Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tumor Ginjal Ditemukan, Haruskah Langsung Dioperasi?

Tumor Ginjal Ditemukan, Haruskah Langsung Dioperasi?
ilustrasi tumor ginjal (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
  • Benjolan atau tumor pada ginjal belum otomatis berarti kanker dan tidak selalu harus segera dioperasi.

  • Tumor kecil tertentu dapat dipantau melalui pencitraan berkala, tetapi pemantauan harus terstruktur karena risiko pertumbuhan dan penyebaran tidak sepenuhnya nol.

  • Keputusan terapi mempertimbangkan ukuran dan posisi tumor, fungsi ginjal, kondisi kesehatan pasien, serta manfaat dan risiko setiap tindakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam beberapa kasus, saat pasien menjalani pemeriksaan USG untuk nyeri perut, diabetes, pemeriksaan kesehatan rutin, dokter mungkin menemukan sesuatu yang tidak terduga, yaitu adanya benjolan pada ginjal.

Saat didiagnosis tumor, banyak orang langsung membayangkan kanker dan operasi besar. Namun, tidak semua benjolan ginjal bersifat ganas, dan segera operasi bukan pilihan terbaik untuk setiap pasien.

“Pasien wajar merasa cemas ketika diberi tahu bahwa pemindaian menemukan tumor ginjal. Namun, operasi segera tidak selalu menjadi pilihan terbaik,” kata Dr. Lim Ee Jean, Konsultan, Departmen Urologi, Singapore General Hospital (SGH), dalam keterangannya kepada media pada Rabu (22/7/2026).

1. Tumor belum tentu kanker

Istilah “tumor” atau “massa ginjal” menggambarkan pertumbuhan atau benjolan yang terlihat dalam pemeriksaan pencitraan. Sebagian merupakan kanker, tetapi sebagian lainnya dapat berupa kista atau tumor jinak, seperti oncocytoma dan angiomyolipoma.

Dokter biasanya menilai ukuran, apakah massa berbentuk padat atau kistik, lokasinya di dalam ginjal, serta apakah ada tanda pertumbuhan ke pembuluh darah, jaringan sekitar, kelenjar getah bening, atau organ lain. CT scan atau MRI dapat memberikan gambaran yang lebih terperinci daripada USG.

Menurut Dr Lim, keputusan terapi juga mempertimbangkan:

  • Laju pertumbuhan berdasarkan pemindaian sebelumnya.
  • Fungsi ginjal sebelum pengobatan.
  • Usia biologis dan kebugaran pasien.
  • Penyakit lain, seperti diabetes atau penyakit jantung.
  • Kemungkinan dampak terapi terhadap fungsi ginjal.
  • Prioritas dan pilihan pasien.

Usia bukan satu-satunya penentu. Dua orang berusia 60 tahun dapat memiliki kemampuan menjalani operasi dan pemulihan yang sangat berbeda.

Karena itu, dokter tidak cuma mempertimbangkan apakah tumor dapat diangkat, tetapi juga apakah manfaat mengangkatnya sekarang lebih besar daripada risiko operasi dan kehilangan jaringan ginjal.

2. Beberapa tumor kecil dapat dipantau

Salah satu pilihan yang mungkin ditawarkan doleh dokter adalah pengawasan aktif. Dokter memantau ukuran dan karakter tumor melalui USG, CT scan, atau MRI terjadwal. Pengobatan baru dilakukan jika ada tanda perkembangan yang meningkatkan risiko.

“Pengawasan bukan berarti tumor diabaikan. Tim klinis memantau ukuran dan pertumbuhannya dengan hati-hati, lalu merekomendasikan tindakan apabila risikonya mulai meningkat,” jelas Dr Lim.

Pedoman European Association of Urology (EAU) 2026 menyebut pengawasan aktif sebagai pilihan bagi pasien dengan tumor ginjal stadium cT1a tertentu yang belum memerlukan tindakan segera dan masih memungkinkan menjalani terapi di kemudian hari. Pendekatan ini lebih sering dipertimbangkan pada tumor kecil, pasien lanjut usia, atau orang dengan penyakit penyerta yang membuat risiko operasi lebih besar.

