- Benjolan.
- Pembesaran salah satu testis.
- Perubahan bentuk.
- Rasa berat yang tidak biasa.
- Nyeri atau ketidaknyamanan yang menetap.
7 Cara Merawat Testis, Punya Peran Vital bagi Lelaki

Kesehatan testis tidak hanya berpengaruh pada kesuburan, tetapi juga produksi hormon testosteron dan kesehatan laki-laki secara keseluruhan.
Kebiasaan sehari-hari seperti menjaga berat badan, menghindari panas berlebih, dan melakukan pemeriksaan mandiri dapat membantu mendeteksi masalah lebih dini.
Nyeri, benjolan, pembengkakan, atau perubahan ukuran testis tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda kondisi medis yang membutuhkan evaluasi dokter.
Ada satu organ yang jarang diperhatikan sampai muncul masalah, yaitu testis atau buah zakar. Padahal, selain bertugas memproduksi sperma, organ ini juga menghasilkan testosteron, hormon yang memengaruhi massa otot, kepadatan tulang, energi, suasana hati, hingga fungsi seksual.
Kabar baiknya, banyak masalah kesehatan testis dapat dicegah atau dideteksi lebih awal melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari gaya hidup hingga mengenali perubahan pada tubuh sendiri, langkah-langkah di bawah ini dapat membantu menjaga fungsi testis tetap optimal dalam jangka panjang.
Table of Content
1. Kenali bentuk dan kondisi testis lewat pemeriksaan mandiri
Salah satu cara paling sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan testis adalah mengenali kondisi normal tubuh sendiri.
Banyak kasus kanker testis pertama kali ditemukan oleh penderitanya sendiri saat menyadari adanya benjolan atau perubahan yang tidak biasa.
Pemeriksaan mandiri sebulan sekali sudah cukup bagi sebagian besar laki-laki. Waktu terbaik melakukannya adalah setelah mandi air hangat karena kulit skrotum lebih rileks.
Perhatikan apakah ada:
Penting untuk diingat bahwa tidak semua benjolan berarti kanker. Namun, perubahan yang baru muncul tetap perlu dievaluasi oleh dokter. Makin dini masalah ditemukan, makin besar peluang penanganan yang efektif.
2. Hindari paparan panas berlebihan pada area testis
Ada alasan kenapa testis berada di luar rongga tubuh. Produksi sperma bekerja paling optimal pada suhu yang sedikit lebih rendah dibanding suhu inti tubuh. Karena itu, tubuh menempatkan testis di dalam skrotum sebagai mekanisme pengaturan suhu alami.
Peningkatan suhu testis yang terjadi terus-menerus dapat mengganggu pembentukan sperma dan menurunkan kualitas sperma.
Beberapa sumber panas yang sering dibahas dalam penelitian meliputi:
- Sauna dan hot tub yang terlalu sering.
- Paparan panas industri.
- Menempatkan laptop panas langsung di pangkuan dalam waktu lama.
Bukan berarti semuanya harus dihindari sepenuhnya. Namun, paparan panas yang berlebihan dan berulang sebaiknya dibatasi, terutama bagi yang sedang merencanakan kehamilan.
3. Jaga berat badan tetap sehat

Tidak hanya berdampak pada jantung dan metabolisme, obesitas juga bisa memengaruhi kesehatan reproduksi. Kelebihan lemak tubuh dapat mengubah keseimbangan hormon, meningkatkan peradangan kronis tingkat rendah, serta dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma.
Jaringan lemak juga dapat meningkatkan konversi testosteron menjadi estrogen melalui enzim aromatase.
Akibatnya, laki-laki yang obesitas lebih berisiko mengalami:
- Penurunan testosteron.
- Gangguan kesuburan.
- Penurunan kualitas sperma.
Menjaga berat badan sehat melalui pola makan bergizi dan rutin berolahraga adalah salah satu investasi terbaik untuk kesehatan testis dalam jangka panjang.
4. Lindungi testis dari cedera
Cedera pada area selangkangan merupakan salah satu risiko yang sering diabaikan, terutama pada olahraga tertentu. Sepak bola, bela diri, baseball, hoki, dan bersepeda merupakan beberapa aktivitas yang dapat meningkatkan risiko benturan pada testis.
Sebagian besar cedera memang bersifat ringan. Namun, trauma yang berat dapat menyebabkan:
- Perdarahan.
- Robekan jaringan testis.
- Gangguan aliran darah.
- Kerusakan permanen pada fungsi testis.
Penggunaan alat pelindung yang sesuai selama olahraga kontak dapat membantu mengurangi risiko cedera serius.
Jika setelah benturan muncul nyeri hebat, pembengkakan signifikan, atau mual, jangan menunda-nunda menemui dokter.
5. Jangan abaikan tanda infeksi atau penyakit menular seksual
Infeksi pada testis maupun saluran reproduksi dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi adalah epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis, saluran yang menyimpan dan mengangkut sperma.
Beberapa kasus berhubungan dengan infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Nyeri pada testis.
- Pembengkakan.
- Kemerahan.
- Demam.
- Nyeri saat buang air kecil.
Menggunakan kondom dan menjalani skrining jika memiliki faktor risiko dapat membantu melindungi kesehatan reproduksi sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang.
6. Rutin berolahraga, tetapi hindari penggunaan steroid anabolik

