Soren Wainio-Theberge and Jorge Armony, “Manipulating Posture Implicitly through Environmental Constraints Influences Mood and Risk-Taking Behaviour,” British Journal of Psychology (2026): 1–13, https://doi.org/10.1111/bjop.70083.
McGill University, “Posture Can Influence Your Mood and Behaviour, McGill Study Suggests,” diakses Agustus 2026.
Emma Elkjær, Mai B. Mikkelsen, Johannes Michalak, Douglas S. Mennin, and Mia S. O’Toole, “Expansive and Contractive Postures and Movement: A Systematic Review and Meta-Analysis of the Effect of Motor Displays on Affective and Behavioral Responses,” Perspectives on Psychological Science 17, no. 1 (2022): 276–304, https://doi.org/10.1177/1745691620919358.
Duduk Tegak Bikin Lebih Berani? Studi Ungkap Temuan Menarik

Studi terhadap 198 orang menemukan postur duduk lebih tegak berkaitan dengan pengambilan risiko yang lebih efektif.
Para peneliti mengubah tinggi meja dan posisi tablet sehingga postur terbentuk secara alami.
Temuan ini tidak membuktikan bahwa duduk tegak otomatis membuat semua keputusan lebih baik. Efeknya relatif kecil dan masih perlu direplikasi pada populasi yang lebih beragam.
Layar laptop yang terlalu rendah sering bikin kepala turun dan punggung ikut membungkuk. Posisi duduk seperti ini biasanya dibicarakan dalam konteks kenyamanan atau ergonomi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara tubuh berada di depan layar mungkin juga berkaitan dengan mood dan cara kamu mengambil risiko.
Studi yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology pada Juni 2026 menemukan bahwa orang yang duduk lebih tegak mengambil risiko lebih besar, tetapi tetap efektif, dalam pengambilan keputusan dibandingkan mereka yang dibuat duduk lebih membungkuk.
Table of Content
Peneliti sengaja tidak menyuruh peserta duduk tegak
Penelitian melibatkan 198 orang dewasa berusia 18–33 tahun, dengan usia rata-rata sekitar 20 tahun. Sebanyak 172 peserta adalah perempuan.
Pada satu kelompok, meja dibuat lebih tinggi dan tablet ditempatkan pada penyangga sedikit di atas pandangan mata. Untuk melihat layar dengan nyaman, peserta secara alami harus duduk lebih tegak.
Pada kelompok lainnya, meja diturunkan hingga mendekati lutut dan tablet diletakkan mendatar sehingga peserta harus membungkukkan tubuh untuk melihatnya.
Cara ini sengaja dipilih untuk mengurangi masalah yang kerap muncul dalam penelitian power posing: peserta bisa menebak tujuan eksperimen lalu secara tidak sadar berperilaku sesuai harapan peneliti. Dalam studi ini, sebagian besar peserta tidak menyadari bahwa posisi tubuh mereka sedang dimanipulasi.
Para peneliti juga menggunakan rekaman video untuk mengukur sudut leher sebagai indikator objektif postur.
Duduk tegak membuat peserta lebih berani mengambil risiko

