- Pilih produk tanpa pewangi apabila aroma tertentu membuat batuk, mengi, atau sesak muncul. Wewangian jeruk dan pinus juga dapat bereaksi dengan zat lain di udara dan membentuk partikel atau polutan tambahan di dalam ruangan.
- Hindari menyemprotkan pembersih jika bisa. Dalam simulasi pembersihan kamar mandi, metode semprot menghasilkan paparan VOC lebih tinggi daripada mengelap dengan kain. Temuan ini berasal dari pengujian pada petugas perawatan rumah dan produk tertentu, sehingga tidak otomatis berlaku sama untuk semua produk.
- Buka jendela atau gunakan kipas pembuangan ketika memakai produk yang mengeluarkan uap. Ikuti petunjuk pada label, termasuk takaran dan kebutuhan ventilasinya.
- Jangan mencampur produk pembersih, kecuali label secara khusus menginstruksikannya. Campuran bahan tertentu dapat menghasilkan gas yang berbahaya. Contohnya, jangan mencampur pemutih/bleach dengan pembersih toilet yang asam atau pembersih beramonia.
Benarkah Pembersih Berlabel 'Hijau' Lebih Aman untuk Paru-Paru?

Label “hijau” tidak selalu berarti produk bebas bahan yang dapat mengiritasi saluran napas. Maknanya bisa berbeda-beda, tergantung klaim produsen atau kriteria sertifikasinya.
Sejumlah penelitian menemukan emisi senyawa organik volatil (VOC) umumnya lebih rendah pada beberapa pembersih hijau, terutama yang tanpa pewangi, tetapi produk berlabel hijau tetap dapat mengeluarkan VOC.
Menggunakan produk secukupnya, menghindari semprotan, memilih produk tanpa pewangi, dan menjaga ventilasi dapat membantu mengurangi paparan saat membersihkan rumah.
Saat memilih pembersih rumah, sebagian orang mencari produk berlabel “hijau” atau beraroma bahan alami seperti jeruk dan pinus. Label dan aroma itu bisa memberi kesan bahwa produknya lebih aman. Namun, untuk kesehatan pernapasan, itu tidak cukup untuk menilai risikonya.
Pembersih dapat melepaskan senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOC) ke udara. Jenis VOC sangat beragam. Sebagian dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, atau saluran napas, sementara dampaknya bergantung pada jenis bahan, kadar paparan, dan lama seseorang menghirupnya. Orang dengan asma atau saluran napas sensitif dapat lebih mudah mengalami gejala ketika terpapar pemicu tertentu.
Table of Content
“Hijau” bisa berarti macam-macam
Istilah “hijau” dapat merujuk pada klaim seperti ramah lingkungan, berbahan nabati, atau dibuat tanpa bahan tertentu. Namun, istilah itu belum menjelaskan kandungan produk atau besarnya paparan saat produk digunakan.
Dalam sebuah penelitian terhadap produk di pasar Amerika Serikat (AS), para peneliti mencatat bahwa belum ada standar resmi tunggal untuk kategori “hijau”. Definisinya mencakup produk yang dipasarkan sebagai lebih sehat maupun produk dengan sertifikasi pihak ketiga.
Karena itu, bahan alami atau aroma tumbuhan tidak otomatis berarti emisi ke udara lebih rendah. Dalam uji laboratorium terhadap 23 pembersih, produk berlabel hijau rata-rata mengandung lebih banyak monoterpena—senyawa yang umum ditemukan dalam aroma tanaman—daripada produk reguler. Pemodelan kimia dalam penelitian yang sama memperkirakan bahwa sebagian emisi tersebut dapat bereaksi di dalam ruangan dan meningkatkan polutan sekunder, seperti formaldehida.
Apa yang ditemukan penelitian terkait asma?

