Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Studi: Asap Kebakaran Bisa Menurunkan Kualitas Sperma

5 min read
Studi: Asap Kebakaran Bisa Menurunkan Kualitas Sperma
Foto udara asap membubung ke langit saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (28/8/2026). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
  • Studi 2026 terhadap 84 pasien program inseminasi di Seattle menemukan penurunan pada beberapa ukuran sperma setelah periode asap kebakaran.

  • Penelitian itu menunjukkan kaitan, tetapi belum membuktikan bahwa asap kebakaran menjadi penyebab perubahan tersebut.

  • Hasil analisis sperma bukan diagnosis kesuburan. Paparan asap sebaiknya dikurangi demi kesehatan, meski belum diketahui apakah langkah itu mencegah perubahan pada sperma.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat asap kebakaran menyelimuti suatu wilayah, dampak langsungnya umumnya mata perih, batuk, atau napas yang terasa berat. Namun, paparan asap juga bisa berdampak pada kesehatan reproduksi. Sebuah studi terbaru meneliti apakah periode asap kebakaran berkaitan dengan perubahan pada hasil analisis sperma.

Penelitian yang terbit dalam jurnal Fertility and Sterility pada 2026 menemukan penurunan pada beberapa ukuran sperma pada sekelompok pasien yang menjalani perawatan kesuburan.

  1. 1. Penelitian membandingkan sampel dari 84 pasien

    Peneliti menganalisis data 84 pasien di University of Washington, Amerika Serikat (AS) yang menjalani inseminasi intrauteri (IUI), yaitu prosedur memasukkan sperma ke dalam rahim. Pasien-pasien tersebut menjalani prosedur pada tiga periode asap kebakaran di wilayah Seattle: 2018, 2020, dan 2022.

    Setiap peserta menjadi pembanding bagi dirinya sendiri. Peneliti membandingkan sampel semen atau air mani diagnostik yang dikumpulkan sebelum periode asap dengan sampel yang dikumpulkan saat peserta menjalani IUI dalam periode paparan. Jarak median antara dua pemeriksaan itu adalah empat bulan.

    Setelah periode asap, peneliti menemukan penurunan pada konsentrasi sperma, jumlah total sperma, jumlah sperma yang bergerak, serta jumlah sperma yang bergerak maju secara progresif. Namun, satu ukuran—persentase sperma yang bergerak maju secara progresif—justru meningkat.

    Temuan terakhir itu tidak serta-merta bertentangan dengan penurunan jumlah sperma. Persentase menunjukkan bagian dari keseluruhan sampel, sedangkan jumlah total menghitung berapa banyak sperma yang ada. Jadi, persentasenya dapat meningkat meski jumlah keseluruhan sperma menurun.

  2. 2. Kualitas sperma mencakup beberapa parameter

    ilustrasi sperma, kesuburan, fertilitas, reproduksi, sel telur, ovum
    ilustrasi sperma, kesuburan, fertilitas, reproduksi, sel telur, ovum (pexels.com/Nadezhda Moryak)

    Analisis air mani menilai beberapa hal, seperti jumlah sperma dan kemampuan sperma bergerak. Konsentrasi menunjukkan berapa banyak sperma dalam setiap mililiter air mani, sedangkan jumlah total sperma adalah keseluruhan sperma dalam sampel. Motilitas menunjukkan kemampuan sperma bergerak, dan gerak progresif berarti sperma dapat berenang maju menuju tujuan.

    Namun, hasil pemeriksaan ini tidak bisa langsung menentukan apakah seseorang subur atau tidak. Satu nilai yang rendah atau tinggi saja belum cukup untuk menilai kesuburan maupun mendiagnosis infertilitas. Hasil analisis air mani perlu dipertimbangkan bersama faktor lain dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

  3. 3. Studi tentang polusi udara memberi gambaran umum

    Studi di Seattle memang meneliti dampak asap kebakaran hutan secara langsung. Sebagai gambaran yang lebih luas, sebuah tinjauan sistematis dan metaanalisis tahun 2025 yang melibatkan 17 studi dengan total lebih dari 24.000 peserta menemukan bahwa paparan polusi udara yang lebih tinggi berkaitan dengan kualitas sperma yang lebih rendah, termasuk jumlah dan kemampuan sperma bergerak.

    Namun, hasil ini tidak cuma berasal dari paparan asap kebakaran hutan. Penelitian yang dianalisis mencakup berbagai jenis polutan dan kondisi paparan yang berbeda-beda. Selain itu, hasil antarstudi sangat beragam. Karena itu, temuan tersebut tidak dapat digunakan untuk memperkirakan secara pasti seberapa besar dampak asap kebakaran hutan terhadap kesuburan setiap orang.

