Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kemih Sudah Parah, Waspada!

Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kemih Sudah Parah, Waspada!
ilustrasi seseorang mengalami infeksi saluran kemih (pixabay.com/bzndenis)
  • ISK terjadi saat bakteri berkembang di saluran kemih dan dapat menyebar ke ginjal bila terlambat ditangani sehingga berisiko menimbulkan komplikasi serius.

  • Gejala yang perlu diwaspadai meliputi nyeri saat buang air kecil, urine keruh atau berdarah, demam, menggigil, lemas, mual muntah, serta nyeri pinggang.

  • Penanganan ISK berat dapat memerlukan rawat inap, antibiotik infus, pemeriksaan imaging, atau operasi bila ada batu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh
dr. Syifa Fauziah Fadhly, Sp.U

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi di mana adanya bakteri yang masuk dan berkembang biak di saluran kemih, baik di urethra, kandung kemih, bahkan ginjal. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat berkembang menjadi lebih berat sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Ciri-ciri infeksi saluran kemih sudah parah dan mencapai ginjal biasanya ditandai dengan gejala seperti demam tinggi, nyeri pinggang, mual muntah, hingga perubahan pada urine. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

  1. 1. Ciri-ciri infeksi saluran kemih

    Infeksi saluran kemih (ISK) yang tidak segera ditangani bisa dapat menyebar hingga ke ginjal. Karena itu, penting mengenali gejalanya sejak awal agar tidak terjadi komplikasi. Berikut tanda-tanda infeksi saluran kemih yang perlu kamu waspadai.

    • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil

    Salah satu ciri paling umum dari ISK adalah rasa perih, panas, atau terbakar saat buang air kecil. Kondisi ini terjadi karena bakteri mengiritasi saluran kemih. Selain terasa nyeri, penderita juga biasanya menjadi lebih sering ingin buang air kecil dengan kondisi urine yang keluar hanya sedikit. Hal ini dikenal sebagai anyang-anyangan.

    • Urine keruh, berbau menyengat, atau berdarah

    ISK dapat menyebabkan perubahan pada urine, seperti warna menjadi lebih keruh dan bau lebih menyengat. Pada beberapa kasus, urine juga bisa bercampur darah akibat peradangan di saluran kemih.

    • Demam, menggigil, dan tubuh terasa lemas

    Saat infeksi mulai menyebar hingga ke ginjal, tubuh biasanya akan bereaksi dengan munculnya demam dan menggigil. Kondisi ini sering disertai rasa lemas, pegal, dan tidak bertenaga karena tubuh sedang melawan infeksi yang cukup berat.

    • Mual dan muntah

    Jika ISK sudah melibatkan ginjal, ISK berpotensi menurunkan fungsi ginjal, di mana salah satu fungsi utama ginjal adalah membuang zat-zat sisa atau “zat sampah” melalui pembentukan urine. Jika zat sisa ini menumpuk di darah, dapat memicu mual muntah pada penderita. Hal ini dikenal sebagai acute kidney injury (AKI).

    Gangguan pada fungsi ginjal ini, jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan permanen yang akan memperburuk fungsi ginjal secara progresif dalam jangka panjang. Hal ini dikenal sebagai chronic kidney disease (CKD).

    • Nyeri pinggang

    Rasa nyeri di bagian pinggang bisa menjadi tanda bahwa infeksi telah menyebar ke ginjal. Umumnya, nyeri yang dirasakan berupa nyeri tumpul, seperti pegal-pegal. Namun, jika disertai dengan adanya batu yang menyangkut pada saluran ureter, nyeri dapat bersifat tajam dengan intensitas nyeri yang tinggi.

  2. 2. Penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK)

    Penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK)
    ilustrasi infeksi saluran kemih atau ISK (freepik.com/freepik)

    Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri atau mikroorganisme masuk ke saluran kemih dan berkembang biak di dalamnya. Normalnya, tubuh dapat membuang bakteri melalui urine, tetapi dalam kondisi tertentu, pertahanan ini bisa melemah sehingga infeksi lebih mudah terjadi. Berikut beberapa penyebab utama infeksi saluran kemih yang perlu kamu ketahui.

    • Bakteri Escherichia coli (E. coli)

    Penyebab paling umum ISK adalah bakteri E. coli yang berasal dari anus. Bakteri ini dapat berpindah ke urethra, terutama pada pasien perempuan, biasanya karena cara membersihkan area intim yang salah, seperti dari arah belakang ke depan setelah buang air besar.