ilustrasi produk pembersih rumah (magnific.com/magnific) Studi longitudinal yang diterbitkan pada 2026 mengikuti 30.012 orang dewasa di Prancis dan membandingkan penggunaan produk pembersih yang mereka laporkan sebagai “hijau” dengan gejala asma selama dua tahun. Penggunaan rutin produk berlabel hijau berkaitan dengan skor gejala asma yang sedikit lebih tinggi pada 2020. Namun, penelitian ini sifatnya observasional, bukan membuktikan bahwa produk tersebut menjadi penyebab gejala. Penelitian ini juga menilai kelompok produk yang dilaporkan oleh peserta, bukan menguji setiap merek dan formulasi di pasaran.
Studi lain terhadap 37.043 orang dewasa di Prancis menemukan bahwa penggunaan hampir setiap hari—empat hingga tujuh hari per minggu—atas produk yang dikategorikan sebagai hijau berkaitan dengan asma yang tidak terkontrol. Angka odds ratio-nya 2,40. Karena penelitian ini mengamati data pada satu periode, angka tersebut menunjukkan hubungan statistik, bukan kepastian bahwa penggunaan produk menyebabkan asma memburuk.
Hasil itu tidak berarti semua pembersih berlabel hijau berbahaya. Uji emisi terhadap 30 produk di pasar AS menemukan bahwa jumlah dan emisi total VOC umumnya lebih tinggi pada produk konvensional, khususnya dibandingkan produk berlabel hijau tanpa pewangi. Meski begitu, beberapa produk berlabel hijau tetap mengeluarkan VOC yang menjadi perhatian peneliti. Pengukuran emisi di ruang uji juga tidak sama dengan pengukuran penyakit atau dampak klinis pada pengguna.
Dengan demikian, label hijau saja belum cukup untuk menyimpulkan suatu pembersih lebih aman bagi paru-paru. Formula, pewangi, cara pemakaian, frekuensi, dan kondisi ventilasi ikut menentukan paparan.
Cara memilih dan menggunakan pembersih
Jika tersedia, periksa siapa penerbit sertifikasinya dan apa kriteria yang dinilai. Sebagai contoh, program Safer Choice dari Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) meninjau setiap bahan dalam produk berdasarkan kriteria kesehatan dan lingkungan; tersedia pula label tambahan Fragrance-Free untuk produk tanpa bahan pewangi. Sertifikasi semacam ini memberi informasi lebih terukur daripada klaim “hijau” semata, meski bukan jaminan bahwa produk tidak akan memicu gejala pada setiap orang.
Saat membersihkan rumah, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi paparan:
Bagi orang yang memiliki asma, batuk, mengi, atau sesak berulang setelah membersihkan rumah, catat produk dan cara pemakaiannya, hentikan dulu produk yang diduga memicu gejala, lalu konsultasikan dengan dokter. Mengganti produk mungkin membantu mengurangi pemicu, tetapi label “hijau” sendiri tidak dapat memastikan suatu produk aman untuk semua paru-paru. Ulasan penelitian terbaru juga menyebut produk pembersih rumah tangga sebagai salah satu paparan yang patut diperhatikan dalam pengendalian asma.
Referensi
U.S. Environmental Protection Agency, “Volatile Organic Compounds’ Impact on Indoor Air Quality,” diperbarui 23 Juni 2026.
Alexis M. Temkin et al., “Volatile Organic Compounds Emitted by Conventional and ‘Green’ Cleaning Products in the U.S. Market,” Chemosphere 341 (November 2023): 139570, https://doi.org/10.1016/j.chemosphere.2023.139570.
Ellen Harding-Smith et al., “Does Green Mean Clean? Volatile Organic Emissions from Regular versus Green Cleaning Products,” Environmental Science: Processes & Impacts 26 (2024), https://doi.org/10.1039/D3EM00439B.
Emilie Pacheco Da Silva et al., “Longitudinal Associations Between Household Use of ‘Green’ Cleaning Products and Asthma Symptoms,” Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice 14, no. 1 (January 2026): 176–184.e3, https://doi.org/10.1016/j.jaip.2025.09.027.
Emilie Pacheco Da Silva et al., “Household Use of Green Cleaning Products, Disinfecting Wipes, and Asthma Control Among Adults,” Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice 12, no. 4 (April 2024): 919–926.e7, https://doi.org/10.1016/j.jaip.2023.12.029.
U.S. Environmental Protection Agency, “Frequently Asked Questions on Safer Choice,” diakses 4 November 2026.
J. E. Lindberg et al., “Assessment of Home Care Aides’ Respiratory Exposure to Total Volatile Organic Compounds and Chlorine during Simulated Bathroom Cleaning: An Experimental Design with Conventional and ‘Green’ Products,” Journal of Occupational and Environmental Hygiene 18, no. 6 (June 2021): 276–287, https://doi.org/10.1080/15459624.2021.1910280.
U.S. Environmental Protection Agency, “Sources of Indoor Particulate Matter (PM),” diakses 4 November 2026.
Emilie Pacheco Da Silva, Orianne Dumas, and Nicole Le Moual, “Effects of Household Cleaning Products on the Lungs: An Update,” Expert Review of Respiratory Medicine 19, no. 4 (April 2025): 313–324, https://doi.org/10.1080/17476348.2025.2478968.








![[QUIZ] Cek Apakah Sakit Kepala Kamu Biasa atau Tanda Bahaya](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)