  4. 4. Bagaimana asap bisa memengaruhi sperma masih belum sepenuhnya dipahami

    Foto udara karhutla dan kabut asap di Banjarbaru Kalimantan Selatan
    Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

    Asap kebakaran hutan mengandung berbagai zat pencemar, termasuk partikel halus PM2.5, gas, dan senyawa kimia lainnya. Karena ukurannya sangat kecil, partikel PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru saat terhirup. Namun, studi pada pasien di Seattle tidak dirancang untuk menjelaskan secara pasti bagaimana paparan asap dapat menyebabkan perubahan pada kualitas sperma.

    Sejumlah penelitian pada hewan memberikan petunjuk awal. Dalam studi pada tikus, paparan asap kebakaran buatan selama 40 hari dikaitkan dengan perubahan metilasi DNA sperma, yaitu penanda kimia yang dapat memengaruhi cara gen bekerja. Meski begitu, temuan pada tikus belum tentu terjadi pada manusia dan belum membuktikan bahwa perubahan tersebut akan menyebabkan gangguan kesuburan.

  5. 5. Temuan ini belum membuktikan sebab-akibat

    Studi ini memiliki beberapa keterbatasan penting. Penelitian dilakukan dengan melihat kembali data yang sudah ada, melibatkan jumlah peserta yang relatif kecil, dan seluruh peserta sedang menjalani perawatan kesuburan di satu wilayah.

    Paparan asap juga diperkirakan berdasarkan data kualitas udara di lingkungan sekitar, bukan diukur langsung pada masing-masing peserta.

    Selain itu, faktor lain yang berubah di antara dua pemeriksaan sperma bisa saja turut memengaruhi hasil.

    Karena itu, penelitian ini belum dapat membuktikan bahwa asap kebakaran hutan menyebabkan penurunan kualitas sperma. Studi ini juga tidak bisa memastikan berapa lama perubahan tersebut berlangsung, apakah efek yang sama terjadi pada masyarakat umum, atau apakah paparan asap dapat menyebabkan infertilitas.

  6. 6. Kurangi paparan asap

    Ilustrasi seorang perempuan memakai masker untuk melindungi diri dari paparan asap dan menjaga kesehatan pernapasan.
    ilustrasi memakai masker untuk melindungi diri dari paparan asap (magnific.com/jcomp)

    Saat kualitas udara memburuk akibat asap, berbagai langkah dapat dilakukan untuk mengurangi paparan.

    Misalnya, memantau kualitas udara, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menutup pintu dan jendela saat udara berasap.

    Pembersih udara dalam ruangan juga dapat membantu mengurangi partikel di udara. Jika harus beraktivitas di luar, masker N95 yang digunakan dengan benar dapat mengurangi partikel asap yang terhirup.

    Namun, langkah-langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi paparan asap secara umum. Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa cara-cara tersebut secara khusus dapat mencegah perubahan pada kualitas sperma.

    Perlu diingat bahwa kesuburan dipengaruhi banyak faktor, tidak hanya kualitas sperma atau paparan asap. Jika kamu dan pasangan sedang merencanakan kehamilan dan memiliki kekhawatiran tentang kesuburan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penilaian yang lebih menyeluruh.

    Referensi

    Lillian X. Lindell et al., “Wildfire Smoke Exposure Is Associated with Decreased Sperm Concentration and Total Motile Sperm Count,” Fertility and Sterility 125, no. 2 (February 2026): 316–25, https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2025.08.031. PubMed

    Peter N. Schlegel et al., “Diagnosis and Treatment of Infertility in Men: AUA/ASRM Guideline Part I,” Fertility and Sterility 115, no. 1 (January 2021): 54–61, https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2020.11.015. ASRM

    Ria Margiana et al., “Does Outdoor Air Pollution Cause Poor Semen Quality? A Systematic Review and Meta-Analysis,” BMC Urology 25, no. 1 (2025): article 50, https://doi.org/10.1186/s12894-025-01728-4. PubMed

    U.S. Environmental Protection Agency, “Wildfire Smoke—A Complex Mixture,” diakses 15 Oktober 2026.

    Adam Schuller et al., “Simulated Wildfire Smoke Significantly Alters Sperm DNA Methylation Patterns in a Murine Model,” Toxics 9, no. 9 (2021): article 199, https://doi.org/10.3390/toxics9090199. PMC

    U.S. Environmental Protection Agency, “Reduce Your Smoke Exposure,” accessed October 15, 2026, diakses 15 Oktober 2026.

Related Articles

See More