Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari A sampai E, Ini Jenis Hepatitis yang Paling Serius

Dari A sampai E, Ini Jenis Hepatitis yang Paling Serius
ilustrasi virus Hepatitis B (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
  • Hepatitis D kronis merupakan bentuk hepatitis virus kronis yang paling berat karena penyakit hati dapat berkembang lebih cepat menuju sirosis, kanker hati, dan kematian.

  • Hepatitis D tidak dapat terjadi sendiri. Virus hepatitis D (HDV) butuh virus hepatitis B (HBV) untuk berkembang biak sehingga hanya menginfeksi orang yang juga memiliki HBV.

  • Hepatitis B dan C tetap menyumbang lebih dari 95 persen kematian akibat hepatitis virus di dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada lima jenis hepatitis—A, B, C, D, dan E—dan semuanya sama-sama menyerang hati. Mana di antaranya yang paling serius?

Kalau serius yang dimaksud adalah bentuk hepatitis virus kronis dengan perjalanan penyakit paling agresif, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan hepatitis D sebagai yang paling berat.

Infeksi kronis hepatitis D dapat berkembang lebih cepat menuju sirosis, kanker hati, hingga kematian terkait penyakit hati dibanding hepatitis B saja.

  1. Hepatitis D tidak bisa menyerang sendirian

    Ada sesuatu yang membedakan virus hepatitis D (HDV) dari virus hepatitis lainnya, yaitu HDV butuh virus hepatitis B (HBV) untuk bereplikasi.

    Artinya, kamu tidak bisa terkena hepatitis D tanpa juga terinfeksi hepatitis B. HDV dapat masuk bersamaan dengan HBV (disebut koinfeksi), atau menginfeksi seseorang yang sebelumnya sudah memiliki hepatitis B kronis (disebut superinfeksi).

    Situasi kedua menjadi perhatian khusus. WHO menyebut superinfeksi HDV pada seseorang dengan hepatitis B kronis mempercepat perkembangan menuju penyakit hati yang lebih berat pada sekitar 70–90 persen kasus dan mempercepat terbentuknya sirosis dibandingkan infeksi HBV saja.

    Studi memperkirakan HDV mungkin berkontribusi terhadap sekitar 1 dari 6 kasus sirosis dan 1 dari 5 kasus kanker hati yang terjadi pada orang dengan hepatitis B.

  2. Risiko kanker hati juga lebih tinggi

    Pada 2025, International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan HDV sebagai karsinogenik bagi manusia, sama seperti HBV dan HCV.

    WHO menyebut infeksi hepatitis D berkaitan dengan risiko kanker hati sekitar 2–6 kali lebih tinggi dibandingkan hepatitis B saja.

    Studi multisenter terhadap 269 orang dengan antibodi HDV juga memperlihatkan beratnya penyakit ketika sirosis sudah terjadi. Dalam lima tahun, kejadian kanker hati mencapai sekitar 12 persen pada peserta dengan sirosis, sedangkan gabungan kejadian kanker hati, transplantasi hati, atau kematian terkait hati mencapai 41,3 persen.

    Angka tersebut berasal dari kelompok pasien tertentu sehingga tidak berarti setiap orang dengan hepatitis D mempunyai risiko yang sama. Usia, kondisi hati, aktivitas virus, dan adanya sirosis ikut menentukan prognosis.

  3. Namun, hepatitis B masih membunuh lebih banyak orang

    Ilustrasi hepatitis B dengan visual virus dan elemen medis yang menggambarkan infeksi pada organ hati manusia.
    ilustrasi hepatitis B (IDN Times/NRF)

    Dalam skala populasi, hepatitis B dan C masih menjadi masalah yang jauh lebih besar.

    Global Hepatitis Report 2026 WHO menyebut keduanya menyumbang lebih dari 95 persen kematian akibat hepatitis virus. Pada 2024, hepatitis B menyebabkan sekitar 1,1 juta kematian, sedangkan hepatitis C sekitar 240 ribu, terutama akibat sirosis dan kanker hati.

    Jadi, hepatitis D bisa disebut paling agresif secara klinis, tetapi hepatitis B memiliki beban kematian global terbesar.

    Hepatitis C pun tetap serius karena dapat menjadi kronis dan menyebabkan sirosis atau kanker hati, meskipun sekarang sebagian besar kasus dapat disembuhkan dengan antivirus.

  4. Hepatitis E bisa sangat berbahaya bagi ibu hamil

    Hepatitis E biasanya sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Namun, penyakit ini dapat menjadi sangat berat pada ibu hamil.

    WHO mencatat perempuan yang terinfeksi hepatitis E pada trimester kedua atau ketiga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gagal hati akut, kehilangan janin, dan kematian. Pada infeksi trimester ketiga, angka kematian ibu dapat mencapai 20–25 persen.

  5. Hepatitis D bisa dicegah

    Belum ada vaksin khusus untuk hepatitis D. Karena HDV hanya bisa menginfeksi orang yang sudah terinfeksi hepatitis B (HBV), vaksin hepatitis B akan mencegah infeksi hepatitis D pada orang yang belum pernah terinfeksi HBV.

    Bagi orang yang sudah hidup dengan hepatitis B kronis, vaksin hepatitis B tidak lagi memberikan perlindungan terhadap HDV. WHO sejak 2024 merekomendasikan pendekatan tes hepatitis D pada semua orang dengan hepatitis B kronis sebagai strategi yang diprioritaskan untuk memperluas deteksi, dengan tes anti-HDV dilanjutkan pemeriksaan HDV RNA untuk memastikan infeksi aktif.

    Hepatitis D merupakan bentuk hepatitis virus kronis yang paling berat karena dapat mempercepat kerusakan hati, sirosis, kanker hati, dan kematian dibandingkan hepatitis B saja. Namun, secara global, hepatitis B masih membawa beban kematian terbesar, sementara hepatitis E risikonya sangat tinggi pada ibu hamil.

    Referensi

    World Health Organization (WHO), “Hepatitis D,” diakses Agustus 2026.

    Alexander J. Stockdale et al., “The Global Prevalence of Hepatitis D Virus Infection: Systematic Review and Meta-Analysis,” Journal of Hepatology 73, no. 3 (2020): 523–32, https://doi.org/10.1016/j.jhep.2020.04.008.

    World Health Organization, “WHO Urges Action on Hepatitis, Announcing Hepatitis D as Carcinogenic,” July 28, 2025, https://www.who.int/news/item/28-07-2025-who-urges-action-on-hepatitis-announcing-hepatitis-d-as-carcinogenic.

    Lesley A. Patmore et al., “Prediction of Hepatocellular Carcinoma and Liver-Related Events in Anti-Hepatitis D Virus-Positive Individuals,” Clinical Gastroenterology and Hepatology 23, no. 11 (2025): 1964–72.e4, https://doi.org/10.1016/j.cgh.2024.08.036.

    World Health Organization, Global Hepatitis Report 2026 (Geneva: World Health Organization, 2026), https://www.who.int/teams/global-hiv-hepatitis-and-stis-programmes/hepatitis/reports/global-hepatitis-report-2026.

    WHO, “Hepatitis E,” diakses Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More