Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi Jika Abu Vulkanik Masuk ke Mata? Begini Efeknya

Apa yang Terjadi Jika Abu Vulkanik Masuk ke Mata? Begini Efeknya
ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Erupsi Anak Krakatau awal September 2026 menyebarkan abu hingga Sumatra, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah; paparan pada mata dapat mengganggu kesehatan.
  • Partikel abu yang tajam, kasar, dan abrasif bisa memicu gatal, perih, mata berair, rasa mengganjal, kemerahan, iritasi, hingga risiko kerusakan kornea, terutama bagi pengguna lensa kontak.
  • Jika abu masuk mata, jangan mengucek; lepaskan lensa kontak dan bilas dengan air mengalir berulang kali. Bila keluhan menetap atau memburuk, segera ke fasilitas kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Erupsi Gunung Anak Krakatau di awal September 2026 bikin banyak orang panik. Sebab, erupsi tersebut menumpahkan banyak abu vulkanik ke udara. Abu tersebut terbang hingga ratusan kilometer ke berbagai daerah mulai dari Pulau Sumatra, Banten, Jawa Barat, hingga beberapa daerah Jawa Tengah.

Abu vulkanik juga tak bisa diremehkan karena bisa berpengaruh pada kesehatan. Nah, salah satu efek yang cukup parah dapat terjadi jika abu vulkanik masuk dan menempel di mata manusia. Lantas, apa yang terjadi jika abu vulkanik kena mata dan bagaimana penanganannya? Temukan jawabannya di bawah ini, yuk!

  1. 1. Mata bisa gatal dan perih jika terkena abu vulkanik

    ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik
    ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik (unsplash.com/ahmad gunnaivi)

    Abu vulkanik bisa menyebabkan gejala ringan seperti mata gatal dan perih. Dua gejala tersebut dapat terjadi karena partikel abu vulkanik yang tajam bisa menggores mata. Efek ini serupa dengan mata yang terkena kotoran seperti pasir, debu, atau partikel berukuran kecil lainnya. Awalnya mata yang gatal dan perih tak akan terlalu parah serta mengganggu. Namun, jika dibiarkan bisa menyebabkan efek lain yang lebih parah seperti iritasi sampai konjungtivitis. Selain itu, pengguna kontak lensa juga harus hati-hati karena berpeluang besar mengalami kerusakan kornea akibat abu vulkanik.

  2. 2. Abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi mata

    ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik
    ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Partikel abu vulkanik memiliki sifat abrasif (bisa mengikis), tak bisa larut dalam air, dan permukaannya kasar. Karena itu, abu vulkanik yang menempel pada mata mampu menyebabkan iritasi. Jika mengalami iritasi kamu tak boleh mengucek mata. Bukannya sembuh iritasi bisa makin parah, bahkan kamu bisa mengalami kondisi medis yang lebih serius. Iritasi mata sendiri umumnya menimbulkan rasa gatal, perasaan tertusuk di mata, nyeri, membuat warna mata berubah menjadi merah, hingga menimbulkan kerusakan kornea secara permanen.

  3. 3. Abu vulkanik menyebabkan mata berair

    ilustrasi mata berair akibat abu vulkanik
    ilustrasi mata berair akibat abu vulkanik (unsplash.com/Charlotte Knight)

    Abu vulkanik yang masuk mata punya efek serupa dengan debu, yaitu membuat mata berair. Sebenarnya, keluarnya air merupakan mekanisme pertahanan diri alami dari mata. Spesifiknya, air yang dikeluarkan berfungsi untuk menyapu abu vulkanik dan kotoran lain dari mata. Sayangnya, partikel abu vulkanik yang tajam dan keras seringkali tidak berhasil tersapu secara alami. Akibatnya air mata tak berhenti mengalir, mata tetap terasa gatal, dan jika dibiarkan dalam waktu lama bisa memicu iritasi.

  4. 4. Abu menimbulkan sensasi adanya benda asing di mata

    ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik
    ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

    Efek terakhir adalah sensasi adanya benda asing yang mengganjal di mata. Efek ini bisa timbul akibat partikel abu vulkanik yang menempel, menggores, atau menusuk permukaan mata. Efeknya akan makin terasa nyata jika kamu menutup mata atau menguceknya secara konstan. Sensasi tersebut juga merupakan salah satu gejala awal dari iritasi. Alhasil, kamu tak boleh membiarkannya dan harus segera menanganinya. Dalam jangka panjang sensasi benda asing dan iritasi bisa menimbulkan gejala yang lebih serius, salah satunya adalah mata yang berdarah.

  5. 5. Penanganan mata yang terkena abu vulkanik

    ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik
    ilustrasi mata sakit akibat abu vulkanik (unsplash.com/A. C.)

    Karena struktur partikelnya yang tajam, kamu tak boleh menangani mata yang terkena abu vulkanik dengan sembarangan. Berbagai sumber menjelaskan bahwa penanganan terbaik adalah membilas mata dengan air mengalir. Proses pembilasan bisa dilakukan selama beberapa kali hingga mata benar-benar terasa nyaman. Jangan lupa untuk melepaskan lensa kontak jika memakainya.

    Jika mata terasa gatal, perih, atau mulai berair kamu juga tak boleh menguceknya. Sebab, gejala bisa semakin parah. Jikalau mata masih terasa perih maka kamu harus pergi ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau rumah sakit. Kamu juga bisa melakukan beberapa upaya pencegahan agar abu tak masuk ke mata, seperti pakai kacamata, hindari beraktivitas di luar ruangan, dan jangan menghadap ke atas.

    Sekarang kamu sudah tahu apa yang terjadi jika abu vulkanik kena mata. Semoga pengetahuan tersebut bisa bermanfaat dan menghindarkanmu dari berbagai efek berbahaya abu vulkanik. Semua gejala tersebut juga tak bisa diremehkan dan terkadang tidak bisa ditangani secara mandiri. Alhasil, segera konsultasikan ke petugas medis jika gejala dan efeknya semakin parah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More