ilustrasi karyawan duduk di depan laptop (pexels.com/www.kaboompics.com) Setelah itu, peserta memainkan Balloon Analogue Risk Task (BART). Mereka harus memompa balon virtual. Setiap pompa menambah uang permainan, tetapi makin banyak dipompa, makin besar kemungkinan balon pecah dan seluruh uang pada ronde tersebut hilang.
Kelompok yang duduk lebih tegak meningkatkan jumlah pompa mereka lebih cepat sepanjang permainan. Analisis lebih lanjut juga menemukan tingkat risk propensity yang lebih tinggi pada kelompok tersebut. Namun, mereka tidak mengalami lebih banyak balon pecah dibandingkan kelompok yang membungkuk.
Ini penting. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peserta bukan cuma menjadi lebih ceroboh atau impulsif. Mereka berani mengambil lebih banyak risiko tanpa mengalami lebih banyak kegagalan. Total penghasilan kelompok tegak juga cenderung lebih tinggi, meskipun perbedaannya tidak mencapai signifikansi statistik.
Selain perilaku mengambil risiko, postur juga memengaruhi perasaan bangga (pride) yang dilaporkan peserta. Sudut leher, atau seberapa tegak posisi mereka, ikut menjelaskan sebagian hubungan tersebut.
Jangan buru-buru menyalahkan kebiasaan duduk bungkuk
Ketika peneliti membandingkan kedua kelompok dengan 113 peserta lain yang berada dalam posisi duduk biasa sebagai kelompok kontrol, perbedaannya terutama berasal dari kelompok yang duduk tegak. Kelompok yang membungkuk tidak berbeda secara signifikan dari kelompok kontrol dalam perilaku mengambil risiko.
Jadi, penelitian ini tidak menunjukkan bahwa duduk bungkuk otomatis membuat seseorang mengambil keputusan yang buruk. Yang ditemukan adalah posisi lebih tegak dapat memberikan perubahan kecil pada mood dan perilaku mengambil risiko dalam kondisi laboratorium tertentu.
Pada literatur sebelumnya, sebuah metaanalisis terhadap 73 penelitian menemukan perbedaan yang cukup konsisten dalam respons emosional dan perilaku antara postur ekspansif (posisi tubuh terbuka: dada membusung, lengan terbuka, kaki rileks) dan kontraktif (posisi tubuh tertutup: lengan disilangkan, membungkuk, bahu menutup).
Namun, analisis tersebut justru menyimpulkan bahwa sebagian efek lebih banyak berasal dari postur kontraktif dibandingkan posisi netral, bukan keuntungan dari postur ekspansif—berbeda dengan pola pada studi baru ini.
Bukan berarti duduk tegak bikin semua keputusan lebih baik

ilustrasi postur tubuh karyawan di kantor saat duduk (pexels.com/RDNE Stock project) Penelitian baru ini memiliki beberapa keterbatasan. Sebagian besar peserta adalah perempuan muda dan banyak berasal dari populasi mahasiswa di Kanada. Studi ini juga tidak dipraregistrasikan, sementara penelitian mengenai postural feedback sebelumnya mempunyai sejarah hasil yang tidak selalu berhasil direplikasi. Studi lanjutan masih diperlukan.
Selain itu, pengambilan keputusan dalam penelitian ini secara khusus berarti keputusan mengambil risiko dalam permainan komputer, bukan keputusan finansial, pekerjaan, hubungan, atau pilihan penting lain dalam kehidupan nyata.
Jadi, lebih tepat menafsirkan temuan penelitian tersebut sebagai petunjuk bahwa lingkungan yang mengubah posisi duduk (misalnya tinggi meja, posisi monitor, atau pengaturan tempat kerja) mungkin ikut memengaruhi bagaimana seseorang merasa dan berperilaku.
Referensi

![[QUIZ] Dari Kebiasaan Dudukmu Seharian, Ini Kondisi Tulang dan Ototmu](https://image.idntimes.com/post/20210504/pexels-photo-7718814-25e8951ca418654ec4d6e13c7ffff30b-52edd07e02e75f2dff93b6f27d36e2bc.jpeg)


![[QUIZ] Bisakah Kamu Mengenali Tanda Depresi pada Orang Terdekat?](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)

![[QUIZ] Dari Kondisi Tubuhmu, Kami Tebak Jus Buah yang Cocok Untuk Kamu Minum](https://image.idntimes.com/post/20250405/195163-06da9cb21925c208b6c5f4982411b31d-010ad31dcb63c5897c7dacf191f92244.jpg)





![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok CrossFit atau HYROX? Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20251217/1000005207_e2b3719c-9ff4-4462-9e88-b9845a2f868d.jpg)







