Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Studi: Konsumsi Permen Karet Setelah Bit Bisa Turunkan Tekanan Darah

Studi: Konsumsi Permen Karet Setelah Bit Bisa Turunkan Tekanan Darah
ilustrasi mengunyah permen karet (pexels.com/pavel)
Intinya Sih
  • Studi dari King’s College London dan University of Reading menemukan bahwa mengunyah permen karet bergula setelah minum jus bit dapat menurunkan tekanan darah ringan dengan meningkatkan kadar nitrit melalui perubahan pH air liur.
  • Efek penurunan tekanan darah bersifat sementara dan tidak dimaksudkan sebagai terapi hipertensi, karena penelitian dilakukan pada orang sehat dan konsumsi gula berlebih tetap berisiko bagi kesehatan gigi serta metabolik.
  • Temuan ini menegaskan pentingnya kesehatan mulut dalam mendukung manfaat sayuran tinggi nitrat seperti bit, sekaligus membuka peluang riset lanjutan untuk atlet terkait peningkatan performa melalui optimalisasi proses nitrat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Satu studi baru menemukan bahwa setelah minum jus bit, mengunyah permen karet bergula ternyata dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam beberapa jam. Inti temuannya, kondisi mulut dapat memengaruhi cara tubuh memproses nitrat dari sayuran.

Bit, bayam, kale, dan beberapa sayuran hijau lain kaya akan nitrat. Di dalam tubuh, nitrat ini perlu diubah menjadi nitrit dengan bantuan bakteri di mulut. Setelah itu, nitrit dapat berubah menjadi oksida nitrat, senyawa yang membantu pembuluh darah lebih rileks dan melebar. Saat aliran darah lebih lancar, tekanan darah bisa ikut turun.

Table of Content

1. Mulut berperan besar

1. Mulut berperan besar

Tim peneliti dari King’s College London dan University of Reading ingin memahami apakah tingkat keasaman air liur bisa memengaruhi proses perubahan nitrat menjadi nitrit.

Mereka melibatkan 14 sukarelawan sehat dalam studi crossover selama 7 jam. Partisipan studi minum 70 ml jus bit yang mengandung sekitar 400 mg nitrat, lalu secara acak diminta mengunyah permen karet bergula atau permen karet bebas gula selama 3–6 jam. Pada kunjungan berikutnya, mereka mengulang percobaan dengan jenis permen karet yang berbeda.

Hasilnya, dibandingkan permen karet bebas gula, permen karet bergula membuat air liur lebih asam, ditunjukkan dengan penurunan pH sekitar 1,4. Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan nitrit di mulut sebesar 45 persen dan peningkatan nitrit dalam tubuh sebesar 25 persen.

Tekanan darah juga ikut turun, meski tidak besar. Rata-rata tekanan darah sistolik turun sekitar 2,7 mmHg, sementara tekanan darah diastolik turun sekitar 1,9 mmHg dibandingkan saat peserta mengunyah permen karet bebas gula.

2. Bukan berarti permen karet manis jadi obat tekanan darah tinggi

Seorang perempuan mengenakan kacamata hitam sedang meniup permen karet di luar ruangan dengan latar cahaya matahari sore.
ilustrasi makan permen karet (pexels.com/Sherman Trotz)

Perlu digarisbawahi bahwa studi ini tidak menyarankan orang dengan hipertensi untuk rutin mengunyah permen karet manis.

Efek yang terlihat hanya sementara, berlangsung beberapa jam, dan penelitiannya masih kecil. Para peserta studi juga orang sehat, bukan pasien hipertensi atau kelompok dengan risiko penyakit jantung tinggi.

Jadi, temuan ini lebih ditafsirkan sebagai bukti awal bahwa lingkungan di mulut bisa memengaruhi manfaat nitrat dari makanan.

Selain itu, permen karet manis mengandung gula. Gula dimanfaatkan bakteri plak untuk menghasilkan asam yang merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Konsumsi gula berlebihan juga tidak ideal untuk kesehatan kardiometabolik, terutama bagi orang dengan diabetes, pradiabetes, atau risiko penyakit metabolik.

Jadi, pesan praktisnya manfaat sayuran tinggi nitrat tidak cuma ditentukan oleh apa yang kamu makan, tetapi juga oleh kondisi mulut, air liur, dan bakteri yang hidup di sana.

3. Apa artinya buat orang biasa dan atlet?

Bagi masyarakat biasa, temuan studi ini bisa menjadi pengingat bahwa kesehatan mulut berhubungan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mulut bukan sekadar pintu masuk makanan. Di sana, bakteri baik ikut membantu proses kimia yang berdampak pada pembuluh darah.

Bagi atlet, studi ini juga menarik. Bit dan jus bit sudah lama populer sebagai sumber nitrat untuk mendukung performa olahraga. Jika proses perubahan nitrat menjadi nitrit bisa dioptimalkan, manfaatnya mungkin ikut meningkat. Namun, ini masih perlu dibuktikan dalam studi yang lebih besar, khususnya pada atlet dan dalam konteks performa olahraga yang nyata.

Untuk saat ini, cara paling masuk akal adalah makan sayuran tinggi nitrat seperti bit, bayam, selada, arugula, dan kale sebagai bagian dari pola makan seimbang. Jaga kesehatan mulut, hindari penggunaan produk antibakteri secara sembarangan, dan jangan menjadikan gula sebagai strategi kesehatan jangka panjang.

Kalau kamu punya tekanan darah tinggi, jangan mengganti obat, kontrol dokter, olahraga, tidur cukup, atau pola makan rendah garam dengan permen karet manis.

Referensi

Webb, A. J., H. Clift, C. Hill, N. Mousa, N. A. Jayaraj, J. Quraishi, C. E. Mills, and K. O’Gallagher. “Lowering Salivary pH with Sugar-Containing Gum Augments Salivary Nitrite Production and Blood Pressure Reduction with Dietary Nitrate (Beetroot Juice).” British Journal of Clinical Pharmacology (2026). https://doi.org/10.1002/bcp.70640.

King’s College London. “Chewing Sugary Gum after Eating Beetroot Lowers Blood Pressure.” Diakses Juni 2026.

American Dental Association. “Chewing Gum.” Diakses Juni 2026.

MouthHealthy, American Dental Association. “Chewing Gum.” Diakses Juni 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More