Centers for Disease Control and Prevention, “Anogenital Warts,” Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines, 2021, diakses September 2026.
National Cancer Institute, “HPV and Cancer,” diakses September 2026.
Maria Blomberg et al., “Genital Warts and Risk of Cancer: A Danish Study of Nearly 50 000 Patients With Genital Warts,” The Journal of Infectious Diseases 205, no. 10 (2012): 1544–53, https://doi.org/10.1093/infdis/jis228
Apakah Kutil Kelamin Bisa Berubah Menjadi Kanker?

HPV penyebab kutil kelamin biasanya berbeda dari HPV penyebab kanker.
Memiliki kutil tidak menutup kemungkinan seseorang juga terinfeksi HPV berisiko tinggi.
Benjolan yang berdarah, luka, atau mengeras perlu diperiksa lebih lanjut.
Benjolan di area kelamin bisa bikin khawatir, bahkan membuat seseorang membayangkan skenario terburuk. Ketika mengetahui bahwa kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) kekhawatiran seseorang mungkin bertambah karena virus ini juga diketahui dapat menyebabkan kanker.
Kutil kelamin umumnya merupakan pertumbuhan jinak, bukan lesi prakanker. Sekitar 90 persen kasus disebabkan oleh HPV tipe 6 atau 11, yang tergolong tidak menyebabkan kanker. Namun, benjolan yang menyerupai kutil tetap perlu diperiksa untuk memastikan diagnosisnya.
Table of Content
HPV memiliki banyak tipe dengan risiko berbeda
HPV merupakan kelompok yang terdiri dari lebih dari 200 tipe virus. Beberapa menyebabkan kutil, sedangkan tipe berisiko tinggi—termasuk HPV 16 dan 18—dapat memicu perubahan sel yang mengarah pada kanker.
Sebagian besar infeksi HPV hilang dengan sendirinya dalam 1 hingga 2 tahun. Risiko kanker terutama muncul ketika infeksi tipe berisiko tinggi bertahan selama bertahun-tahun. Proses ini berbeda dari munculnya kutil kelamin biasa.
Mengapa penelitian menemukan kaitan dengan kanker?
Penelitian dalam The Journal of Infectious Diseases mengikuti hampir 50.000 orang yang didiagnosis kutil kelamin di Denmark. Kelompok tersebut memiliki angka kejadian beberapa kanker, termasuk kanker anus dan organ kelamin, yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
Namun, temuan itu tidak membuktikan bahwa kutil mereka berubah menjadi kanker. Penelitian tersebut membandingkan kejadian kanker antarkelompok, bukan mengamati perubahan setiap kutil menjadi tumor ganas.
Seseorang dapat memiliki lebih dari satu tipe HPV sekaligus. HPV berisiko tinggi terkadang ditemukan bersama HPV penyebab kutil. Jadi, adanya kutil tidak dapat digunakan untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi HPV berisiko tinggi.
Benjolan seperti apa yang perlu diperiksa?

ilustrasi konsultasi dengan dokter mengenai kutil kelamin (pexels.com/cottonbro studio) Benjolan yang mengeras, melekat pada jaringan di bawahnya, berdarah, atau menjadi luka perlu mendapat perhatian.
Dokter dapat mempertimbangkan biopsi, yaitu mengambil sedikit jaringan untuk diperiksa. Pemeriksaan ini juga dapat diperlukan bila diagnosis meragukan atau benjolan memburuk maupun tidak merespons pengobatan.
Pencegahan kanker tetap diperlukan
Vaksinasi HPV membantu mencegah infeksi baru dari tipe tertentu, tetapi tidak mengobati infeksi yang sudah ada. Bagi perempuan, skrining tetap diperlukan sesuai usia, riwayat kesehatan, dan pedoman yang berlaku.
Riwayat kutil kelamin saja tidak mengharuskan pemeriksaan Pap smear lebih sering. Jadwal skrining dapat dibicarakan dengan tenaga kesehatan, sambil memastikan benjolan yang muncul telah diperiksa dengan tepat.
Referensi




![[QUIZ] Seberapa Siap Kamu Ikut Race Lari Pertamamu?](https://image.idntimes.com/post/20250917/pexels-olly-3764538_deef61cd-03cb-4fa4-b8c3-7902219ff32d.jpg)













![[QUIZ] Dari Cara Kamu Pakai AC di Rumah, Kami Tebak Risiko Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20260714/other-1545_3bfb5d54-aeb6-4f5e-8e30-528bdf384627.jpg)