Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berapa Lama Warm-up yang Ideal sebelum Gym? Ini Jawabannya

Berapa Lama Warm-up yang Ideal sebelum Gym? Ini Jawabannya
ilustrasi warm-up (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Intinya Sih
  • Warm-up penting untuk menyiapkan otot, sendi, pernapasan, serta menaikkan denyut jantung bertahap agar risiko cedera berkurang dan performa latihan lebih stabil.
  • Acuan umum pemanasan sebelum gym adalah 10–15 menit; latihan ringan dapat 5–10 menit, dengan tetap melakukan peregangan dinamis dan aktivasi otot.
  • Latihan berat seperti leg day membutuhkan 15–20 menit, menggabungkan pemanasan umum 5–7 menit dan pemanasan spesifik untuk otot serta gerakan yang akan dilatih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang langsung masuk ke set utama tanpa memikirkan persiapan tubuh sebelum latihan. Padahal, warm-up atau pemanasan berperan penting untuk menyiapkan otot, sendi, dan sistem pernapasan agar siap menerima beban. Tanpa pemanasan yang cukup, risiko cedera dan performa yang kurang maksimal bisa meningkat.

Warm-up bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari latihan yang menentukan kualitas sesi gym secara keseluruhan. Durasi pemanasan juga tidak bisa disamaratakan karena bergantung pada jenis latihan dan kondisi tubuh. Supaya tidak asal, penting untuk memahami berapa lama warm-up yang ideal sebelum gym dan bagaimana cara menyesuaikannya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Idealnya berlangsung 10–15 menit sebelum latihan utama

ilustrasi warm-up
ilustrasi warm-up (pexels.com/William Choquette)

Durasi warm-up yang paling umum direkomendasikan berada di kisaran 10 hingga 15 menit. Waktu ini cukup untuk meningkatkan suhu tubuh, melancarkan aliran darah, dan membuat otot lebih siap bekerja. Pemanasan dalam rentang ini juga membantu mengurangi kekakuan pada sendi sebelum mulai mengangkat beban.

Selama 10–15 menit tersebut, tubuh mengalami peningkatan denyut jantung secara bertahap. Hal ini penting agar tubuh tidak “kaget” saat langsung masuk ke latihan intensitas tinggi. Dengan durasi yang cukup, performa di set utama biasanya terasa lebih stabil. Selain itu, gerakan juga menjadi lebih terkontrol sejak awal latihan.

2. Bisa lebih singkat, sekitar 5–10 menit untuk latihan ringan

ilustrasi warm-up
ilustrasi warm-up (pexels.com/Johnny Garcia)

Jika latihan yang dilakukan tidak terlalu berat, warm-up bisa disesuaikan menjadi sekitar 5 hingga 10 menit. Misalnya saat menjalani sesi ringan seperti upper body. Dalam kondisi ini, tubuh tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk beradaptasi.

Meski lebih singkat, pemanasan tetap harus mencakup gerakan dasar seperti peregangan dinamis dan aktivasi otot. Tujuannya tetap sama, yaitu menyiapkan tubuh agar tidak kaku saat mulai latihan. Durasi yang lebih pendek ini cocok untuk menjaga efisiensi waktu tanpa mengorbankan kesiapan tubuh. Namun, tetap perlu memastikan tubuh sudah terasa hangat sebelum masuk ke set utama.

3. Bisa lebih lama, 15–20 menit untuk latihan berat seperti leg day

ilustrasi leg day
ilustrasi leg day (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Latihan berat seperti leg day atau compound movement (gerakan yang melibatkan banyak otot sekaligus) biasanya membutuhkan warm-up yang lebih lama. Durasi idealnya bisa mencapai 15 hingga 20 menit agar otot besar seperti paha dan glutes benar-benar siap. Hal ini penting karena beban yang digunakan cenderung lebih tinggi.

Pemanasan yang lebih lama membantu meningkatkan mobilitas sendi seperti lutut dan pinggul. Selain itu, aktivasi otot menjadi lebih maksimal sebelum mengangkat beban berat. Tanpa persiapan yang cukup, performa bisa langsung drop di set awal. Dengan durasi yang lebih panjang, tubuh memiliki waktu adaptasi yang lebih optimal.

4. Harus mencakup general warm-up dan specific warm-up

ilustrasi jumping rope
ilustrasi jumping rope (commons.wikimedia.org/RDNE Stock project)

Durasi saja tidak cukup, jenis warm-up juga menentukan efektivitasnya. General warm-up (pemanasan umum) biasanya dilakukan selama 5–7 menit dengan aktivitas ringan seperti jalan cepat atau jump rope. Tujuannya untuk menaikkan suhu tubuh secara keseluruhan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan specific warm-up (pemanasan spesifik) yang menargetkan otot yang akan dilatih. Misalnya, melakukan bodyweight squat sebelum latihan kaki atau light bench press sebelum angkat beban dada. Bagian ini biasanya memakan waktu 5–10 menit tambahan. Kombinasi keduanya membuat total durasi warm-up berada di kisaran ideal tanpa terasa berlebihan.

Warm-up yang ideal sebelum gym bukan hanya soal durasi, tetapi juga bagaimana tubuh benar-benar siap sebelum latihan dimulai. Waktu 10–15 menit bisa menjadi acuan umum, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan jenis latihan dan kondisi fisik. Semakin tepat pemanasan yang dilakukan, semakin optimal pula hasil latihan yang bisa didapatkan.

Referensi

"Exercise 101: Don't skip the warm-up or cool-down." Harvard Health Publishing. Diakses pada Juli 2026.

"Warm-up exercises at the gym - what is the best way to kick off your workout?" 4F. Diakses pada Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More