Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Proses Transplantasi Organ Dilakukan?

Bagaimana Proses Transplantasi Organ Dilakukan?
ilustrasi transplantasi organ (unsplash.com/kian zhang)
  • Transplantasi mengganti organ rusak atau gagal fungsi dengan organ donor, seperti ginjal, hati, jantung, paru-paru, pankreas, dan usus, setelah pasien menjalani evaluasi medis menyeluruh.
  • Organ dari donor hidup atau meninggal dicocokkan berdasarkan berbagai faktor medis dan urgensi; pengambilan, penyimpanan, transportasi, serta pemeriksaan ulang dilakukan cepat dan terkoordinasi.
  • Dalam operasi, organ donor disambungkan ke tubuh penerima. Setelahnya, pasien membutuhkan imunosupresan jangka panjang dan kontrol rutin untuk menekan risiko penolakan serta komplikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mendengar istilah transplantasi organ mungkin membuat kamu membayangkan sebuah operasi besar yang rumit.

Di balik prosedur medis tersebut memang ada rangkaian proses panjang yang sudah direncanakan dengan sangat hati-hati, mulai dari menilai kondisi pasien, mencari donor yang sesuai, hingga memastikan organ baru dapat berfungsi dengan baik di dalam tubuh penerima.

Transplantasi organ dilakukan untuk menggantikan organ yang sudah mengalami kerusakan atau gagal berfungsi dengan organ sehat dari donor.

Beberapa organ yang dapat ditransplantasikan antara lain mata, ginjal, hati, jantung, paru-paru, pankreas, dan usus. Donor bisa berasal dari orang yang masih hidup maupun dari donor yang telah meninggal, tergantung jenis organ, kondisi medis, serta aturan yang berlaku di masing-masing negara.

Bagaimana sebenarnya proses transplantasi organ dilakukan? Berikut tahapannya.

  1. 1. Pasien menjalani evaluasi medis

    Proses biasanya dimulai ketika dokter menilai bahwa kondisi pasien sudah cukup berat dan transplantasi mungkin menjadi pilihan pengobatan. Pasien kemudian dirujuk ke pusat transplantasi untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

    Selain pemeriksaan darah, tim medis dapat melakukan pemeriksaan pencitraan, fungsi jantung dan paru-paru, skrining infeksi, hingga pemeriksaan lain yang diperlukan sesuai jenis organ yang akan ditransplantasikan.

    Dokter juga akan mempertimbangkan kondisi kesehatan secara keseluruhan, termasuk penyakit lain yang dimiliki pasien, status nutrisi, usia, serta kemampuan pasien menjalani pengobatan dan kontrol dalam jangka panjang.

    Jika memenuhi persyaratan, pasien dapat dimasukkan ke dalam daftar tunggu transplantasi. Namun, tidak semua pasien langsung bisa masuk daftar tersebut. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan perlu diperbaiki terlebih dahulu agar risiko operasi dapat diminimalkan.

  2. 2. Mencari dan mencocokkan donor

    Setelah pasien dinyatakan butuh transplantasi, tahap berikutnya adalah mencari organ yang sesuai. Donor dapat berupa donor hidup atau donor yang telah meninggal.

    Donor hidup paling sering dikaitkan dengan transplantasi ginjal dan sebagian hati. Seseorang yang sehat dapat mendonorkan satu ginjal atau sebagian hati setelah menjalani pemeriksaan ketat untuk memastikan tindakan tersebut tidak menimbulkan risiko yang tidak semestinya bagi dirinya.

    Sementara itu, organ dari donor yang telah meninggal hanya dapat diambil setelah kematian ditetapkan sesuai kriteria medis dan hukum yang berlaku. Proses donasi juga harus mengikuti aturan mengenai persetujuan dan perlindungan donor.

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), donor hidup harus memberikan persetujuan secara sukarela dan berdasarkan informasi yang cukup mengenai risiko serta konsekuensi tindakan. WHO juga menegaskan bahwa organ manusia tidak seharusnya menjadi komoditas yang diperjualbelikan.

    Organ yang tersedia kemudian dicocokkan dengan calon penerima. Faktor yang diperhatikan dapat mencakup golongan darah, ukuran tubuh, kondisi medis dan tingkat urgensi pasien, lama waktu menunggu, jarak antara rumah sakit donor dan penerima, serta karakteristik organ yang tersedia.

    Sistem pencocokan dapat berbeda untuk setiap jenis organ dan setiap negara.

