Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anemia saat Hamil Dikaitkan dengan Volume Otak Bayi yang Lebih Kecil
ilustrasi pemeriksaan kehamilan (IDN Times/NRF)
  • Studi terbaru melaporkan volume otak total rata-rata sekitar 4 persen lebih kecil pada kelompok bayi yang ibunya mengalami anemia.

  • Perbedaan volume merupakan temuan antarkelompok, bukan diagnosis gangguan perkembangan pada setiap bayi.

  • Anemia memiliki beragam penyebab; pemeriksaan dan penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi ibu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rasa lelah saat hamil bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkannya adalah anemia, kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Hemoglobin membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Penelitian terbaru dalam jurnal Brain Communications menyoroti kaitan anemia selama kehamilan dengan volume otak bayi.

1. Temuan peneliti

Studi tersebut mengikuti 394 pasangan ibu dan bayi di Cape Town, Afrika Selatan. Sebagian bayi menjalani pemindaian MRI pada beberapa waktu antara usia 3 bulan dan 2 tahun.

Bayi yang ibunya mengalami anemia selama kehamilan memiliki volume otak total rata-rata sekitar 4 persen lebih kecil dibandingkan kelompok tanpa anemia maternal.

Perbedaan juga ditemukan pada beberapa bagian otak, termasuk corpus callosum, yaitu jaringan penghubung kedua belahan otak.

Pada bagian tersebut, selisih yang dilaporkan sekitar 4 persen pada usia 12 bulan dan 6 persen pada usia 24 bulan. Angka ini menggambarkan perbedaan antarkelompok, bukan berarti otak bayi menyusut.

2. Temuan serupa pernah terlihat pada anak yang lebih besar

ilustrasi ibu hamil dan janin, bayi dalam kandungan (IDN Times/NRF)

Penelitian dalam jurnal JAMA Network Open pada tahun 2022 meneliti 147 anak berusia sekitar 2 hingga 3 tahun di Afrika Selatan. Anemia selama kehamilan dikaitkan dengan volume lebih kecil pada beberapa wilayah otak, termasuk corpus callosum, nukleus kaudatus, dan putamen.

Namun, hubungan tersebut tidak membuktikan bahwa anemia menjadi satu-satunya penyebab. Penelitian observasional masih dapat dipengaruhi faktor lain, meskipun analisis sudah memperhitungkan sejumlah perbedaan antarpeserta.

3. Volume otak bukan ukuran langsung kecerdasan

Pemindaian MRI menunjukkan struktur otak. Hasilnya tidak bisa langsung diterjemahkan menjadi kemampuan belajar, kecerdasan, atau masa depan perkembangan seorang bayi. Studi terdahulu juga menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk memahami hubungan temuan struktur otak dengan fungsi perkembangan anak.

Karena itu, angka 4 persen tidak berarti kecerdasan bayi berkurang sebesar itu. Temuan ini juga belum membuktikan bahwa pengobatan anemia pasti menghilangkan perbedaan volume yang dilaporkan.

4. Penanganan dimulai dari mencari penyebab anemia

ilustrasi seorang ibu hamil melakukan telemedicine dengan dokter kandungan (IDN Times/NRF)

Kekurangan zat besi merupakan penyebab gizi yang paling umum, tetapi anemia juga dapat berkaitan dengan kekurangan folat atau vitamin B12, infeksi, peradangan, dan kelainan darah bawaan. Penanganannya bergantung pada penyebab tersebut.

Saat kontrol kehamilan, diskusikan pemeriksaan hemoglobin dan tindak lanjutnya dengan dokter atau bidan. Konsumsi makanan beragam yang mengandung zat besi, serta gunakan suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan. Anemia dapat dicegah dan ditangani, dan ibu hamil memerlukan pemeriksaan dan dukungan yang tepat untuk melakukannya.

Referensi

World Health Organization, “Anaemia,” diakses September 2026.

King’s College London, “Anaemia in Pregnancy Linked to Differences in Babies’ Brain Development,” diakses September 2026.

Ringshaw et al., “Antenatal Maternal Anaemia and Infant Brain Structure: High-Field (3 T) and Ultra-Low-Field (64 mT) MRI Findings from South Africa,” Brain Communications (2026), https://doi.org/10.1093/braincomms/fcag318.

Catherine J. Wedderburn et al., “Association of Maternal and Child Anemia With Brain Structure in Early Life in South Africa,” JAMA Network Open 5, no. 12 (2022): e2244772, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2022.44772.

Editorial Team

Related Article