Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Lama Organ Donor Bisa Bertahan di Luar Tubuh?
ilustrasi organ jantung dan ginjal (IDN Times/NRF)
  • Setelah diambil, organ mengalami iskemia karena pasokan darah, oksigen, dan nutrisi terhenti; penyimpanan dingin memperlambat metabolisme sel, tetapi risiko kerusakan meningkat seiring waktu.
  • Daya tahan organ berbeda dalam penyimpanan dingin: jantung dan paru-paru 4–6 jam, hati 8–12 jam, usus 8–16 jam, pankreas 12–18 jam, serta ginjal 24–36 jam.
  • Machine perfusion dapat mengalirkan cairan, oksigen, dan nutrisi untuk mempertahankan serta menilai organ, namun penanganan dan koordinasi cepat tetap menentukan kelayakan transplantasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Transplantasi organ merupakan salah satu prosedur medis yang paling bergantung pada ketepatan waktu. Setelah diambil dari tubuh donor, organ tersebut tidak bisa disimpan selama berhari-hari sambil menunggu proses transplantasi. Ada batas waktu tertentu sebelum jaringan organ mulai mengalami kerusakan.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan: berapa lama organ donor dapat bertahan di luar tubuh?

Apakah semua organ memiliki batas waktu yang sama, atau ada organ yang lebih tahan dibandingkan lainnya?

Selain jenis organ, metode pengawetan dan kondisi organ ikut menentukan berapa lama organ masih layak digunakan.

1. Apa yang terjadi pada organ setelah dikeluarkan dari tubuh?

Selama berada di dalam tubuh, organ mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi melalui aliran darah. Ketika organ diambil untuk transplantasi, aliran tersebut otomatis terhenti.

Kondisi tanpa aliran darah ini disebut iskemia. Jika berlangsung terlalu lama, sel-sel organ mulai mengalami kerusakan karena kekurangan oksigen dan energi.

Karena itu, setelah organ diambil, dokter harus segera melakukan proses preservasi untuk memperlambat kerusakan tersebut.

Salah satu metode yang paling umum adalah static cold storage, yaitu membilas organ dengan cairan pengawet khusus kemudian menyimpannya dalam kondisi dingin. Suhu rendah membantu memperlambat metabolisme sel sehingga organ tidak membutuhkan oksigen sebanyak ketika masih berada di dalam tubuh.

Periode ketika organ berada dalam kondisi tanpa aliran darah tetapi dipertahankan dalam suhu dingin inilah yang dikenal sebagai cold ischemia time. Makin panjang waktunya, makin besar pula risiko kerusakan pada organ.

2. Berapa lama organ donor bisa bertahan?

Secara umum, organ yang paling sensitif terhadap kekurangan oksigen memiliki waktu preservasi yang lebih singkat, sedangkan beberapa organ lain dapat bertahan lebih lama.

Dengan metode penyimpanan dingin konvensional, perkiraan waktunya adalah:

  • Jantung dan paru-paru umumnya hanya bertahan sekitar 4–6 jam.

  • Hati sekitar 8–12 jam. 

  • Usus dapat bertahan sekitar 8–16 jam.

  • Pankreas 12–18 jam.

  • Ginjal sekitar 24–36 jam.

Namun, waktu tersebut bukan batas mutlak karena kondisi organ, metode preservasi, dan kondisi donor maupun penerima juga dapat memengaruhi kelayakan transplantasi.

3. Mengapa setiap organ memiliki batas waktu berbeda?

ilustrasi organ ginjal (unsplash.com/Robina Weermeijer)

Setiap organ memiliki kebutuhan energi, struktur jaringan, dan tingkat toleransi terhadap kekurangan oksigen yang berbeda.

Jantung, misalnya, terus bekerja tanpa henti selama berada di dalam tubuh sehingga butuh pasokan energi dan oksigen yang tinggi. Saat aliran darah dihentikan, kerusakan dapat terjadi relatif cepat.

Ginjal memiliki toleransi yang lebih baik terhadap kondisi tersebut. Ini merupakan salah satu alasan waktu preservasinya bisa lebih panjang dibanding jantung dan paru-paru.

Namun, jenis organ bukan satu-satunya faktor. Usia donor, kondisi kesehatan, kualitas organ, metode pengawetan, lama perjalanan, hingga kecocokan donor dan penerima juga dapat memengaruhi keputusan transplantasi.

4. Apakah teknologi bisa memperpanjang umur organ di luar tubuh?

Perkembangan teknologi transplantasi membuat proses preservasi organ kian canggih. Selain penyimpanan dalam kondisi dingin, saat ini ada metode yang disebut machine perfusion.

Dalam metode ini, sebuah mesin mengalirkan cairan khusus melalui pembuluh darah organ. Cairan tersebut dapat dibuat dalam kondisi dingin atau hangat dan, pada sistem tertentu, mengandung oksigen serta nutrisi.

Pada beberapa jenis organ, teknologi ini juga memungkinkan tim medis memantau atau menilai fungsi organ sebelum transplantasi.

Penelitian mengenai metode ini telah dilakukan pada berbagai organ, termasuk ginjal, hati, paru-paru, dan jantung. Dalam kondisi tertentu, machine perfusion dapat membantu memperpanjang waktu preservasi atau membuat organ yang sebelumnya dianggap kurang ideal menjadi lebih berpotensi untuk digunakan.

Meski begitu, teknologi ini tidak membuat organ bisa bertahan tanpa batas waktu. Organ tetap butuh penanganan yang cepat dan tepat.

5. Apa yang terjadi jika organ terlalu lama disimpan?

Jika cold ischemia time terlalu panjang, sel-sel organ dapat mengalami cedera. Akibatnya, organ mungkin butuh waktu lebih lama untuk mulai berfungsi setelah ditransplantasikan atau bahkan tidak dapat bekerja secara optimal.

Risikonya juga tidak selalu sama untuk setiap organ. Karena itu, dokter tidak hanya melihat berapa jam organ telah berada di luar tubuh, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keseluruhannya.

Menariknya, organ yang telah disimpan selama waktu tertentu belum tentu otomatis ditolak. Tim transplantasi akan melakukan penilaian berdasarkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.

Makin singkat waktu antara pengambilan dan transplantasi, makin besar peluang organ tetap berada dalam kondisi optimal. Karena itu, di balik satu prosedur transplantasi terdapat koordinasi yang sangat cepat antara dokter, rumah sakit, laboratorium, hingga tim transportasi, semuanya bekerja agar organ dapat sampai kepada orang yang membutuhkannya tepat waktu.

Referensi

AirAmbulance1. Diakses pada Agustus 2026. "How Long Can an Organ Survive Before Transplant?

Biology Insights. Diakses pada Agustus 2026. "How Long After Death Can Organs Be Donated?"

Donor Alliance. Diakses pada Agustus 2026. "What is the Time Frame for Transplanting Organs?"

Live Science. Diakses pada Agustus 2026. "How Long Can Organs Stay Outside the Body Before being Transplanted?"

Ran, Q., Zhang, J., Zhong, J., Lin, J., Zhang, S., Li, G., & You, B. (2025). Organ preservation: Current limitations and optimization approaches. Frontiers in Medicine, 12, 1566080. https://doi.org/10.3389/fmed.2025.1566080

The Ohio State University. Diakses pada Agustus 2026. "Do Transplanted Organs Last a Lifetime?"

Curated For You

Editorial Team

Related Article