Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BAB Berdarah tapi Tidak Sakit Apakah Berbahaya? Ini Kata Dokter

BAB Berdarah tapi Tidak Sakit Apakah Berbahaya? Ini Kata Dokter
ilustrasi menahan buang air besar (BAB) (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • BAB berdarah tanpa rasa sakit bisa disebabkan oleh kondisi ringan seperti wasir, tapi tetap perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda masalah serius pada saluran pencernaan.

  • Penyebab umum meliputi hemoroid, fisura ani, polip usus, kanker kolorektal, hingga penyakit radang usus.

  • Segera periksa ke dokter bila perdarahan disertai gejala seperti nyeri perut hebat, pusing, demam, atau perubahan pola BAB; deteksi dini dan pola hidup sehat jadi kunci pencegahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh
dr. Okkian Wijaya Kotamto,Sp.B.SubBDig, FINACS

Pernahkah kamu kaget melihat tetesan darah merah segar di kloset setelah buang air besar (BAB), padahalnya terasa lancar dan tidak sakit sama sekali? Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan, apalagi luka sebetulnya identik dengan rasa nyeri atau perih.

Jadi, BAB berdarah, tapi tidak sakit apakah berbahaya? Kondisi ini seringkali dianggap sepele. Namun, menurut dr. Okkian Wijaya Kotamto, Sp.B, Subsp.BD (K), FICS, Dokter Bedah Digestif Spesialis Proctology di RS Bethsaida, Gading Serpong, walau hal itu mungkin disebabkan oleh hal ringan seperti wasir, tetapi gejalanya tak boleh dianggap remeh. Gejala BAB berdarah tanpa nyeri tetap memerlukan perhatian serius. Begini penjelasannya.

Table of Content

BAB berdarah tapi tidak sakit apakah berbahaya?

BAB berdarah tapi tidak sakit apakah berbahaya?

BAB berdarah yang dalam istilah medis disebut hematochezia atau melena sebetulnya tidak selalu berbahaya. Namun, kondisi ini tetap perlu mendapat perhatikan serius karena bisa jadi salah satu "alarm" dari tubuhmu.

Dalam banyak kasus, perdarahan tanpa rasa sakit disebabkan oleh kondisi yang berasal dari saluran pencernaan bawah, seperti anus dan rektum. Adapun gangguan kesehatan yang umum menyertai gejala ini seperti wasir di mana pembuluh darah pada anus atau rektum membengkak dan menonjol. Di luar itu, BAB berdarah tanpa rasa nyeri juga bisa disebabkan oleh polip usus atau pertumbuhan jaringan abnormal (benjolan) di lapisan usus besar.

Hal yang patut menjadi perhatian yakni bila perdarahan berlangsung lama, bahkan tanpa nyeri. Jika itu terjadi, kamu perlu waspada terhadap kemungkinan kondisi lebih serius, seperti kanker kolorektal.

Perdarahan tanpa nyeri adalah salah satu tanda utama kanker usus besar yang berkembang dari polip. Oleh karena itu, deteksi dini sangat krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhannya.

Penyebab BAB berdarah tapi tidak sakit

ilustrasi buang air besar (vecteezy.com/nuttawan jayawan)
ilustrasi buang air besar (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

BAB berdarah tanpa disertai rasa sakit bisa terjadi karena beberapa kondisi medis. Pada banyak kasus, penyebabnya bersifat ringan dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, ada juga kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut karena berisiko serius. Berikut beberapa penyebab BAB berdarah tapi tidak sakit yang umum terjadi:

  • Hemoroid (wasir)

Disinggung sebelumnya, hemoroid terjadi saat pembuluh darah di anus atau rektum membengkak dan menonjol. Lebih jelasnya, wasir dalam (internal hemorrhoids) seringkali tidak menimbulkan rasa nyeri karena minimnya saraf perasa di area tersebut. Namun, ini mudah berdarah jika tertekan tinja yang keras. Adapun tandanya yakni darah merah cerah menetes yang biasanya terlihat di tisu toilet maupun kloset. Seringkali gejalanya juga disertai rasa gatal atau sensasi terbakar.

