul ketika membahas gizi anak. Ketiganya sama-sama masuk dalam masalah kurang gizi, tetapi tidak sama.

Pengertian sederhananya, stunting berkaitan dengan tinggi badan, wasting berkaitan dengan berat badan dibanding tinggi badan, sedangkan underweight berkaitan dengan berat badan dibanding usia.

Mengetahui perbedaan tersebut penting karena penanganannya bisa berbeda. Anak yang stunting tidak selalu tampak sangat kurus. Anak yang wasting bisa membutuhkan penanganan lebih cepat karena berat badannya terlalu rendah untuk tinggi badannya. Sementara itu, underweight bisa menjadi tanda awal bahwa ada masalah pertumbuhan, tetapi perlu pemeriksaan lanjutan untuk tahu penyebab utamanya.

Table of Content

1. Stunting: anak terlalu pendek untuk usianya

1. Stunting: anak terlalu pendek untuk usianya

Stunting adalah kondisi ketika panjang atau tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa stunting adalah rendahnya tinggi badan menurut usia, biasanya akibat kekurangan gizi kronis atau berulang, yang sering berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi, kesehatan dan gizi ibu, anak sering sakit, serta praktik pemberian makan dan pengasuhan pada awal kehidupan.

Secara sederhana, stunting menggambarkan masalah yang berlangsung lama. Misalnya, asupan gizi tidak cukup sejak kehamilan atau awal kehidupan, infeksi berulang, sanitasi buruk, atau MPASI yang tidak memenuhi kebutuhan anak.

Tanda yang sering terlihat adalah anak tampak lebih pendek dibanding anak seusianya. Namun, anak pendek belum tentu stunting. Penilaiannya harus memakai kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin, bukan hanya perbandingan visual dengan teman sebaya.

2. Wasting: anak terlalu kurus untuk tinggi badannya

Wasting adalah kondisi ketika berat badan anak terlalu rendah dibanding panjang atau tinggi badannya. Wasting biasanya menunjukkan penurunan berat badan yang baru atau berat, sering kali karena anak tidak mendapat cukup makanan dan/atau mengalami penyakit infeksi seperti diare.

Anak dengan wasting sedang atau berat memiliki risiko kematian lebih tinggi, tetapi kondisi ini bisa ditangani.

Wasting berarti anak terlalu kurus untuk tinggi badannya, biasanya akibat penurunan berat badan cepat atau kegagalan menaikkan berat badan.

Wasting perlu lebih cepat direspons. Kalau anak tampak sangat kurus, berat badan turun, tidak mau makan, diare, muntah, demam, atau tampak lemas, orang tua sebaiknya tidak menunggu terlalu lama untuk memeriksakan anak ke dokter.

3. Underweight: berat badan kurang untuk usia

Ilustrasi pemeriksaan anak di posyandu (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
ilustrasi pemeriksaan anak di posyandu (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Underweight berarti berat badan anak lebih rendah dari standar usianya, dan anak underweight bisa mengalami stunting, wasting, atau keduanya.

Dengan kata lain, underweight adalah indikator yang lebih umum, menjadi tanda bahwa berat badan anak kurang untuk usianya, tetapi belum menjawab apakah anak terlalu pendek, terlalu kurus, atau kombinasi keduanya.

Contohnya, dua anak sama-sama underweight. Anak pertama mungkin kurus karena baru sakit dan berat badannya turun. Anak kedua mungkin tidak terlalu kurus, tetapi tinggi badannya juga rendah karena masalah pertumbuhan jangka panjang. Karena itu, hasil underweight perlu dibaca bersama indikator lain, seperti tinggi badan menurut usia dan berat badan menurut tinggi badan.

4. Ringkasnya, ini bedanya stunting, wasting, dan underweight

Istilah

Yang dinilai

Makna sederhana

Biasanya menggambarkan

Stunting

Tinggi/panjang badan menurut usia

Anak terlalu pendek untuk usianya

Masalah gizi kronis atau berulang

Wasting

Berat badan menurut tinggi/panjang badan

Anak terlalu kurus untuk tinggi badannya

Masalah akut, berat badan turun cepat, atau penyakit

Underweight

Berat badan menurut usia

Berat anak kurang untuk usianya

Bisa karena stunting, wasting, atau keduanya

Seorang anak bisa mengalami lebih dari satu bentuk malnutrisi sekaligus, misalnya stunting dan wasting, atau stunting dan overweight. Karena itu, satu angka saja tidak cukup untuk menilai kondisi anak.

5. Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua?

Seorang kader posyandu satelit (Poslit) RT 06/RW III Lamper Tengah, Semarang saat mengukur lingkar lengan balita laki-laki untuk menentukan validasi data tumbuh kembang anak. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Seorang kader posyandu satelit (Poslit) RT 06/RW III Lamper Tengah, Semarang saat mengukur lingkar lengan balita laki-laki untuk menentukan validasi data tumbuh kembang anak. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Langkah paling penting adalah ukur dan catat pertumbuhan anak secara berkala. Berat badan dan tinggi badan perlu diplot ke kurva pertumbuhan. Kalau cuma menimbang berat badan tanpa mengukur tinggi badan, stunting atau wasting bisa terlewat.

Orang tua sebaiknya membawa anak ke posyandu, puskesmas, atau dokter anak jika berat badan tidak naik sesuai grafik, tinggi badan tampak tertinggal, anak sangat kurus, sering sakit, sulit makan berkepanjangan, atau perkembangan anak tampak terlambat.

Jangan langsung menyimpulkan anak kurang makan lalu hanya menambah porsi nasi. Anak mungkin butuh evaluasi pola makan, kualitas MPASI, asupan protein dan mikronutrien, infeksi berulang, anemia, TBC, cacingan, atau masalah penyerapan makanan. Kuncinya bukan cuma anak kenyang, tetapi membantu tubuhnya tumbuh sesuai kebutuhan usia.

Referensi

World Health Organization (WHO). “Malnutrition.” Diakses Juli 2026.

WHO. “Malnutrition in Children.” Diakses Juli 2026.

UNICEF Data. “Malnutrition in Children.” Diakses Juli 2026.

WHO. “Joint Child Malnutrition Estimates (UNICEF-WHO-WB).” Diakses Juli 2026.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak." Diakses Juli 2026.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. “Kurva Pertumbuhan WHO.” Diakses Juli 2026.

UNICEF Indonesia. “Nutrition.” Diakses Juli 2026.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More