Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Pasien Hemofilia Tidak Boleh Dioperasi?
ilustrasi operasi (freepik.com/stefamerpik)
  • Pasien hemofilia tetap bisa menjalani operasi asalkan dilakukan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat oleh tim medis berpengalaman untuk mengendalikan risiko perdarahan.
  • Sebelum operasi, pasien harus menjalani evaluasi menyeluruh serta terapi penggantian faktor pembekuan agar kadar darah mencapai tingkat aman selama dan setelah prosedur.
  • Keberhasilan operasi bergantung pada kolaborasi tim multidisiplin seperti dokter hematologi, bedah, dan anestesi yang menyiapkan rencana perawatan detail demi menjaga keselamatan pasien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mengira bahwa orang dengan hemofilia sama sekali tidak boleh menjalani operasi. Anggapan ini muncul karena hemofilia dikenal sebagai penyakit yang membuat darah sulit membeku sehingga risiko perdarahan menjadi lebih tinggi. Padahal, kenyataannya tidak sesimpel itu.

Orang dengan hemofilia tetap bisa dioperasi jika memang diperlukan. Namun, prosedurnya harus direncanakan dengan sangat hati-hati dan dilakukan di bawah pengawasan tim medis yang berpengalaman. Dengan persiapan yang tepat, banyak orang dengan hemofilia dapat menjalani berbagai prosedur medis dengan aman.

1. Mengapa operasi lebih berisiko pada orang dengan hemofilia

Hemofilia adalah kelainan genetik yang menyebabkan darah tidak membeku secara normal. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan faktor pembekuan darah tertentu. Pada hemofilia A, tubuh kekurangan faktor VIII, sedangkan pada hemofilia B terjadi kekurangan faktor IX.

Saat operasi, jaringan tubuh dan pembuluh darah pasti mengalami luka. Pada orang tanpa hemofilia, proses pembekuan darah akan segera menghentikan perdarahan. Namun, pada orang dengan hemofilia, proses ini tidak berjalan dengan baik sehingga perdarahan bisa berlangsung lebih lama atau lebih banyak.

Risiko ini menjadi lebih besar pada operasi besar, seperti operasi jantung, operasi perut, atau penggantian sendi. Meski begitu, prosedur kecil seperti pencabutan gigi atau operasi kulit tetap harus dilakukan dengan hati-hati karena perdarahan tetap bisa terjadi jika tidak ditangani dengan benar.

2. Situasi ketika pasien hemofilia membutuhkan operasi

Tidak jarang pasien hemofilia tetap membutuhkan tindakan operasi. Hal ini bisa terjadi karena komplikasi dari hemofilia itu sendiri maupun karena masalah kesehatan lain yang tidak terkait dengan penyakit tersebut. Beberapa contoh kondisi yang mungkin memerlukan operasi antara lain:

  • Operasi ortopedi atau penggantian sendi akibat kerusakan sendi kronis.

  • Prosedur perawatan gigi seperti pencabutan gigi.

  • Operasi perut karena penyakit tertentu.

  • Operasi jantung atau tindakan medis serius lainnya.

Dalam situasi seperti ini, manfaat operasi—misalnya mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi tubuh, atau bahkan menyelamatkan nyawa—sering kali lebih besar daripada risikonya. Karena itu, dokter akan mempertimbangkan dengan cermat sebelum memutuskan tindakan operasi.

3. Persiapan penting sebelum operasi

ilustrasi prosedur operasi (pexels.com/Vidal Balielo Jr.)

Sebelum operasi dilakukan, tim medis biasanya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien. Mereka perlu mengetahui jenis hemofilia yang diderita, tingkat keparahannya (ringan, sedang, atau berat), serta kadar faktor pembekuan darah dalam tubuh.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah terapi penggantian faktor pembekuan. Terapi ini bertujuan meningkatkan kadar faktor pembekuan darah hingga mencapai tingkat yang aman sebelum operasi dimulai. Pemberian terapi biasanya dilakukan sebelum, selama, dan setelah operasi agar perdarahan tetap terkendali.

Pada beberapa pasien, terutama yang menggunakan obat modern seperti emicizumab, dokter mungkin menyesuaikan jenis dan waktu pemberian terapi tambahan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara mencegah perdarahan dan menghindari komplikasi lain seperti pembekuan darah yang tidak normal.

4. Peran tim medis multidisiplin

Keberhasilan operasi pada pasien hemofilia sangat bergantung pada kerja sama berbagai tenaga medis. Biasanya, tim ini terdiri dari dokter hematologi, dokter bedah, dokter anestesi, serta spesialis lain seperti dokter gigi atau dokter ortopedi jika diperlukan.

Tim medis akan menyusun rencana perawatan yang rinci sebelum operasi dilakukan. Rencana ini mencakup target kadar faktor pembekuan darah, jadwal pemberian terapi, serta langkah penanganan jika terjadi perdarahan selama atau setelah operasi.

Dengan pendekatan seperti ini, bahkan operasi yang cukup kompleks kini dapat dilakukan pada penderita hemofilia dengan tingkat keberhasilan yang baik.

5. Yang perlu diperhatikan oleh pasien hemofilia

Jika pasien hemofilia harus menjalani operasi, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Selalu beri tahu semua dokter dan tenaga medis tentang diagnosis hemofilia.

  • Usahakan menjalani operasi di rumah sakit yang memiliki pengalaman menangani hemofilia atau bekerja sama dengan pusat perawatan hemofilia.

  • Ikuti dengan disiplin jadwal terapi faktor pembekuan atau obat yang diresepkan dokter.

  • Hadiri semua kontrol setelah operasi untuk memantau kemungkinan perdarahan atau komplikasi lain.

Hemofilia bukan berarti seseorang sama sekali tidak boleh menjalani operasi. Dengan teknologi medis modern, terapi faktor pembekuan, serta perencanaan yang matang, banyak pasien dapat menjalani berbagai prosedur medis dengan aman. Kuncinya adalah persiapan yang tepat, pengawasan dokter spesialis, dan kerja sama tim medis yang berpengalaman. Dengan langkah-langkah tersebut, risiko perdarahan dapat dikendalikan sehingga operasi tetap bisa dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup pasien.

Referensi

Cohen, O., Levy-Mendelovich, S., Budnik, I., Ludan, N., Lyskov, S. K., Livnat, T., Avishai, E., Efros, O., Lubetsky, A., Lalezari, S., Misgav, M., Brutman-Barazani, T., Kenet, G., & Barg, A. A. (2023b). "Management of surgery in persons with hemophilia A receiving emicizumab prophylaxis: data from a national hemophilia treatment center." Research and Practice in Thrombosis and Haemostasis, 7(6), 102178. https://doi.org/10.1016/j.rpth.2023.102178.

"Preparing for Surgery." CVS Specialty. Diakses pada April 2026.

"Cataract Surgery and Haemophilia: What You Need to Know." London Cataract Centre. Diakses pada April 2026.

Poston, J. N., & Kruse-Jarres, R. (2022). "Perioperative hemostasis for patients with hemophilia." Hematology, 2022(1), 586–593. https://doi.org/10.1182/hematology.2022000387.

Rare Disease Advisor. "Is Surgery in Hemophilia Safe?" Diakses pada April 2026.

Editorial Team