  3. 3. Organ diambil dan segera dipertahankan kondisinya

    Ilustrasi tim medis melakukan operasi transplantasi organ di ruang bedah dengan pasien di meja operasi.
    ilustrasi operasi transplantasi organ (magnific.com/stefamerpik)

    Ketika organ yang sesuai tersedia, tim transplantasi harus bergerak dengan cepat. Calon penerima akan dihubungi dan biasanya diminta segera datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan tambahan sebelum operasi.

    Pada donor yang telah meninggal, organ diambil oleh tim bedah khusus melalui prosedur yang terkoordinasi. Setelah dikeluarkan, organ ditempatkan dalam kondisi khusus untuk mempertahankan kualitasnya selama perjalanan menuju rumah sakit penerima.

    Tahap ini sangat penting karena organ tidak dapat bertahan tanpa suplai darah dan oksigen dalam waktu yang tidak terbatas. Karena itu, pengambilan, penyimpanan, transportasi, dan operasi penerima harus dikoordinasikan dengan sangat cermat.

    Menariknya, organ yang sudah ditawarkan kepada seorang pasien juga belum tentu akhirnya digunakan. Tim transplantasi tetap perlu memeriksa kondisi organ dan calon penerima. Jika ditemukan masalah medis atau kondisi pasien berubah, organ tersebut dapat ditawarkan kepada calon penerima lain.

    Pada donor hidup, prosesnya lebih terencana karena operasi donor dan penerima biasanya dijadwalkan secara khusus dan dilakukan dalam koordinasi yang ketat.

  4. 4. Operasi transplantasi dilakukan

    Setelah organ tiba, pasien menjalani operasi dengan anestesi. Dokter kemudian membuat sayatan pada bagian tubuh yang sesuai untuk melakukan transplantasi.

    Organ lama tidak selalu harus dikeluarkan. Pada transplantasi ginjal, misalnya, ginjal asli pasien sering kali tetap berada di dalam tubuh dan ginjal donor ditempatkan di lokasi lain, kecuali terdapat alasan medis tertentu yang membuat ginjal lama perlu diangkat.

    Setelah organ donor ditempatkan, dokter menghubungkan pembuluh darahnya dengan pembuluh darah pasien. Struktur lain juga disambungkan sesuai jenis organ yang ditransplantasikan, misalnya ureter pada transplantasi ginjal atau saluran empedu pada transplantasi hati.

    Ketika aliran darah kembali dialirkan ke organ donor, tim medis akan memeriksa apakah organ tersebut mendapatkan suplai darah yang baik dan mulai berfungsi sebagaimana mestinya. Setelah semuanya dinilai aman, sayatan operasi ditutup. Operasi transplantasi merupakan prosedur kompleks dan dapat berlangsung selama beberapa jam, tergantung organ yang ditransplantasikan serta kondisi pasien.

  5. 5. Pasien dipantau untuk mencegah penolakan organ

    Operasi selesai bukan berarti proses transplantasi berakhir. Justru, masa setelah operasi menjadi tahap yang sangat penting.

    Tubuh manusia memiliki sistem kekebalan yang bertugas mengenali benda asing. Karena organ donor berasal dari orang lain, sistem imun penerima dapat menganggap organ tersebut sebagai sesuatu yang asing dan berusaha menyerangnya. Kondisi ini dikenal sebagai penolakan organ.

    Untuk menekan risiko tersebut, pasien biasanya harus mengonsumsi obat imunosupresan dalam jangka panjang, bahkan sering kali seumur hidup. Obat ini membantu sistem kekebalan tubuh menerima organ baru, tetapi di sisi lain dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan komplikasi tertentu.

    Karena itu, pasien transplantasi perlu menjalani pemeriksaan rutin, termasuk tes darah dan kontrol ke dokter. Dosis obat juga harus diminum sesuai anjuran dan tidak boleh dihentikan sembarangan.

    Dalam menerima organ baru, ada rangkaian panjang di baliknya. Mulai dari proses seleksi dan pencocokan donor, operasi yang dilakukan dengan cepat dan presisi, hingga perawatan seumur hidup untuk menjaga organ tersebut tetap berfungsi.

    Inilah yang membuat transplantasi organ bukan hanya menjadi prosedur medis yang kompleks, tetapi juga sebuah proses yang butuh kerja sama, ketelitian, dan sistem donasi yang aman serta beretika.

    Referensi

    Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026. "Organ Donation and Transplantation."

    Everday Health. Diakses pada Agustus 2026. "How Long Do Organ Transplants Last? Plus 9 More Facts to Know About Transplantation."

    OrganDonation. Diakses pada Agustus 2026. "How Does the Donor Surgery Work?"

    Science Insights. Diakses pada Agustus 2026. "What Is an Organ Transplant? How the Process Works."

    Sparsh Hospital. Diakses pada Agustus 2026. "Organ Transplant: Everything You Need to Know."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More