    • Infeksi Menular Seksual (IMS)

    Beberapa infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, herpes genital, dan trikomoniasis juga dapat memicu ISK. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya peradangan pada saluran kemih akibat infeksi yang menyebar di area genital.

    Umumnya, infeksi pada IMS lebih sering menyebabkan urethritis (infeksi pada urethra). Jika tidak ditangani, urethritis dapat berkembang menjadi striktur urethra, yaitu penyempitan saluran urethra sehingga menyebabkan sulit BAK.

    • Kebiasaan menahan buang air kecil

    Kebiasaan menahan urine terlalu lama dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang di kandung kemih. Urine yang stasis (tidak bergerak) saat menahan BAK, menjadi media untuk berkembang biaknya bakteri di kandung kemih.

    • Kurangnya kebersihan area genital

    Kebersihan area intim yang kurang terjaga, seperti jarang mengganti pakaian dalam atau cara membersihkan yang tidak tepat, dapat memicu pertumbuhan bakteri. Bakteri yang tumbuh pada pakaian dalam yang lembab dapat masuk ke urethra dan menyebabkan ISK.

    • Faktor risiko tambahan

    Beberapa kondisi juga dapat meningkatkan risiko ISK, seperti penggunaan kateter dalam jangka panjang, kehamilan, menopause yang menurunkan kadar estrogen, sistem imun yang lemah, serta adanya batu ginjal yang menghambat aliran urine. Jika tidak ditangani, infeksi bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi serius.

  3. 3. Cara mengobati Infeksi Saluran Kemih (ISK)

    Kasus ISK dapat diklasifikasikan menjadi 2 kategori, yaitu ISK non-komplikata (ISK yang lebih simpel) dan ISK komplikata (ISK yang lebih kompleks). Pada kasus-kasus yang simpel, seperti urethritis, sistitis akut, umumnya penanganan dapat dilakukan melalui rawat jalan dengan terapi medikamentosa.

    Namun, pada kasus ISK yang berat dan kompleks, misalnya sudah melibatkan saluran kemih bagian atas, atau disertai batu, penanganan harus dilakukan dengan cara lebih agresif melalui rawat inap. Pasien akan diberikan antibiotik infus, cairan tambahan melalui infus dan obat suportif lainnya.

    Evaluasi yang lebih komprehensif yang melibatkan pemeriksaan imaging seperti USG dan CT scan mungkin akan dibutuhkan. Lebih lanjut, jika infeksi disertai dengan batu di saluran kemih, terapi operatif mungkin diperlukan untuk memastikan tidak ada aliran urine yang tersumbat di saluran kemih.

    Setelah kondisi mulai membaik, langkah pencegahan sangat penting agar infeksi tidak kembali terjadi. Menjaga kebersihan dan kebiasaan sehari-hari dapat membantu kesehatan saluran kemih tetap optimal. Agar resiko kambuh bisa diminimalkan, sebaiknya menerapkan beberapa kebiasaan penting berikut:

    • Minum cukup air putih sekitar 6–8 gelas per hari
    • Tidak menahan buang air keci
    • Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh area intim
    • Bersihkan area intim dari arah depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra
    • Menggunakan pakaian dalam yang bersih, dan menggantinya jika sudah lembab
    • Saat menstruasi, gantilah pembalut setiap 3–4 jam agar area genital tetap bersih dan tidak lembab
    • Menjaga aktivitas seksual yang aman dengan menggunakan kontrasepsi dan menghindari sering berganti pasangan.

    Itulah ciri-ciri infeksi saluran kemih sudah parah yang penting untuk dikenali agar tidak menimbulkan komplikasi lebih berat. Mengabaikan gejala yang muncul justru bisa memperburuk kondisi kesehatan. Jadi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika tanda-tandanya sudah terasa, ya.

    Referensi

    “Beware of Acute Urinary Tract Infections: 5 Signs of UTIs to Watch Out For”. EMC Healthcare. Diakses Mei 2026.
    “Urinary Tract Infection (UTI) in Adults”. Atlantic Urology Specialists. Diakses Mei 2026.
    “Urinary Tract Infections”. Johns Hopkins Medicine. Diakses Mei 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More