  • Fisura ani

Pada sebagian kasus, perdarahan tanpa nyeri bisa disebabkan oleh fisura ani, yakni robekan kecil pada kulit di sekitar anus karena tinda. Pada kondisi ini, darah biasanya terlihat saat membersihkan anus dan dapat disertai rasa perih, gatal, atau sensasi terbakar.

  • Polip usus

Darah pada tinja juga dapat berasal dari polip usus yang tumbuh di usus besar. Polip umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat menyebabkan perdarahan. Perlu digarisbawahi juga bahwa beberapa jenis polip (adenoma) berpotensi berkembang menjadi kanker kolorektal jika tidak diangkat. Oleh karena itu, disarankan melakukan pemeriksaan kolonoskopi.

  • Kanker kolorektal

Dalam kondisi yang lebih serius, BAB berdarah tanpa nyeri dapat menjadi tanda kanker kolorektal yang berkembang dari polip tertentu, seperti adenoma. Perdarahan terjadi karena sel kanker memanfaatkan pembuluh darah di usus, dan peluang penanganan akan lebih baik jika terdeteksi sejak dini.

Gangguan peradangan kronis pada usus seperti IBD juga bisa memicu BAB berdarah tanpa rasa sakit. Peradangan pada usus dapat melukai jaringan saat tinja melewatinya sehingga darah keluar bersama tinja (seringkali bercampur lendir) dengan tingkat keparahan dan nyeri yang bervariasi.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Meskipun BAB berdarah tidak selalu berbahaya, ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan medis segera. Sebaiknya segera mencari bantuan medis jika perdarahan disertai nyeri hebat di perut, terutama jika rasa sakit muncul secara tiba-tiba.

Nah, selain nyeri perut yang parah, ada beberapa gejala lain yang menjadi tanda untuk segera menghubungi dokter, antara lain:

  • Pusing, rasa ingin pingsan, atau badan terasa sangat lemas (tanda anemia atau kehilangan banyak darah)
  • Demam atau menggigil
  • Mual atau muntah tanpa sebab yang jelas
  • Perubahan drastis pada pola BAB (diare atau sembelit yang baru terjadi dan menetap)
  • Darah berwarna sangat gelap atau hitam (kondisi melena) yang menandakan perdarahan dari saluran pencernaan atas.

Jadi, BAB berdarah tapi tidak sakit apakah berbahaya memang tergantung pada penyebabnya. dr. Okkian pun menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci. Ia menyarankan untuk mengatur pola makan dengan perbanyak serat dan cukupi kebutuhan cairan tubuh, jangan menunda BAB, hingga menjaga kebersihan area anus serta hindari penggunaan tisu toilet kasar.

Jangan biarkan rasa malu atau takut menunda pengobatan, ya. Deteksi dini adalah kunci!

FAQ seputar BAB berdarah tapi tidak sakit apakah berbahaya

Apakah BAB berdarah tanpa nyeri selalu berbahaya?

Tidak selalu. Sering kali disebabkan oleh kondisi ringan seperti wasir atau fisura ani, tapi tetap perlu diperiksa jika berlangsung lama.

Bisakah BAB berdarah tanpa sakit sembuh sendiri?

Beberapa kondisi ringan, seperti hemoroid atau fisura ani ringan, bisa membaik dengan perubahan pola makan, perawatan lokal, dan menjaga kebersihan, namun tetap dianjurkan untuk diperiksa dokter.

Apakah darah di tinja selalu berwarna merah terang?

Biasanya darah dari wasir atau fisura ani berwarna merah cerah, tapi darah dari masalah usus bagian dalam bisa lebih gelap.

Referensi

“Reasons for Blood in Your Stool (Rectal Bleeding) Without Pain”. Healthline. Diakses Februari 2026.
“Why Do I Pass Blood in Stool Without Pain?”. Star Health Insurance. Diakses Februari 2026.
“Blood in Stool (Faeces): Causes, Diagnosis, and Treatment”. Thomson Medical. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
Delvia Y Oktaviani
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Health

See More