Jika pasien hemofilia harus menjalani operasi, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Selalu beri tahu semua dokter dan tenaga medis tentang diagnosis hemofilia.
Usahakan menjalani operasi di rumah sakit yang memiliki pengalaman menangani hemofilia atau bekerja sama dengan pusat perawatan hemofilia.
Ikuti dengan disiplin jadwal terapi faktor pembekuan atau obat yang diresepkan dokter.
Hadiri semua kontrol setelah operasi untuk memantau kemungkinan perdarahan atau komplikasi lain.
Hemofilia bukan berarti seseorang sama sekali tidak boleh menjalani operasi. Dengan teknologi medis modern, terapi faktor pembekuan, serta perencanaan yang matang, banyak pasien dapat menjalani berbagai prosedur medis dengan aman. Kuncinya adalah persiapan yang tepat, pengawasan dokter spesialis, dan kerja sama tim medis yang berpengalaman. Dengan langkah-langkah tersebut, risiko perdarahan dapat dikendalikan sehingga operasi tetap bisa dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup pasien.
Referensi
Cohen, O., Levy-Mendelovich, S., Budnik, I., Ludan, N., Lyskov, S. K., Livnat, T., Avishai, E., Efros, O., Lubetsky, A., Lalezari, S., Misgav, M., Brutman-Barazani, T., Kenet, G., & Barg, A. A. (2023b). "Management of surgery in persons with hemophilia A receiving emicizumab prophylaxis: data from a national hemophilia treatment center." Research and Practice in Thrombosis and Haemostasis, 7(6), 102178. https://doi.org/10.1016/j.rpth.2023.102178.
"Preparing for Surgery." CVS Specialty. Diakses pada April 2026.
"Cataract Surgery and Haemophilia: What You Need to Know." London Cataract Centre. Diakses pada April 2026.
Poston, J. N., & Kruse-Jarres, R. (2022). "Perioperative hemostasis for patients with hemophilia." Hematology, 2022(1), 586–593. https://doi.org/10.1182/hematology.2022000387.
Rare Disease Advisor. "Is Surgery in Hemophilia Safe?" Diakses pada April 2026.