Olahraga dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin, menjaga berat badan sehat, dan mendukung produksi hormon yang lebih baik. Namun, manfaat ini dapat berbalik jika seseorang menggunakan steroid anabolik untuk meningkatkan massa otot.
Penggunaan steroid anabolik dapat menekan produksi testosteron alami tubuh sehingga testis mengecil dan produksi sperma menurun.
Pada sebagian kasus, efek tersebut dapat berlangsung lama meskipun penggunaan steroid sudah dihentikan.
Membangun kebugaran secara alami tetap paling aman bagi kesehatan testis.
7. Jangan menunda menemui dokter jika mengalami nyeri testis mendadak
Salah satu kondisi yang paling perlu diwaspadai adalah torsio testis, yaitu keadaan ketika testis berputar sehingga aliran darahnya terhambat. Ini merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Gejalanya biasanya meliputi:
- Nyeri hebat yang muncul mendadak.
- Pembengkakan.
- Mual atau muntah.
- Posisi testis tampak berubah.
Makin cepat ditangani, makin besar peluang menyelamatkan fungsi testis.
Apakah semua benjolan pada testis berbahaya?
Tidak.
Beberapa kondisi jinak seperti kista epididimis, hidrokel, atau varikokel juga dapat menyebabkan benjolan atau perubahan pada area skrotum. Namun, kamu tidak bisa memastikan penyebabnya hanya dengan meraba sendiri.
Karena itu, setiap perubahan baru yang menetap sebaiknya diperiksa oleh dokter.
Prinsipnya adalah, lebih baik memeriksa benjolan yang ternyata tidak berbahaya daripada mengabaikan kondisi serius yang sebenarnya dapat diobati jika ditemukan lebih awal.
Pemeriksaan mandiri secara berkala, menjaga berat badan sehat, menghindari panas berlebih, melindungi diri dari cedera, mencegah infeksi, dan rutin berolahraga, merupakan langkah-langkah sederhana dalam menjaga kesehatan testis.
Selain itu, jangan mengabaikan gejala atau perubahan apa pun. Banyak masalah kesehatan testis dapat ditangani dengan baik jika ditemukan sejak dini.
Referensi
Damayanthi Durairajanayagam et al., “Testicular Heat Stress and Sperm Quality,” in Male Infertility, 2014, 105–25, https://doi.org/10.1007/978-1-4939-1040-3_8.
Nicole O. Palmer et al., “Impact of Obesity on Male Fertility, Sperm Function and Molecular Composition,” Spermatogenesis 2, no. 4 (October 1, 2012): 253–63, https://doi.org/10.4161/spmg.21362.
American Urological Association. "Urology Health." Diakses Juni 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. "Epididymitis Treatment Guidelines." Diakses Juni 2026
Diana Vaamonde et al., “Physically Active Men Show Better Semen Parameters and Hormone Values Than Sedentary Men,” European Journal of Applied Physiology 112, no. 9 (January 10, 2012): 3267–73, https://doi.org/10.1007/s00421-011-2304-6.
National Institute on Drug Abuse. "Anabolic Steroids and Health Effects." Diakses Juni 2026.
Mayo Clinic. "Testicular Torsion." Diakses Juni 2026.
Andrew Stephenson et al., “Diagnosis and Treatment of Early-Stage Testicular Cancer: AUA Guideline Amendment 2023,” The Journal of Urology 211, no. 1 (September 14, 2023): 20–25, https://doi.org/10.1097/ju.0000000000003694.

![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Mengelola Amarah](https://image.idntimes.com/post/20230413/pexels-cottonbro-studio-9063608-799c959c8a681bc3037abd5954852522.jpg)




![[QUIZ] Tipe Coping Mechanism Kamu Mirip Siapa di 'Upin & Ipin'?](https://image.idntimes.com/post/20260309/whatsapp-image-2026-03-09-at-09_012f021f-b388-4d24-a20e-61d93efb88cd.jpeg)







![[QUIZ] Kalau Lagi Burnout, Kamu Mirip Karakter 'Upin & Ipin' yang Mana?](https://image.idntimes.com/post/20260309/whatsapp-image-2026-03-09-at-09_3148b929-df21-487c-85e3-44656f0014a3.jpeg)



