- Mendukung fungsi sistem imun.
- Membantu pembentukan kolagen.
- Mempercepat penyembuhan luka.
- Bertindak sebagai antioksidan.
Jus Kentang Punya Banyak Manfaat Kesehatan, Apa Saja?

Jus kentang mengandung vitamin C, kalium, polifenol, dan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan jus kentang dapat membantu meredakan gejala gangguan lambung tertentu, meski bukti klinisnya masih terbatas.
Jus kentang bukan minuman ajaib dan tidak dapat menggantikan pola makan sehat atau pengobatan medis yang diresepkan dokter.
Kentang biasanya identik dengan keripik, alternatif nasi, junk food, atau olahan gurih lainnya. Namun, ternyata di beberapa negara kentang juga diolah menjadi jus dan dimanfaatkan sebagai bagian dari pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.
Menurut sejumlah penelitian, kentang bukan sekadar sumber karbohidrat, tetapi umbi ini juga mengandung vitamin, mineral, serta antioksidan yang berpotensi menyehatkan tubuh.
Penasaran apa saja manfaat kesehatan jus kentang yang didukung oleh bukti ilmiah? Terus baca artikel ini, mungkin setelahnya kamu jadi tertarik mencoba jus kentang!
Table of Content
1. Berpotensi membantu meredakan gejala gangguan lambung
Salah satu alasan utama orang mengonsumsi jus kentang adalah untuk membantu mengatasi keluhan lambung seperti nyeri ulu hati, refluks asam, atau gangguan pencernaan.
Sebuah studi menemukan bahwa konsumsi jus kentang segar dikaitkan dengan perbaikan gejala pada sebagian pasien yang mengalami dispepsia fungsional, yaitu gangguan pencernaan yang menyebabkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas tanpa penyebab struktural yang jelas.
Para peneliti menduga manfaat ini berkaitan dengan berbagai senyawa bioaktif dalam kentang, termasuk polifenol yang dapat membantu mengurangi peradangan dan iritasi pada saluran cerna.
Namun, penting dicatat bahwa penelitian mengenai jus kentang untuk lambung masih relatif terbatas dan jumlah partisipannya tidak banyak. Jadi, jus kentang tidak boleh dianggap sebagai pengganti terapi medis untuk penyakit lambung yang lebih serius.
2. Sumber kalium yang baik untuk kesehatan jantung
Kentang merupakan salah satu sumber kalium yang baik. Kalium berperan penting dalam membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi saraf, kontraksi otot, dan regulasi tekanan darah.
Kalium membantu tubuh menyeimbangkan efek natrium. Ketika asupan kalium cukup, pembuluh darah dapat bekerja lebih baik dan tekanan darah cenderung lebih terkontrol.
Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan kalium dari makanan berkaitan dengan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Karena jus kentang mempertahankan sebagian kandungan kalium dari bahan dasarnya, minuman ini dapat menjadi salah satu sumber kalium tambahan dalam pola makan seimbang harian.
3. Mengandung antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif

Tubuh setiap hari menghasilkan molekul tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas. Jika jumlahnya berlebihan, radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap penuaan dan berbagai penyakit kronis.
Kentang mengandung sejumlah senyawa antioksidan, termasuk vitamin C, asam klorogenat, flavonoid, dan karotenoid tertentu. Kentang juga merupakan sumber polifenol.
Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas sehingga dapat mengurangi kerusakan sel yang berkaitan dengan proses peradangan dan penuaan.
Meski demikian, kadar antioksidan dalam jus kentang dapat bervariasi tergantung jenis kentang dan metode pengolahannya.
4. Berpotensi membantu mengurangi peradangan
Peradangan kronis tingkat rendah diketahui berperan dalam berbagai penyakit, mulai dari diabetes tipe 2 hingga penyakit jantung.
Beberapa penelitian laboratorium dan penelitian pada hewan menunjukkan bahwa polifenol dalam kentang memiliki aktivitas antiinflamasi.
Senyawa seperti asam klorogenat diketahui dapat memengaruhi jalur biologis yang terlibat dalam proses peradangan.
Namun, sebagian besar bukti saat ini masih berasal dari penelitian eksperimental. Bukti klinis pada manusia masih terbatas sehingga manfaat antiinflamasi jus kentang belum dapat dipastikan.
5. Mendukung sistem imun berkat kandungan vitamin C
Kentang mengandung vitamin C. Vitamin ini diketahui berperan dalam:
Sebagian kandungan vitamin C dapat berkurang selama proses pengolahan. Namun, pada jus kentang segar, sejumlah vitamin ini masih dapat dipertahankan.
Jus kentang dapat berkontribusi terhadap asupan vitamin C harian, meski bukan sumber utama dibanding buah-buahan dan sayuran tertentu.
Apakah jus kentang bisa menyembuhkan penyakit?

