Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Anak yang Obesitas Lebih Berisiko Mengalami Hipertensi?
ilustrasi anak mengalami obesitas (vecteezy.com/thodsapol thongdeekhieo)
  • Obesitas pada anak terbukti meningkatkan risiko hipertensi secara signifikan, dengan peluang hingga sembilan kali lebih tinggi dibandingkan anak dengan berat badan normal.

  • Mekanisme biologis seperti resistansi insulin dan aktivitas saraf simpatis berlebih membuat tekanan darah anak obesitas cenderung lebih tinggi sejak usia dini.

  • Risiko hipertensi akibat obesitas dapat berlanjut hingga dewasa, namun perubahan gaya hidup sehat mampu menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi jangka panjang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bukan cuma masalah penampilan atau berat badan berlebih, obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari diabetes tipe 2 hingga penyakit jantung. Ada pula risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dulu, hipertensi lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa dan lansia. Namun, meningkatnya angka obesitas membuat kasus hipertensi pada anak dan remaja makin banyak ditemukan. Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa anak obesitas memiliki risiko hipertensi yang jauh lebih tinggi dibanding teman sebayanya yang berat badannya normal. Mengapa hal ini bisa terjadi?

1. Obesitas menjadi faktor risiko utama hipertensi pada anak

Hubungan antara obesitas pada masa kanak-kanak dan hipertensi sangat kuat serta bersifat dose-dependent, yang berarti risikonya meningkat seiring bertambahnya indeks massa tubuh (IMT).

Berbagai penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi meningkat secara signifikan pada setiap kategori IMT. Hanya sekitar 2 persen anak dengan IMT di bawah persentil ke-5 yang mengalami hipertensi, dibandingkan dengan 11 persen anak yang memiliki IMT di atas persentil ke-95. Spesifiknya, risiko hipertensi 2,6 kali lebih tinggi pada anak yang kelebihan berat badan dan meningkat hingga 9,2 kali lebih tinggi pada anak yang mengalami obesitas (Clinical Hypertension, 2024).

Pada anak dengan obesitas berat, peluang mengalami hipertensi mencapai empat kali lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak kelebihan berat badan. Sementara itu, obesitas ringan pun sudah dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga dua kali lipat. Sebuah skrining berbasis sekolah yang melibatkan lebih dari 5.100 anak menemukan bahwa lebih dari sepertiga anak laki-laki dan perempuan yang mengalami obesitas didiagnosis dengan hipertensi (International Journal of Pediatric Endocrinology, 2014).

2. Mekanisme biologis

Berbagai faktor fisiologis berkontribusi terhadap hipertensi yang berkaitan dengan obesitas pada anak. Faktor-faktor tersebut meliputi aktivitas berlebihan sistem saraf simpatis, resistansi insulin, serta kelainan pada struktur dan fungsi pembuluh darah.

Anak-anak yang mengalami obesitas secara konsisten menunjukkan tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi, disertai bukti yang lebih besar mengenai dislipidemia (kondisi kadar lemak darah yang tidak normal—misalnya kolesterol LDL tinggi, trigliserida tinggi, atau HDL rendah) dan resistansi insulin (kondisi sel kurang responsif terhadap insulin sehingga gula darah cenderung tinggi.).

Perbedaan tekanan darah ini signifikan secara klinis. Anak yang obesitas memiliki tekanan darah sistolik sekitar 7,5 mmHg lebih tinggi dan tekanan darah diastolik sekitar 4,1 mmHg lebih tinggi dibanding anak yang berat badannya normal. Data longitudinal menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 unit IMT berkorelasi dengan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 0,7 mmHg selama masa remaja (Current Opinion in Nephrology & Hypertension, 2026).

3. Dampaknya bisa berlanjut hingga dewasa

ilustrasi orang obesitas (magnific.com/jcomp)

Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa obesitas dan hipertensi pada masa kanak-kanak sering kali berlanjut hingga dewasa.

Anak yang mengalami obesitas bukan hanya memiliki tekanan darah lebih tinggi saat ini, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk mengalami hipertensi di kemudian hari. Risiko ini makin tinggi jika obesitas berlangsung dalam waktu lama.

Dalam sebuah penelitian yang mengikuti lebih dari 17 ribu siswa selama sekitar delapan tahun, anak dengan IMT tinggi yang menetap memiliki risiko hipertensi 1,53 kali lebih tinggi pada laki-laki dan 1,28 kali lebih tinggi pada perempuan dibanding mereka yang memiliki IMT rendah secara konsisten. Kondisi ini penting diperhatikan karena hipertensi merupakan salah satu faktor utama penyebab penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan berbagai penyakit kronis lainnya (Clinical Hypertension, 2024).

4. Kasus hipertensi pada anak makin meningkat

Dulu hipertensi primer atau tekanan darah tinggi yang tidak disebabkan oleh penyakit lain tergolong jarang ditemukan pada anak-anak. Namun, saat ini situasinya berubah.

Organisasi kesehatan di berbagai negara melaporkan bahwa sekitar 1 dari 5 anak dan remaja kini berada dalam kategori kelebihan berat badan atau obesitas. Seiring meningkatnya angka tersebut, jumlah kasus hipertensi pada anak juga terus bertambah. Karena itu, para ahli menganggap obesitas pada anak sebagai salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar saat ini (Clinical Hypertension, 2024).

5. Kabar baiknya, risiko bisa dikurangi

Meski terdengar mengkhawatirkan, tetapi ada kabar baik. Penurunan berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada anak.

Perubahan pola makan yang lebih sehat, peningkatan aktivitas fisik, mengurangi konsumsi minuman manis, serta pembatasan waktu layar dapat berdampak positif terhadap berat badan dan kesehatan jantung anak.

Makin cepat obesitas dikenali dan ditangani, makin besar peluang untuk mencegah munculnya hipertensi dan komplikasi terkait di masa depan.

Anak yang obesitas memang memiliki risiko yang jauh lebih tinggi mengalami hipertensi dibanding anak yang berat badannya normal. Risiko ini meningkat seiring bertambahnya IMT dan bisa berlanjut hingga usia dewasa jika tidak ditangani dengan baik.

Karena hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular, pencegahan obesitas sejak dini sangat penting. Pola hidup sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan berat badan secara rutin dapat membantu melindungi kesehatan anak dalam jangka panjang.

Referensi

Department of Research & Evaluation. Diakses pada Juni 2026. "Overweight Children Face High Risk of Hypertension."

Haseler, E., & Sinha, M. D. (2026). "Tackling the epidemic of obesity and hypertension in children and young people." Current Opinion in Nephrology & Hypertension, 35(2), 156–163. https://doi.org/10.1097/mnh.0000000000001156.

Hyperchildnet. Diakses pada Juni 2026. "High Blood Pressure in Obese Children and Adolescents."

Jeong, S. I., & Kim, S. H. (2024). "Obesity and hypertension in children and adolescents." Clinical Hypertension, 30(1), 23. https://doi.org/10.1186/s40885-024-00278-5.

Lo, J. C., Chandra, M., Sinaiko, A., Daniels, S. R., Prineas, R. J., Maring, B., Parker, E. D., Sherwood, N. E., Daley, M. F., Kharbanda, E. O., Adams, K. F., Magid, D. J., O’Connor, P. J., & Greenspan, L. C. (2014). "Severe obesity in children: prevalence, persistence and relation to hypertension." International Journal of Pediatric Endocrinology, 2014(1), 3. https://doi.org/10.1186/1687-9856-2014-3

Editorial Team

Related Article