Bukti penelitian menunjukkan bahwa strategi ini dapat aman pada pasien yang dipilih dengan baik. DISSRM Registry mengikuti 497 pasien dengan massa ginjal padat berukuran maksimal 4 sentimeter yang memilih tindakan langsung atau pengawasan aktif. Setelah lima tahun, kelangsungan hidup khusus kanker tercatat 99 persen pada kelompok tindakan langsung dan 100 persen pada kelompok pengawasan.

Namun, penelitian tersebut bukan uji acak. Pasien yang menjalani pengawasan umumnya lebih tua, memiliki lebih banyak penyakit penyerta, dan mempunyai tumor lebih kecil. Karena itu, hasilnya tidak berarti semua tumor berukuran di bawah 4 sentimeter aman dibiarkan.

Tinjauan yang digunakan dalam pedoman EAU menemukan sekitar 1,8 persen pasien dengan massa ginjal kecil mengalami perkembangan menjadi penyakit metastatik selama masa pemantauan. Risikonya rendah, tetapi tidak nol.

Pengawasan juga dapat dihentikan dan diganti dengan pengobatan apabila:

  • Tumor membesar cukup cepat.
  • Ukurannya mencapai batas yang mengkhawatirkan.
  • Penampilan tumor berubah.
  • Biopsi menunjukkan jenis yang lebih agresif.
  • Muncul gejala.
  • Pasien memilih menjalani tindakan.

3. Kapan operasi lebih diperlukan?

Dr. Lim Ee Jean, Konsultan, Departmen Urologi, Singapore General Hospital (SGH)
Dr. Lim Ee Jean, Konsultan, Departmen Urologi, Singapore General Hospital (SGH)

Operasi masih menjadi pengobatan utama untuk kanker ginjal lokal pada pasien yang cukup sehat untuk menjalaninya. Biasanya operasi direkomendasikan untuk mencapai kesembuhan pada kanker ginjal lokal. Untuk tumor stadium T1, pengangkatan sebagian ginjal atau nefrektomi parsial diutamakan apabila secara teknis memungkinkan.

Pada nefrektomi parsial, dokter mengangkat tumor beserta sedikit jaringan di sekitarnya dan mempertahankan bagian ginjal yang sehat. Tujuannya adalah mengendalikan kanker sambil menjaga sebanyak mungkin fungsi penyaringan ginjal.

Pengangkatan seluruh ginjal atau nefrektomi radikal mungkin lebih tepat apabila tumor:

  • Berukuran besar.
  • Terletak sangat dekat dengan pembuluh darah utama atau saluran urine.
  • Telah menggantikan sebagian besar jaringan ginjal.
  • Tidak dapat diangkat sebagian dengan aman.
  • tumbuh keluar dari ginjal atau memasuki pembuluh darah besar.

Pendekatan operasi bisa berupa operasi terbuka, laparoskopi, atau bantuan robot. Operasi robotik tetap dikendalikan sepenuhnya oleh dokter bedah. Pilihan teknik ditentukan oleh kerumitan tumor dan keahlian tim, bukan cuma mengandalkan teknologi terkini.

“Prosedur yang paling canggih secara teknis tidak otomatis menjadi pilihan terbaik jika mengorbankan pembersihan kanker atau keselamatan pasien,” kata Dr. Lim.

Bagaimana dengan ablasi dan radioterapi?

Sebagian pasien dengan tumor kecil yang tidak ideal menjalani operasi mungkin ditawarkan ablasi, seperti krioablasi. Dokter memasukkan jarum ke dalam tumor dengan panduan pencitraan, lalu membekukan jaringan tersebut untuk mematikan sel tumor.

Radioterapi yang sangat terarah juga dapat dipertimbangkan pada pasien tertentu yang tidak dapat menjalani operasi atau tindakan lainnya.

EAU menyebut ablasi atau radioterapi ablasi stereotaktik sebagai pilihan pada pasien terpilih dengan tumor cT1 yang butuh pengobatan namun tidak cukup sehat untuk operasi. Bukti jangka panjangnya masih lebih terbatas daripada pembedahan.

Apakah tumor harus dibiopsi dahulu?

Pada beberapa tumor ginjal, ciri dalam CT scan atau MRI sudah sangat mencurigakan ke arah kanker dan pasien memang butuh operasi. Dalam kondisi tersebut, hasil biopsi mungkin tidak mengubah rencana terapi.

