Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Asupan yang Mendukung Tubuh saat Pulih dari Flu
ilustrasi makan bubur saat pemulihan dari flu (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Saat flu, cairan dan makanan sederhana yang memberi energi serta protein membantu memenuhi kebutuhan dasar tubuh.

  • Vitamin C, zink, dan vitamin A berperan dalam fungsi normal sistem imun. Sumbernya mudah ditemukan, seperti jambu biji, jeruk, ikan, telur, tempe, wortel, dan bayam.

  • Tidak ada makanan tertentu yang terbukti menyembuhkan influenza. Bukti suplemen vitamin C dan zink banyak berasal dari penelitian pilek atau infeksi saluran napas secara umum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat demam, tenggorokan terasa tidak nyaman, dan nafsu makan menurun, semangkuk bubur ayam dengan telur mungkin lebih mudah disantap daripada sepiring makanan besar.

Hidangan sederhana seperti ini memberi energi dan protein, sementara kuahnya menambah cairan. Perannya mendukung kebutuhan tubuh selama sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang dengan gejala flu ringan untuk beristirahat dan minum cukup cairan. Kebanyakan orang pulih sendiri, tetapi gejala berat atau kondisi berisiko perlu mendapat perhatian medis.

Berikut asupan yang dapat membantu tubuh tetap mendapat kebutuhan dasarnya selama pemulihan.

1. Cairan untuk mengganti yang hilang

Demam dan keringat dapat membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan. Minum air putih sedikit-sedikit tetapi teratur. Kuah sup ayam, sayur sop, atau teh hangat juga bisa membantu menambah cairan.

Jika menurut dokter kamu perlu membatasi asupan cairan karena penyakit jantung atau ginjal, ikuti anjuran tersebut.

2. Karbohidrat sebagai sumber energi

Nasi, bubur, kentang, ubi, roti, atau biskuit dapat menjadi pilihan ketika selera makan sedang turun.

Tidak perlu memaksakan porsi besar; makan sedikit tetapi lebih sering kali lebih bisa diterima. Bubur nasi dengan telur atau kentang dalam sup memberi energi dan mudah disantap.

3. Protein untuk kebutuhan tubuh sehari-hari

ilustrasi telur rebus (unsplash.com/Rasa Kasparaviciene)

Protein dibutuhkan untuk membangun dan memelihara jaringan, serta menjadi bagian dari banyak komponen sistem imun. Pilihannya bisa berupa telur, ayam, ikan kembung atau sarden, tahu, tempe, dan susu. Coba masukkan satu sumber protein ke makanan yang mudah disantap, misalnya telur ke bubur atau tahu dan ikan ke dalam sup.

4. Vitamin C dari buah dan sayur

Vitamin C berperan dalam fungsi sistem imun. Sumbernya antara lain jambu biji, jeruk, pepaya, tomat, kentang, dan brokoli. Jambu biji dan pepaya juga merupakan buah tropis yang diteliti sebagai sumber vitamin C.

Vitamin C bukan obat flu. Konsumsi suplemen secara rutin mungkin sedikit mempersingkat pilek pada sebagian orang, tetapi memulainya setelah gejala muncul tidak memberi manfaat yang konsisten untuk pilek. Hasil itu juga tidak membuktikan bahwa menambah buah tertentu akan mempercepat pemulihan influenza.

5. Zink dari lauk dan sumber nabati

Zink membantu kerja normal sistem imun. Sumbernya meliputi daging, ikan, makanan laut, telur, serta kacang-kacangan dan biji-bijian. Tempe juga dapat menjadi bagian dari pola makan beragam.

Bukti bahwa zink memperpendek sakit terutama berasal dari penelitian suplemen untuk pilek biasa. Studi menunjukkan suplemen zink mungkin mengurangi durasi pilek, tetapi hasil antarpenelitian bervariasi dan efek samping ringan lebih sering terjadi.

6. Vitamin A dari sayuran berwarna

ilustrasi anak makan sayur (pexels.com/Alex Green)

Vitamin A dibutuhkan untuk fungsi normal sistem imun. Wortel, bayam, labu kuning, ubi jalar, telur, dan ikan dapat membantu melengkapi asupannya. Tujuannya memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui makanan beragam.

Yang perlu diingat

Penelitian tentang suplemen vitamin C, vitamin D, dan zink pada infeksi saluran napas menunjukkan kemungkinan manfaat, tetapi dampak klinisnya masih belum pasti. Selain itu, hasil penelitian suplemen tidak berarti makanan tertentu dapat mempercepat pemulihan influenza.

Pada orang yang sedang hamil, lansia, memiliki penyakit kronis, daya tahan tubuh lemah, atau gejala yang berat maupun memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pada kelompok ini, obat antivirus mungkin diperlukan, dan makanan bergizi saja mungkin tidak cukup.

Referensi

World Health Organization, “Influenza (Seasonal),” diakses September 2026.

Coen Govers, Philip C. Calder, Huub F. J. Savelkoul, Ruud Albers, and R. J. Joost van Neerven, “Ingestion, Immunity, and Infection: Nutrition and Viral Respiratory Tract Infections,” Frontiers in Immunology 13 (2022): 841532.

National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Vitamin C: Fact Sheet for Health Professionals,” diakses September 2026.

Elizabeth Baldwin, John Manthey, Gary Luzio, Kevin Goodner, Anne Plotto, Kanjana Mahattanatawee, and Fred Gmitter, “Healthful and Nutritional Components in Select Florida Tropical Fruits,” in Proceedings of the Tropical Fruits in Human Nutrition and Health Conference (2008): 60–66.

National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Zinc: Fact Sheet for Health Professionals,” diakses September 2026.

Daryl Nault, Taryn A. Machingo, Andrea G. Shipper, Daniel A. Antiporta, Candyce Hamel, Sahar Nourouzpour, Menelaos Konstantinidis, Erica Phillips, Elizabeth A. Lipski, and L. Susan Wieland, “Zinc for Prevention and Treatment of the Common Cold,” Cochrane Database of Systematic Reviews 2024, no. 5 (2024): CD014914.

National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Vitamin A and Carotenoids: Fact Sheet for Consumers,” diakses September 2026.

Ajibola Ibraheem Abioye, Sabri Bromage, and Wafaie Fawzi, “Effect of Micronutrient Supplements on Influenza and Other Respiratory Tract Infections among Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis,” BMJ Global Health 6, no. 1 (2021): e003176.

Curated For You

Editorial Team

Related Article