Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bukan Totok Sirih, IDAI Jelaskan PIjat Bayi yang Aman dan Nyaman
ilustrasi pijat bayi (freepik.com/freepik)
  • Viralnya terapi "totok sirih" di Palembang membuat IDAI turun tangan dan mengingatkan pentingnya keamanan serta kenyamanan bayi selama proses pemijatan.

  • IDAI menegaskan pijat bayi harus dilakukan saat anak dalam kondisi tenang, tidak sakit, tidak lapar, dan berhenti bila bayi menunjukkan tanda ketidaknyamanan.

  • Pijat bayi yang benar dilakukan lembut selama 10–15 menit dengan urutan kaki, perut, dada, tangan, hingga punggung untuk membantu relaksasi dan mendukung tumbuh kembang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Terapi "totok sirih" di Palembang viral di media sosial. Dalam video yang beredar, anak yang tengah diterapi itu terlihat berusia di bawah 1 tahun. Dalam prosesnya, anak tersebut terlihat menangis tidak nyaman saat terapis menyentuh bagian kepalanya.

Mengetahui hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan kunjungan ke kediaman tersebut. Mereka mengingatkan terapis untuk memberikan pelayanan yang baik kepada anak dan tidak melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan celaka.

Dalam postingan Instagram, IDAI membagikan cara melakukan pijat bayi yang aman. Berikut langkah-langkahnya, orang tua wajib baca!

Perhatikan tanda-tanda kesiapan anak

Saat melakukan pemijatan, jika anak terlihat menangis keras, itu adalah tanda tubuhnya tidak nyaman. Sebelum memijat, orang tua harus memperhatikan kondisi anak, di antaranya:

  • Bayi harus dalam keadaan tenang.

  • Tidak sedang demam atau sakit.

  • Tidak setelah menyusui atau makan.

  • Tidak dalam kondisi lapar.

  • Tidak sedang mengantuk.

Jika bayi masih belum menunjukan tanda-tanda nyaman, proses pijat sebaiknya ditunda sampai anak siap.

Tahapan pemijatan bayi

ilustrasi pijat bayi (unsplash.com/Khoa Pham)

Berikut adalah alur tahapan pijat bayi yang direkomendasikan oleh IDAI:

  • Persiapan pijat bayi: Sebelum mulai, pastikan ruangan dalam suasana hangat dan tenang. Tangan pemijat harus bersih dan kuku harus pendek sehingga tidak melukai bayi.

  • Langkah stimulasi: Gunakan minyak khusus bayi dan bayi dalam kondisi tenang serta sadar.

  • Pemijatan dimulai dari kaki. Usap paha ke arah kaki secara lembut, lakukan gerakkan seperti "memerah susu" perlahan. Jangan ditekan kuat untuk membantu bayi lebih rileks

  • Lanjut ke bagian perut dengan gerakan yang hati-hati dan ringan. Lakukan gerakan memutar searah jarum jam dengan tekanan sangat ringan. Pijat pada sisi perut akan mengurangi kembung, namun hindari melakukannya jika bayi baru makan.

  • Dada dan tangan. Usap dada dari tengah ke samping. Saat pijat tangan, lakukan dari bahu ke pergelangan dengan lembut.

  • Punggung. Tengkurapkan bayi (dengan pengawasan). Usap punggung dari leher ke bokong secara perlahan.

Manfaat pijat untuk bayi

IDAI juga memberi catatan penting buat orang tua maupun terapis saat melakukan pemiijatan dengan mengikuti respons bayi.

  • Bayi tenang artinya boleh lanjut.

  • Bayi menangis artinya berhenti.

Durasi pijat cukup dilakukan hanya 10–15 menit, tidak perlu tekanan kuat atau teknik totok. Jika dilakukan dengan benar, pijat akan memberikan manfaat berupa:

  • Tidur lebih nyenyak.

  • Lebih rileks.

  • Membantu kenaikan berat badan.

  • Mendukung sistem pencernaan dan sirkulasi.

"Ini cara pijat bayi yang benar. Tujuannya buat bayi nyaman. Bukan takut, nyeri, atau terpaksa," tulis IDAI. Selain itu, pijat bukan untuk mengobati penyakit, melainkan stimulasi tumbuh kembang melalui sentuhan, gerakan, suara dan komunikasi.

Editorial Team