Biopsi lebih berguna ketika:

  • Gambaran pencitraan belum memberikan diagnosis yang jelas.
  • Pengawasan aktif sedang dipertimbangkan.
  • Pasien akan menjalani ablasi.
  • Pasien tidak dapat menjalani operasi.
  • Kanker diduga sudah menyebar dan jenis jaringan diperlukan untuk menentukan obat.

Pedoman EAU mewajibkan biopsi sebelum ablasi dan menyebut biopsi dapat membantu memilih tumor berisiko rendah yang sesuai untuk pengawasan aktif. Jenis kanker ginjal yang berbeda dapat memiliki kecepatan tumbuh yang berbeda.

Jadi, tidak dilakukannya biopsi bukan berarti tumor tidak diperiksa dengan serius. Yang lebih dipertimbangkan adalah apakah hasil biopsi akan memberikan informasi baru yang mengubah pengobatan.

Apa yang perlu dilakukan setelah tumor ditemukan?

Ilustrasi dokter berdiskusi dengan pasien mengenai tumor ginjal dalam sesi konsultasi medis di ruang pemeriksaan.
ilustrasi konsultasi dokter mengenai tumor ginjal (IDN Times/NRF)

Jangan mengambil keputusan hanya dari laporan USG. Beberapa langkah berikut dapat membantu:

1. Simpan laporan dan hasil pencitraan

Bawa laporan tertulis serta gambar USG, CT scan, atau MRI saat konsultasi. Dokter perlu melihat ukuran, lokasi, bentuk, dan karakter tumor secara langsung.

2. Temui spesialis urologi

Urolog menangani masalah struktural ginjal dan kondisi yang mungkin membutuhkan operasi. Jika fungsi ginjal telah menurun, nefrolog dapat dilibatkan untuk membantu menjaga kemampuan penyaringan ginjal.

3. Ajukan pertanyaan yang spesifik

Misalnya:

  • Seberapa besar ukuran tumor?
  • Apakah berbentuk padat atau kistik?
  • Apakah masih terbatas di dalam ginjal?
  • Seberapa besar kemungkinan tumor tersebut ganas?
  • Apakah biopsi diperlukan?
  • Bisakah tumor dipantau?
  • Jika perlu operasi, apakah sebagian ginjal dapat dipertahankan?
  • Apa dampaknya terhadap fungsi ginjal?
  • Seberapa harus menjalani pemindaian?

4. Jangan melewatkan jadwal kontrol

Pemantauan aktif hanya aman jika pemeriksaan dilakukan sesuai jadwal.

5. Pertimbangkan diskusi multidisiplin

Tumor besar, lokasinya rumit, masuk ke pembuluh darah, atau terjadi pada orang dengan satu ginjal memerlukan perencanaan yang lebih kompleks.

Urolog, radiolog, ahli onkologi, nefrolog, dokter anestesi, dan tenaga rehabilitasi dapat menilai pilihan dari sudut pandang yang berbeda.

Tumor ginjal tidak selalu harus langsung dioperasi. Sebagian benjolan bukan kanker, sedangkan tumor kecil tertentu dapat dipantau. Ada juga pasien yang lebih membutuhkan ablasi, pengangkatan sebagian ginjal, atau pengangkatan seluruh ginjal.

Tidak ada satu pilihan yang terbaik untuk semua orang. Keputusan bergantung pada sifat tumor, fungsi ginjal, kondisi tubuh, dan tujuan pasien.

“Tujuannya bukan sekadar mengangkat tumor,” kata Dr. Lim. “Pengobatan harus efektif mengendalikan kanker, mempertahankan sebanyak mungkin fungsi ginjal, dan sesuai dengan harapan pasien terhadap pemulihan serta kualitas hidup.”

Referensi

Phillip M. Pierorazio et al., “Five-Year Analysis of a Multi-Institutional Prospective Clinical Trial of Delayed Intervention and Surveillance for Small Renal Masses: The DISSRM Registry,” European Urology 68, no. 3 (2015): 408–415, https://doi.org/10.1016/j.eururo.2015.02.001.

European Association of Urology, “EAU Guidelines on Renal Cell Carcinoma: Disease Management,” diakses Juli 2026.

Singapore General Hospital, “Kidney Cancer—Symptoms, Diagnosis & Treatment,” diakses 30 Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More