- Sangat cair dan keluar lebih banyak dari biasanya.
- Berbau menyengat dan menetap.
- Bercampur darah, berwarna merah muda, merah, atau cokelat.
- Muncul setelah berhubungan seksual.
- Terjadi setelah menopause.
- Disertai nyeri panggul, nyeri saat seks, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau kelelahan yang tidak biasa.
Keputihan Seperti Apa yang Bisa Jadi Tanda Kanker Serviks?

Keputihan akibat kanker serviks bisa tampak cair, berbau menyengat, keluar lebih banyak dari biasanya, atau bercampur darah.
Tidak semua keputihan tidak normal berarti kanker; infeksi, perubahan hormon, dan kondisi ginekologis lain juga bisa menjadi penyebab.
Keputihan yang menetap, disertai perdarahan setelah seks, nyeri panggul, atau muncul setelah menopause perlu diperiksa ke dokter.
Keputihan adalah sesuatu yang umum, bisa muncul menjelang menstruasi, saat ovulasi, setelah berolahraga, atau ketika tubuh mengalami perubahan hormon. Di sisi lain, keputihan juga bisa menandakan adanya masalah pada tubuh, termasuk kanker serviks.
Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala. Inilah alasan kenapa skrining menjadi kunci, karena perubahan prakanker pada serviks biasanya tidak menyebabkan nyeri atau keluhan yang jelas.
Gejala kanker serviks biasanya baru muncul setelah kanker berkembang atau menyebar ke jaringan sekitar. Salah satu gejala yang bisa muncul adalah keputihan dengan karakteristik tertentu.
Table of Content
1. Keputihan sangat cair dan keluar lebih banyak dari biasanya
Keputihan yang perlu diwaspadai bisa tampak lebih encer atau berair. Pada beberapa kasus, cairannya keluar lebih banyak dari pola normal tubuh.
Keputihan yang berair sebagai salah satu gejala yang dapat muncul pada kanker serviks, terutama jika disertai bau kuat atau darah.
Namun, keputihan cair tidak selalu berarti kanker. Infeksi vagina, infeksi menular seksual, perubahan hormon, atau iritasi juga dapat menyebabkan perubahan cairan vagina.
Studi menekankan bahwa gejala ginekologis seperti perdarahan tidak normal dan keputihan memang sering muncul di layanan kesehatan primer, tetapi jauh lebih sering disebabkan oleh kondisi nonkanker seperti infeksi, efek kontrasepsi, atau perubahan pada serviks yang bersifat jinak.
2. Keputihan berbau menyengat dan tidak biasa
Bau vagina bisa berubah karena banyak hal, termasuk keringat, siklus menstruasi, hubungan seksual, atau infeksi. Namun, bau yang sangat menyengat, tidak seperti biasanya, dan menetap perlu diperiksa.
Peningkatan keputihan atau keputihan berbau tidak sedap merupakan gejala yang perlu dikonsultasikan ke dokter, terutama jika disertai perdarahan tidak biasa, nyeri panggul, nyeri punggung, kelelahan, penurunan berat badan, atau bengkak pada kaki.
Bau menyengat tidak otomatis berarti kanker serviks. Vaginosis bakterialis, trikomoniasis, atau infeksi lain juga dapat menyebabkannya. Bedanya, jika keluhan terus berulang, tidak membaik, atau muncul bersama tanda bahaya lain, sebaiknya jangan menunda-nunda janji temu dengan dokter.
3. Keputihan bercampur darah atau berwarna cokelat kemerahan

Keputihan yang bercampur darah bisa tampak merah muda, merah, kecokelatan, atau seperti flek di luar jadwal menstruasi. Keputihan tidak biasa yang dapat mengandung darah sebagai salah satu gejala umum kanker serviks, terutama jika muncul di antara periode menstruasi atau setelah menopause.
Tanda ini makin perlu diperhatikan jika disertai perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan di luar jadwal haid, menstruasi yang lebih berat atau lebih lama dari biasanya, atau perdarahan setelah menopause.
Perdarahan setelah hubungan seksual, perdarahan setelah menopause, dan perdarahan di antara periode menstruasi merupakan gejala yang perlu dievaluasi.
4. Keputihan disertai nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan seksual
Keputihan yang berdiri sendiri belum tentu berbahaya. Namun, jika disertai nyeri panggul, nyeri saat berhubungan seksual, atau rasa tidak nyaman yang menetap, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
American Cancer Society menyebut nyeri saat berhubungan seksual dan nyeri di area panggul sebagai gejala yang dapat muncul pada kanker serviks. Juga, ditegaskan bahwa gejala-gejala tersebut bisa disebabkan oleh kondisi lain, tetapi tetap perlu diperiksa karena mengabaikannya dapat membuat kanker terlambat terdeteksi.
5. Keputihan muncul setelah menopause
Setelah menopause, perdarahan atau keputihan yang bercampur darah tidak boleh dianggap normal. Pada fase ini, tidak ada lagi siklus menstruasi bulanan, sehingga flek, perdarahan, atau cairan vagina yang tampak berdarah perlu diperiksa.
Ini tidak selalu kanker serviks. Penyebabnya bisa berupa penipisan jaringan vagina, polip, infeksi, efek obat, atau kondisi lain. Namun, karena kanker serviks dan kanker ginekologis lain juga dapat memicu perdarahan atau cairan tidak normal, pemeriksaan langsung sangat penting.
Kapan harus ke dokter?

