Jika cold ischemia time terlalu panjang, sel-sel organ dapat mengalami cedera. Akibatnya, organ mungkin butuh waktu lebih lama untuk mulai berfungsi setelah ditransplantasikan atau bahkan tidak dapat bekerja secara optimal.
Risikonya juga tidak selalu sama untuk setiap organ. Karena itu, dokter tidak hanya melihat berapa jam organ telah berada di luar tubuh, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keseluruhannya.
Menariknya, organ yang telah disimpan selama waktu tertentu belum tentu otomatis ditolak. Tim transplantasi akan melakukan penilaian berdasarkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.
Makin singkat waktu antara pengambilan dan transplantasi, makin besar peluang organ tetap berada dalam kondisi optimal. Karena itu, di balik satu prosedur transplantasi terdapat koordinasi yang sangat cepat antara dokter, rumah sakit, laboratorium, hingga tim transportasi, semuanya bekerja agar organ dapat sampai kepada orang yang membutuhkannya tepat waktu.
Referensi
AirAmbulance1. Diakses pada Agustus 2026. "How Long Can an Organ Survive Before Transplant?
Biology Insights. Diakses pada Agustus 2026. "How Long After Death Can Organs Be Donated?"
Donor Alliance. Diakses pada Agustus 2026. "What is the Time Frame for Transplanting Organs?"
Live Science. Diakses pada Agustus 2026. "How Long Can Organs Stay Outside the Body Before being Transplanted?"
Ran, Q., Zhang, J., Zhong, J., Lin, J., Zhang, S., Li, G., & You, B. (2025). Organ preservation: Current limitations and optimization approaches. Frontiers in Medicine, 12, 1566080. https://doi.org/10.3389/fmed.2025.1566080
The Ohio State University. Diakses pada Agustus 2026. "Do Transplanted Organs Last a Lifetime?"