Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hindari Pakai Massage Gun Dekat Mata, Ini Risikonya
ilustrasi menggunakan massage gun untuk leher (magnific.com/freepik)
  • Massage gun bekerja dengan tekanan dan getaran cepat, sehingga tidak cocok untuk area mata yang sangat sensitif.

  • Beberapa laporan kasus mengaitkan penggunaan massage gun di sekitar mata dengan robekan retina, memar retina, gangguan lensa mata, glaukoma sekunder, hingga penurunan penglihatan.

  • Untuk mata lelah, pilih cara yang lebih aman seperti istirahat dari layar, berkedip lebih sering, kompres hangat, atau periksa ke dokter mata bila keluhan menetap.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Massage gun sering terlihat seperti solusi cepat untuk semua rasa pegal. Masalahnya, alat ini tidak dirancang untuk semua bagian tubuh.

Area mata adalah salah satu zona yang harus dihindari. Bukan hanya bola mata, tetapi juga kelopak, bawah mata, pelipis yang terlalu dekat dengan mata, dan tulang sekitar rongga mata. Walaupun tujuannya hanya untuk mengurangi mata lelah, sakit kepala ringan, atau tegang setelah menatap layar, menggunakan massage gun di area ini bisa berisiko.

Mata bukan otot besar seperti paha atau betis. Di dalamnya ada struktur halus seperti retina, lensa, saraf optik, pembuluh darah, dan cairan mata. Getaran dan tekanan cepat dari massage gun dapat menyebabkan trauma mekanis pada area yang sangat rentan.

1. Getaran cepat bisa menjadi trauma untuk bola mata

Massage gun bekerja dengan gerakan perkusif, yaitu kepala alat bergerak maju-mundur cepat dan memberi tekanan berulang pada jaringan. Pada otot besar, efek ini kadang digunakan untuk membantu relaksasi atau pemulihan. Namun, pada mata, tekanan berulang dapat menjadi pukulan mikro yang tidak aman.

Laporan kasus dalam BMJ Case Reports menggambarkan seorang laki-laki muda yang memakai massage gun langsung pada mata dan area sekitarnya selama beberapa menit setiap minggu selama sekitar tiga bulan. Ia kemudian menemui tenaga medis dengan keluhan floaters atau bintik-bintik gelap melayang, serta kilatan cahaya pada penglihatan.

Pemeriksaan menemukan beberapa robekan retina, memar retina atau commotio retinae pada kedua mata, serta retinal dialysis pada mata kanan.

Retinal dialysis adalah jenis robekan ketika retina terlepas dari perlekatannya di bagian tepi. Kondisi seperti ini dapat berkembang menjadi lepasnya retina dan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan bila tidak ditangani.

Kasus seperti ini memang jarang, tetapi risiko kecil pada organ sepenting mata sebaiknya dihindari.

2. Retina dan lensa mata bisa terdampak

Retina adalah lapisan peka cahaya di bagian belakang mata. Tugasnya menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal visual ke otak. Jika retina robek atau terlepas, penglihatan bisa terganggu secara serius.

Selain retina, lensa mata juga dapat terdampak. Laporan kasus lain dalam BMC Ophthalmology menemukan hubungan kuat antara penggunaan massage gun pada kelopak mata tertutup dengan pergeseran lensa ke depan pada kedua mata dan glaukoma sekunder.

Pasien dalam laporan tersebut memakai massage gun di kelopak mata untuk mengatasi mata kering, lalu mengalami penurunan penglihatan dan sakit kepala.

Ada pula laporan tentang katarak traumatik setelah penggunaan massage gun di area sekitar mata. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan cuma penggunaan alat di bola mata langsung. Area sekitar mata pun terlalu dekat dengan struktur penting yang bisa ikut menerima tekanan dan getaran.

3. Gejala bahaya bisa muncul tanpa nyeri hebat

ilustrasi massage gun (magnific.com/freepik)

Salah satu hal yang membuat cedera mata perlu diwaspadai adalah gejalanya tidak selalu berupa nyeri hebat. Pada beberapa gangguan retina, seseorang bisa mengalami perubahan penglihatan tanpa rasa sakit yang jelas.

Segera periksa ke dokter mata atau IGD bila setelah penggunaan massage gun, benturan, atau tekanan di area mata muncul gejala seperti:

  • Floaters mendadak atau jumlahnya bertambah banyak.

  • Kilatan cahaya.

  • Bayangan seperti tirai pada sebagian penglihatan.

  • Penglihatan kabur mendadak.

  • Nyeri mata.

  • Mata merah berat.

  • Sakit kepala disertai mual.

  • Penurunan penglihatan pada satu atau kedua mata.

Jangan menunggu sampai membaik sendiri bila keluhannya berupa kilatan cahaya, floaters mendadak, atau bayangan seperti tirai. Pada masalah retina, waktu sangat penting untuk menyelamatkan penglihatan.

Apa yang lebih aman untuk mata lelah?

Kalau mata terasa lelah setelah bekerja di depan layar, pilihan yang lebih aman adalah memberi mata kesempatan untuk beristirahat.

Coba alihkan pandangan dari layar secara berkala, berkedip lebih sering, atur jarak dan pencahayaan layar, serta gunakan air mata buatan bila mata terasa kering.

Kompres hangat pada kelopak mata juga dapat membantu sebagian orang, terutama jika keluhan berkaitan dengan mata kering atau kelopak terasa berat.

Kalau rasa pegal ada di sekitar dahi, pelipis, atau rahang, gunakan pijatan manual yang sangat lembut dan hindari menekan bola mata. Jika keluhan sering berulang, makin berat, disertai penglihatan kabur, mata merah, nyeri, atau sakit kepala hebat, lebih baik periksa ke dokter mata daripada mencoba alat yang tidak ditujukan untuk area tersebut.

Massage gun tetap bisa berguna jika dipakai sesuai tujuan, yaitu pada area otot yang lebih besar dan aman. Namun, jangan sampai menggunakannya dekat mata, ya!

Referensi

O’Connell, Niamh, and Ashraf Khan. “Bilateral Retinal Tears and Dialysis: A Rare Complication of Percussive Massage Gun Use.” BMJ Case Reports 19, no. 6 (2026): e264566. doi:10.1136/bcr-2024-264566.

BMJ Group. “Massage Gun Use on/Around the Eyes Risks Major Retinal Injury, Doctors Warn.” Diakses Juni 2026.

Chen, Yu, Zipei Wang, Rongrong Zhou, et al. “Bilateral Anterior Lens Luxation with Secondary Glaucoma Strongly Associated with Self-Application of a Percussion Massage Gun to Closed Eyelids: A Case Report.” BMC Ophthalmology (2026). doi:10.1186/s12886-026-04952-0.

Mu, Jiancheng, and Wei Fan. “Lens Subluxation after Use of a Percussion Massage Gun.” Medicine 101, no. 52 (2022): e32429.

Reyes, A. G., et al. “Traumatic Cataract Induced by Improper Use of a Percussion Massage Gun over the Periorbital Area.” American Journal of Ophthalmology Case Reports 33 (2024): 101988.

National Eye Institute. “Retinal Detachment.” Diakses Juni 2026.

Sams, Lauren, et al. “The Effect of Percussive Therapy on Musculoskeletal Performance and Experiences of Pain: A Systematic Literature Review.” International Journal of Sports Physical Therapy 18, no. 2 (2023): 309–327.

Ferreira, Ricardo Maia, et al. “The Effects of Massage Guns on Performance and Recovery: A Systematic Review.” Journal of Functional Morphology and Kinesiology 8, no. 3 (2023): 138.

Editorial Team

Related Article