Jangan menunggu sampai keluhan terasa berat. Segera temui dokter jika keputihan:
Dokter biasanya akan menanyakan riwayat keluhan, melakukan pemeriksaan panggul, dan merekomendasikan tes lanjutan jika diperlukan.
Tes human papillomavirus (HPV) dapat mendeteksi virus yang bisa menyebabkan perubahan sel pada serviks, sementara Pap smear dapat menemukan perubahan prakanker sebelum berkembang menjadi kanker.
Jika hasil skrining tidak normal, itu juga tidak otomatis berarti kanker. Hasil Pap smear abnormal biasanya berarti ada perubahan sel pada serviks, dan sebagian besar perubahan ringan bisa kembali normal. Namun, perubahan yang lebih serius perlu ditangani agar tidak berkembang menjadi kanker.
Jangan cuma mengandalkan gejala
Lesi prakanker jarang menimbulkan gejala, sehingga skrining rutin tetap penting, termasuk pada orang yang sudah mendapat vaksin HPV.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan skrining kanker serviks dengan tes berkinerja tinggi setiap 5–10 tahun mulai usia 30 tahun, sementara perempuan dengan HIV perlu skrining lebih sering, yaitu setiap 3–5 tahun mulai usia 25 tahun.
Vaksin HPV juga berperan besar dalam pencegahan. HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan sekitar 70 persen kanker serviks, sementara beberapa tipe HPV risiko tinggi lain menyumbang tambahan sekitar 10–20 persen kasus. Vaksin HPV membantu mencegah infeksi dari tipe-tipe HPV yang paling berisiko, tetapi orang yang sudah divaksinasi tetap perlu skrining sesuai rekomendasi.
Ciri-ciri keputihan yang perlu dicurigai terkait kanker serviks antara lain cair dan banyak, berbau menyengat, bercampur darah, muncul setelah hubungan seksual, muncul setelah menopause, atau disertai nyeri panggul dan nyeri saat berhubungan seksual.
Meski begitu, keputihan tidak normal lebih sering disebabkan oleh kondisi nonkanker, seperti infeksi atau perubahan hormon. Karena gejalanya bisa tumpang tindih, cara paling aman adalah menemui dokter. Kanker serviks jauh lebih mungkin ditangani dengan baik jika ditemukan lebih awal.
Referensi
National Cancer Institute. “Cervical Cancer Symptoms.” Diakses Juli 2026.
American Cancer Society. “Cervical Cancer Symptoms: Signs of Cervical Cancer.” Diakses Juli 2026.
World Health Organization. “Cervical Cancer.” Diakses Juli 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Screening for Cervical Cancer.” Diakses Juli 2026.
Lim, Anita W. W., Lindsay J. L. Forbes, Adam N. Rosenthal, Kantipati S. Raju, and Amanda-Jane Ramirez. “Measuring the Nature and Duration of Symptoms of Cervical Cancer in Young Women: Developing an Interview-Based Approach.” BMC Women’s Health 13, article 45 (2013).
National Cancer Institute. “Human Papillomavirus (HPV) Vaccine.” Diakses Juli 2026.

![[QUIZ] Tes Pengetahuan Kanker Serviks, Kamu Sudah Cukup Aware?](https://image.idntimes.com/post/20250925/ilustrasi-pasien-kanker-serviks_91209c2b-4417-423e-a1b9-b73da2e5f0e5.png)


![[QUIZ] Kapan Kamu Perlu Mulai Diet? Temukan Jawabannya dengan Tes Ini](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)














![[QUIZ] Dari Bentuk Feses, Ini Kondisi Kesehatan Kamu yang Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)
