"Ini menegaskan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang berdampak serius terhadap kesehatan dan bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup semata. Sebagian besar asupan kalori harian masyarakat sebenarnya masih berasal dari pangan olahan dan siap saji," ujarnya di Jakarta, pada Selasa (03/03/2026).
Angka Obesitas Naik, Masyarakat Diminta Cermat Pilih Pangan Olahan

Data menunjukkan prevalensi obesitas nasional naik dari 21,8 persen pada 2018 menjadi 23,4 persen pada tahun 2023, menandakan peningkatan risiko kesehatan masyarakat.
Obesitas adalah penyakit kronis akibat konsumsi kalori berlebih, terutama dari pangan olahan dan siap saji yang tinggi gula, garam, serta lemak.
Nutrifood bersama Kemenkes dan BPOM menggelar kampanye edukatif agar masyarakat lebih cermat membaca label gizi dan menerapkan pola makan seimbang untuk cegah obesitas.
Prevalensi obesitas nasional pada penduduk berusia 18 tahun atau lebih mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8 persen pada 2018 menjadi 23,4 persen tahun 2023.
Obesitas disebabkan oleh konsumsi kalori yang berlebihan dalam jangka panjang, bersumber dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, baik dalam bentuk pangan olahan maupun siap saji. Nutrifood gelar kampanye cermat dalam memilih pangan olahan guna mencegah obesitas bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Obesitas bukan cuma soal penampilan
Dokter Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa data prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
Berangkat dari poin tersebut, hal yang terpenting adalah menerapkan pola makan seimbang, memperhatikan porsi, serta menghindari konsumsi berlebihan agar risiko obesitas dapat ditekan.
Cermati pangan olahan
Di tengah gaya hidup modern, konsumsi pangan olahan tidak dapat dihindari. Namun, masyarakat perlu mengenali informasi nilai gizi dan komposisi pada kemasan, sehingga pangan olahan yang dikonsumsi justru dapat membantu mengurangi risiko obesitas.
Dokter Nadia menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan dan memanfaatkan Ramadan untuk membangun pola makan yang lebih sehat.
"Lakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan manfaatkan bulan Ramadan ini untuk melatih diri kita mengurangi konsumsi gula, garam dan lemak bukan hanya menahan lapar dan dahaga," dr. Nadia berpesan.
Nutrifood dukung upaya pencegahan obesitas

Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana S.T.P., M.Sc., PD.Eng mengatakan bahwa pangan olahan dan siap saji yang beredar saat ini sangat beragam sehingga konsumen tetap perlu memperhatikan informasi pada label kemasan, seperti takaran saji, energi total, persentase Angka Kecukupan Gizi atau AKG serta komposisi bahan.
"Dengan memahami informasi tersebut, masyarakat dapat mengontrol asupan gula, garam, dan lemak sesuai kebutuhan hariannya," kata Susana.
Komitmen Nutrifood sebagai produsen makanan dan minuman kesehatan juga mendukung upaya pencegahan obesitas di Indonesia melalui penyediaan produk yang aman, berkualitas, dan bernutrisi.
Mereka secara konsisten menjalani kampanye #BatasiGGL (gula, garam dan lemak) melalui insiatif berkelanjutan, mulai dari inovasi produk, program edukasi literasi gizi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.




![[QUIZ] Pilih Menu Ayam Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20260107/1000018277_1d2d966e-cff4-4b91-a355-ee3394d3e0c0.jpg)



![[QUIZ] Station HYROX Favoritmu Bisa Mengungkap Ketangguhan Mentalmu](https://image.idntimes.com/post/20251209/upload_896a7a6a9c9b81f3b0c2b3079a32ead4_656e9f6d-43a3-41fa-b636-87ac76481875.jpg)

![[QUIZ] Dari Racikan Kopi Favoritmu, Apa Bahasa Self-Care Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260301/14261_c52d3435-ca1f-41bf-b64f-c05fdd79b7d4.jpg)







