Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Minuman Energi Dikaitkan dengan Henti Jantung pada Dewasa Muda

2 min read
Minuman Energi Dikaitkan dengan Henti Jantung pada Dewasa Muda
ilustrasi pria muda minum minuman energi (magnific.com/aleksandarlittlewolf)
  • Analisis laporan efek samping FDA AS menemukan henti jantung dan serangan jantung lebih sering tercatat pada laporan terkait produk berkafein atau mengandung stimulan.

  • Sekitar 45 persen laporan kejadian jantung yang terkait produk tersebut melibatkan orang berusia 18–34 tahun.

  • Temuan ini masih awal dan tidak membuktikan produk stimulan menyebabkan kejadian jantung.

  • Sekitar 45 persen kejadian jantung yang dilaporkan melibatkan usia 18–34 tahun, tetapi data laporan efek samping belum membuktikan produk tersebut sebagai penyebab langsung.

  • Faktor lain, termasuk olahraga berat, alkohol, obat tertentu, atau penyakit jantung tak terdiagnosis, dapat berperan; pengguna disarankan memeriksa kafein dan mencari bantuan medis bila muncul gejala serius.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Minuman energi dan suplemen yang mengandung kafein atau bahan stimulan sering digunakan untuk menambah energi dan menjaga fokus. Namun, sebuah analisis awal yang dipresentasikan oleh American Heart Association (AHA) menemukan bahwa produk-produk ini lebih sering muncul dalam laporan efek samping serius yang berkaitan dengan jantung, terutama pada orang dewasa muda.

Peneliti meninjau lebih dari 28.000 laporan efek samping yang masuk ke basis data Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Mereka menemukan bahwa laporan yang melibatkan minuman energi atau suplemen stimulan lebih sering mencantumkan kejadian seperti henti jantung dan serangan jantung dibandingkan laporan yang tidak melibatkan produk tersebut. Sekitar 45 persen kejadian jantung yang dilaporkan terjadi pada kelompok usia 18–34 tahun.

  1. Temuan awal ini belum membuktikan sebab-akibat

    Ilustrasi seseorang membeli minuman energi di toko sebagai gambaran pilihan minuman berenergi yang tersedia.
    ilustrasi membeli minuman energi (unsplash.com/Kenny Eliason)

    Data yang digunakan berasal dari laporan efek samping, sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan produk stimulan dan kejadian jantung. Data ini tidak membuktikan bahwa minuman energi atau suplemen stimulan adalah penyebab langsung dari serangan jantung atau henti jantung.

    Selain itu, para peneliti tidak mengetahui berapa banyak orang yang mengonsumsi produk tersebut tanpa mengalami masalah kesehatan. Faktor lain juga bisa berperan, misalnya konsumsi sebelum olahraga berat, penggunaan bersama alkohol atau obat tertentu, maupun adanya penyakit jantung yang belum terdiagnosis.

    Meski begitu, temuan ini sejalan dengan perhatian para ahli terhadap konsumsi kafein dosis tinggi, terutama dari minuman energi yang sering mengandung kombinasi beberapa zat stimulan. Karena itu, sebaiknya periksa kandungan kafein pada label dan ingat bahwa kafein bisa berasal dari beberapa produk sekaligus.

    Jika setelah mengonsumsi minuman energi atau suplemen stimulan muncul gejala seperti jantung berdebar, nyeri dada, pusing berat, atau pingsan, segera hentikan penggunaannya dan cari pertolongan medis.

    Referensi

    American Heart Association, “Energy Drinks, Stimulant Products Linked to Cardiac Arrest, Heart Attack in Young Adults,” rilis berita, 2 November 2026.

    Gregory M. Marcus et al., “Caffeine and Cardiovascular Disease: A Scientific Statement from the American Heart Association,” Circulation, dipublikasikan daring 20 Juli 2026, https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000001454.

Related Articles

See More