Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Telanjur Minum Suplemen Palsu? Lakukan 5 Langkah Ini

3 min read
Telanjur Minum Suplemen Palsu? Lakukan 5 Langkah Ini
ilustrasi mengonsumsi suplemen palsu (magnific.com/jcomp)
  • Hentikan konsumsi suplemen yang dicurigai palsu; jangan memaksakan muntah atau mencoba “detoks”.

  • Gejala berat perlu pertolongan medis segera. Tanpa gejala pun, konsultasikan, terutama jika yang meminumnya anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan penyakit kronis.

  • Simpan kemasan dan bukti pembelian, lalu periksa produk serta laporkan kecurigaan melalui kanal resmi BPOM.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah minum beberapa kapsul, kamu baru sadar di kemasan suplemen tidak ada nomor izin edar, kemasan tampak berbeda, atau produk dibeli dari penjual yang tidak jelas. Dalam situasi seperti ini, jangan menebak-nebak kandungan produk dari tampilan atau dari ada atau tidaknya gejala.

Produk kesehatan palsu bisa saja tidak mengandung bahan aktif, mengandung bahan yang keliru atau berbahaya, atau memiliki kadar yang tidak sesuai. Efeknya bergantung pada kandungan dan jumlah yang tertelan serta kondisi orang yang meminumnya. Karena kandungannya mungkin tidak diketahui, orang yang telanjur mengonsumsi produk mencurigakan sebaiknya berhenti menggunakannya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan jika kamu telanjur minum suplemen palsu.

  1. 1. Hentikan konsumsi produk yang dicurigai

    Jangan minum dosis berikutnya atau mencoba menghabiskan isi kemasan. Jika suplemen itu dikonsumsi bersama obat resep, jangan menghentikan obat resep tanpa arahan dokter, yang dihentikan adalah produk yang dicurigai palsu.

  2. 2. Cari pertolongan segera jika muncul gejala berat

    Sesak napas, pembengkakan pada lidah atau tenggorokan, kejang, penurunan kesadaran, atau nyeri perut hebat perlu dinilai segera oleh tenaga medis.

    Datang ke IGD atau hubungi layanan gawat darurat setempat, jangan menunggu gejala memburuk.

    Mual, muntah, diare, ruam, gatal, pusing, atau tubuh terasa lemas juga perlu disampaikan kepada dokter atau apoteker.

  3. 3. Jangan memaksakan muntah atau melakukan “detoks”

    Ilustrasi tentang suplemen palsu yang menggambarkan produk kesehatan tidak asli dan berisiko bagi konsumen.
    ilustrasi suplemen palsu (pexels.com/Odin Mcraig)

    Memuntahkan isi perut atau mencoba mengeluarkan zat dengan ramuan dan produk “detoks” tidak menggantikan pemeriksaan medis dan dapat menambah risiko.

  4. 4. Simpan kemasan dan catat informasinya

    Jangan buang botol, kemasan, nomor bets, tanggal kedaluwarsa, atau bukti pembelian. Catat kapan produk diminum, berapa banyak, dan gejala apa yang muncul serta kapan mulainya. Informasi ini membantu tenaga kesehatan menilai langkah berikutnya. Foto produk dan label juga dapat membantu saat melapor.

  5. 5. Konsultasi dan laporkan kecurigaan

    Hubungi dokter, apoteker, atau fasilitas kesehatan untuk menilai apakah perlu pemeriksaan atau penanganan.

    Jangan menunggu gejala muncul untuk meminta saran jika produk diminum anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan penyakit kronis, terutama jika jumlah atau kandungan produk tidak jelas.

    Periksa nama produk dan nomor izin edarnya di https://cekbpom.pom.go.id/. Cocokkan informasi produk yang ditemukan dengan merek, bentuk, label, dan kemasan yang dimiliki. Pencarian di basis data membantu memeriksa status registrasi.

    Dugaan produk palsu dapat disampaikan kepada BPOM melalui kanal pengaduan resmi, termasuk HALO BPOM 1500533 atau email halobpom@pom.go.id.

    Tidak adanya keluhan saat ini belum cukup untuk memastikan produk aman. Namun, dugaan bahwa suatu suplemen palsu juga belum memastikan seseorang mengalami keracunan. Langkah yang tepat adalah berhenti mengonsumsinya, simpan informasi produk, dan meminta penilaian tenaga kesehatan, dan segera lakukann jika muncul gejala berat.

    Referensi

    IPB University, “Telanjur Minum Vitamin Palsu? Dokter IPB University Bagikan 5 Langkah yang Perlu Dilakukan,” diakses 27 Oktober 2026.

    World Health Organization, “Substandard and Falsified Medical Products: Advice to Patients and Consumers,” diakses 27 Oktober 2026.

    C. Michael White, “Continued Risk of Dietary Supplements Adulterated With Approved and Unapproved Drugs: Assessment of the US Food and Drug Administration’s Tainted Supplements Database 2007 Through 2021,” Journal of Clinical Pharmacology 62, no. 8 (2022): 928–934, https://doi.org/10.1002/jcph.2046.

    National Capital Poison Center, “First Aid Guidelines,” diakses 27 Oktober 2026.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, “Cek Produk: Daftar Produk Suplemen Kesehatan,” diakses 27 Oktober 2026.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, “Pengaduan,” diakses 27 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More