Setelah pernapasan dan sirkulasi kembali, pasien yang mengalami cedera berat tetap butuh pemantauan. Dokter akan menilai kesadaran, respons tubuh, kemungkinan kejang, serta kecukupan oksigen dan tekanan darah. Pemeriksaan aktivitas listrik otak atau pencitraan dapat diperlukan untuk memahami kondisinya.
Hasil pemulihan tidak seragam. Sebagian penyintas pulih tanpa gangguan berat, sementara lainnya mengalami masalah ingatan, konsentrasi, bicara, atau gerakan.
Cedera yang sangat berat dapat menyebabkan gangguan kesadaran berkepanjangan atau kematian.
Sebuah penelitian menemukan bahwa pemeriksaan dasar yang tampak baik saat anak pulang dari rumah sakit belum tentu menangkap seluruh dampak pada kemampuan berpikirnya. Kesulitan tertentu baru dapat terlihat ketika tuntutan belajar meningkat. Karena itu, pemantauan jangka panjang penting bagi anak yang memerlukan resusitasi setelah tenggelam.