Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Suara Bisa Hilang Setelah Nonton Bola?

Kenapa Suara Bisa Hilang Setelah Nonton Bola?
ilustrasi nonton bola (unsplash.com/Gustavo Ferreira)
Intinya Sih
  • Suara bisa hilang setelah nonton bola karena pita suara bekerja terlalu keras akibat teriakan berulang dengan volume tinggi selama pertandingan.
  • Teriakan berlebihan dapat menyebabkan cedera pita suara seperti laringitis akut hingga perdarahan pita suara yang ditandai perubahan suara mendadak.
  • Pemulihan dilakukan dengan istirahat suara, banyak minum air, hindari rokok dan alkohol, serta segera periksa ke dokter THT jika gejala tak membaik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Suasana nobar atau menonton pertandingan sepak bola di stadion penuh euforia. Teriakan saat tim favorit mencetak gol, protes terhadap keputusan wasit, hingga menyanyikan yel-yel dukungan sering dilakukan tanpa henti sepanjang pertandingan.

Karenanya, tidak sedikit orang yang mengalami suara serak atau bahkan hilang keesokan harinya. Kondisi ini dapat terjadi karena pita suara mengalami tekanan berlebihan akibat terlalu sering berteriak dengan volume tinggi.

Simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Table of Content

Cedera pada pita suara

Cedera pada pita suara

Saat seseorang berteriak, pita suara akan bergetar dengan sangat cepat dan saling bertumbukan dengan tekanan yang jauh lebih besar dibanding saat berbicara biasa. Kondisi ini meningkatkan tekanan di bawah pita suara (subglottic pressure) sehingga jaringan pita suara bekerja sangat keras.

Jika dilakukan berulang atau dengan intensitas tinggi, misalnya sepanjang pertandingan sepak bola yang berlangsung lebih dari 90 menit, pita suara bisa mengalami cedera akibat penggunaan berlebihan atau dikenal sebagai phonotrauma.

Risiko laringitis hingga perdarahan pita suara

Seorang pria mengenakan kaus hijau memegang lehernya sambil membuka mulut, menggambarkan kondisi suara serak dengan latar kuning.
ilustrasi suara serak (freepik.com/mdjaff)

Dalam beberapa kasus, penggunaan suara secara berlebihan dapat memicu peradangan pada laring (laringitis akut).

Laringitis mekanis terjadi ketika pita suara mengalami getaran yang sangat kuat akibat berbicara, bernyanyi, atau berteriak terus-menerus. Akibatnya, suara menjadi serak bahkan bisa hilang sementara (aphonia).

Pada kondisi yang lebih berat, tekanan yang tinggi saat berteriak dapat membuat pembuluh darah kecil di pita suara pecah sehingga terjadi vocal fold hemorrhage atau perdarahan pita suara. Kondisi ini biasanya ditandai dengan perubahan suara yang terjadi secara mendadak setelah seseorang berteriak keras.

Bagaimana jika suara hilang?

Suasana stadion atau nobar biasanya sangat bising sehingga seseorang cenderung berbicara atau berteriak lebih keras agar terdengar.

Selain itu, emosi yang memuncak saat tim favorit mencetak gol atau kalah juga membuat para pendukung tidak sadar menggunakan suaranya secara berlebihan.

Kombinasi lingkungan yang berisik, stres emosional, dan penggunaan suara yang intens menjadi faktor yang meningkatkan risiko cedera pita suara.

Jika suara hilang setelah berteriak saat nonton bola, langkah paling penting adalah mengistirahatkan suara. Hindari berbicara terlalu banyak, berteriak lagi atau bahkan berbisik karena dapat memberi beban pada pita suara.

Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan pita suara dan hindari rokok maupun alkohol yang dapat memperparah iritasi.

Apabila suara tidak kembali dalam beberapa hari, muncul nyeri hebat, atau hilang secara tiba-tiba setelah berteriak keras, sebaiknya segera temui dokter spesialis THT. Pada kasus perdarahan pita suara, penanganan yang cepat penting untuk mencegah kerusakan permanen.

Pada kasus tertentu, pasien bahkan perlu istirahat suara total selama beberapa minggu dan bila cedera berat dapat memerlukan tindakan operasi.

Referensi

"How cheering on your favorite team could cause you harm". ABC11. Diakses Juni 2026.

"Laryngitis". Voice Foundation. Diakses Juni 2026.

Murry, Thomas, and Clark A. Rosen. “Phonotrauma Associated with Crying.” Journal of Voice 14, no. 4 (December 1, 2000): 575–80.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More