Di internet maupun media sosial, jus kentang kerap dipromosikan sebagai solusi untuk berbagai kondisi, mulai dari maag hingga kanker. Namun, klaim semacam itu tidak didukung bukti ilmiah yang memadai.
Hingga saat ini, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa jus kentang dapat menyembuhkan kanker, menggantikan obat lambung, mengobati diabetes, dan menjadi pengganti terapi medis untuk penyakit kronis.
Risiko minum jus kentang
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kamu minum jus kentang:
- Hindari kentang yang berwarna hijau
Kentang yang berubah hijau dapat mengandung kadar lebih tinggi dari senyawa alami bernama solanin.
Konsumsi solanin dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan mual, muntah, diare, hingga gejala neurologis.
- Perhatikan kebersihan
Karena kentang tumbuh di dalam tanah, pencucian yang baik sangat penting untuk mengurangi risiko kontaminasi.
- Tidak cocok untuk semua orang
Jus kentang tetap mengandung karbohidrat dan kalori. Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, perlu mempertimbangkan total asupan karbohidrat harian mereka.
Jus kentang mengandung sejumlah nutrisi dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu meredakan gejala gangguan lambung tertentu, menyediakan kalium untuk kesehatan jantung, serta diperkuat antioksidan.
Akan tetapi, bukti ilmiah mengenai sebagian besar manfaatnya masih berkembang. Jus kentang bukan obat ajaib dan tidak dapat menggantikan pengobatan medis yang telah terbukti efektif.
Jika ingin mencobanya, hanya gunakan kentang segar yang tidak berwarna hijau dan tetap menjadikan pola makan sehat seimbang sebagai fondasi utama kesehatan.
Referensi
S. Chrubasik et al., “Efficacy and Tolerability of Potato Juice in Dyspeptic Patients: A Pilot Study,” Phytomedicine 13, no. 1–2 (August 18, 2005): 11–15, https://doi.org/10.1016/j.phymed.2005.03.005.
USDA FoodData Central. "Potatoes, Raw." Diakses Juni 2026.
N. J. Aburto et al., “Effect of Increased Potassium Intake on Cardiovascular Risk Factors and Disease: Systematic Review and Meta-analyses,” BMJ 346, no. apr03 3 (April 3, 2013): f1378, https://doi.org/10.1136/bmj.f1378.
Hazal Akyol et al., “Phenolic Compounds in the Potato and Its Byproducts: An Overview,” International Journal of Molecular Sciences 17, no. 6 (May 27, 2016): 835, https://doi.org/10.3390/ijms17060835.
Flora Christine Amagloh et al., “Bioactive Compounds and Antioxidant Activities in Peeled and Unpeeled Sweetpotato Roots of Different Varieties and Clones in Uganda,” Future Foods 6 (September 13, 2022): 100183, https://doi.org/10.1016/j.fufo.2022.100183.
Ru W, Pang Y, Gan Y, Liu Q, Bao J. "Phenolic Compounds and Antioxidant Activities of Potato Cultivars with White, Yellow, Red and Purple Flesh." Antioxidants (Basel). 2019 Sep 20;8(10):419. doi: 10.3390/antiox8100419.
National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. "Vitamin C Fact Sheet." Diakses Juni 2026.
Mendel Friedman, “Potato Glycoalkaloids and Metabolites: Roles in the Plant and in the Diet,” Journal of Agricultural and Food Chemistry 54, no. 23 (October 20, 2006): 8655–81, https://doi.org/10.1021/jf061471t.
Food and Agriculture Organization (FAO). "Natural Toxins in Food Plants." Diakses Juni 2026.



![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Mengelola Amarah](https://image.idntimes.com/post/20230413/pexels-cottonbro-studio-9063608-799c959c8a681bc3037abd5954852522.jpg)




![[QUIZ] Tipe Coping Mechanism Kamu Mirip Siapa di 'Upin & Ipin'?](https://image.idntimes.com/post/20260309/whatsapp-image-2026-03-09-at-09_012f021f-b388-4d24-a20e-61d93efb88cd.jpeg)







![[QUIZ] Kalau Lagi Burnout, Kamu Mirip Karakter 'Upin & Ipin' yang Mana?](https://image.idntimes.com/post/20260309/whatsapp-image-2026-03-09-at-09_3148b929-df21-487c-85e3-44656f0014a3.jpeg)

