Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Alami Menghilangkan Karang Gigi, Seampuh Apa?

Cara Alami Menghilangkan Karang Gigi, Seampuh Apa?
ilustrasi baking soda untuk membersihkan gigi (pixabay.com/NatureFriend)
  • Karang gigi adalah plak yang sudah mengeras akibat mineral dari air liur. Setelah terbentuk, menyikat gigi atau menggunakan bahan rumahan tidak dapat menghilangkannya secara tuntas.

  • Baking soda dan oil pulling memiliki sejumlah bukti untuk mengurangi plak atau peradangan gusi, tetapi bukan untuk melepaskan karang gigi yang sudah mengeras.

  • Cara efektif menghilangkan karang gigi adalah pembersihan profesional atau scaling. Perawatan di rumah lebih berperan dalam mencegah karang baru terbentuk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lapisan kekuningan atau kecokelatan di dekat garis gusi kadang membuat orang mencari cara cepat untuk membersihkannya di rumah. Baking soda, minyak kelapa, bahkan lemon dan cuka sering masuk dalam daftar. Perlu ditekankan bahwa karang gigi berbeda dengan plak gigi.

Plak adalah lapisan lengket berisi bakteri yang terus terbentuk pada permukaan gigi. Plak masih bisa dibersihkan dengan menyikat dan membersihkan sela gigi. Namun, jika dibiarkan terlalu lama, plak menyerap mineral dari air liur dan mengeras menjadi kalkulus atau tartar, yang biasa disebut karang gigi. Setelah menjadi karang gigi, deposit tersebut cuma bisa dihilangkan melalui pembersihan oleh dokter gigi.

  1. Baking soda membantu membersihkan plak

    Tinjauan ilmiah dan metaanalisis tahun 2022 terhadap tujuh uji acak terkontrol menemukan pasta gigi yang mengandung 67 persen natrium bikarbonat (baking soda) dapat memperbaiki indeks plak, peradangan gusi, dan perdarahan dibandingkan dengan produk pembanding.

    Temuan tersebut menunjukkan baking soda dapat membantu mengontrol plak sebelum mengeras, bukan melarutkan kalkulus yang sudah menempel kuat pada gigi.

    Jadi, menyikat gigi dengan pasta berbahan baking soda tidak sama dengan menghilangkan karang gigi. Terlebih, penelitian tersebut menggunakan pasta gigi dengan formulasi tertentu, bukan campuran baking soda rumahan.

  2. Bagaimana dengan oil pulling?

    Ilustrasi oil pulling dengan seseorang berkumur menggunakan minyak sebagai bagian dari perawatan kebersihan mulut.
    ilustrasi oil pulling (magnific.com/magnific)

    Berkumur dengan minyak kelapa atau minyak lain juga sering diklaim dapat melepaskan karang gigi dari permukaan gigi.

    Sebuah metaanalisis yang mencakup 25 uji klinis dengan 1.184 peserta menyebut oil pulling mungkin membantu beberapa parameter kesehatan gusi. Namun, chlorhexidine lebih efektif dalam mengurangi plak dan kepastian keseluruhan buktinya dinilai sangat rendah.

    Yang lebih penting, penelitian tersebut mengevaluasi plak, peradangan gusi, dan jumlah bakteri, bukan kemampuan menghilangkan kalkulus yang sudah mengeras.

    American Dental Association (ADA) menyatakan bukti ilmiah yang dapat diandalkan mengenai manfaat oil pulling untuk kesehatan gigi masih belum memadai dan praktik tersebut tidak seharusnya menggantikan menyikat gigi serta membersihkan sela gigi secara rutin.

  3. Pembersihan dengan lemon dan cuka justru bisa merusak enamel

    Metode rumahan lain yang sebaiknya tidak dipraktikkan adalah menggosok gigi menggunakan bahan asam seperti lemon atau cuka.

    Asam tidak secara selektif melarutkan karang gigi. Paparan asam berulang justru dapat melarutkan mineral pada jaringan keras gigi dan menyebabkan erosi gigi.

    Erosi gigi merupakan kehilangan jaringan mineral akibat paparan asam dan sifatnya dapat progresif serta tidak dapat dikembalikan. Konsumsi berulang makanan atau minuman asam, termasuk jus buah asam, merupakan salah satu faktor risikonya.

  4. Kalau sudah menjadi karang gigi, scaling adalah cara yang paling efektif

    Ilustrasi prosedur scaling gigi oleh tenaga medis menggunakan alat pembersih untuk mengangkat karang gigi.
    ilustrasi scaling gigi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Karang gigi memiliki struktur mineral yang keras dan melekat pada permukaan gigi. Pada prosedur scaling, dokter gigi menggunakan instrumen manual atau ultrasonik untuk melepaskan deposit tersebut, termasuk karang yang berada di sekitar atau di bawah garis gusi.

    Peran dari perawatan rumahan adalah agar deposit tersebut tidak cepat terbentuk kembali.

    Rekomendasi umumnya adalah menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride, membersihkan sela gigi secara rutin ,idealnya setiap hari, dan menjalani pemeriksaan serta pembersihan gigi profesional sesuai kebutuhan.

    Jadi, untuk karang gigi yang sudah terbentuk, cara alami tidak ampuh. Baking soda atau beberapa metode rumahan mungkin membantu mengurangi plak, tetapi tidak menggantikan scaling. Strategi terbaik di rumah adalah menghentikan plak sebelum sempat mengeras menjadi karang gigi.

    Referensi

    National Institute of Dental and Craniofacial Research, “Oral Hygiene,” National Institutes of Health, diakses Agustus 2026.

    Silvio Taschieri et al., “Efficacy of 67% Sodium Bicarbonate Toothpaste for Plaque and Gingivitis Control: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Journal of Evidence-Based Dental Practice 22, no. 2 (2022): 101709, https://doi.org/10.1016/j.jebdp.2022.101709.

    Freda Jia Xin Jong, Der Jiun Ooi, and Siew Li Teoh, “The Effect of Oil Pulling in Comparison with Chlorhexidine and Other Mouthwash Interventions in Promoting Oral Health: A Systematic Review and Meta-Analysis,” International Journal of Dental Hygiene 22, no. 1 (2024): 78–94, https://doi.org/10.1111/idh.12725.

    American Dental Association, “Dental Erosion,” diakses Agustus 2026.

    American Dental Association, “Scaling and Root Planing for Gum Disease,” diakses Agustus 2026.

Share Article

Related Articles

See More