Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Disetujui FDA Jadi Bahan Sunscreen, Apa Itu Bemotrizinol?

Disetujui FDA Jadi Bahan Sunscreen, Apa Itu Bemotrizinol?
ilustrasi seorang perempuan menggunakan sunscreen di wajah (pixabay.com/Feygrace)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • FDA akhirnya menyetujui bemotrizinol sebagai bahan aktif sunscreen baru di AS, menjadi tambahan filter UV pertama sejak akhir 1990-an setelah lama digunakan di Eropa dan Asia.

  • Bemotrizinol dikenal sebagai filter UV spektrum luas yang fotostabil, mampu melindungi dari sinar UVA dan UVB sekaligus, serta memiliki tingkat penyerapan ke tubuh yang sangat rendah.

  • Bahan ini memungkinkan formulasi sunscreen lebih ringan dan nyaman tanpa white cast, memberi alternatif modern bagi pengguna sekaligus memperluas pilihan perlindungan kulit di pasar AS.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sudah digunakan selama bertahun-tahun dalam berbagai sunscreen di Eropa dan Asia, akhirnya baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) akhirnya menyetujui bemotrizinol sebagai bahan aktif sunscreen yang boleh digunakan di Negeri Paman Sam. Ini merupakan penambahan filter ultraviolet (UV) baru pertama ke dalam regulasi sunscreen FDA sejak akhir 1990-an.

Apa sebenarnya bemotrizinol?

Table of Content

Apa itu bemotrizinol?

Apa itu bemotrizinol?

Bemotrizinol adalah senyawa filter UV yang dikenal juga dengan nama BEMT, Tinosorb S, bis-ethylhexyloxyphenol methoxyphenyl triazine, dan parsol shield.

Tugas utamanya adalah menyerap radiasi UV sebelum sinar tersebut merusak kulit. Berbeda dengan beberapa filter lama yang hanya efektif terhadap jenis UV tertentu, bemotrizinol mampu melindungi dari UVA dan UVB secara bersamaan.

Inilah alasan mengapa bahan ini sering disebut sebagai filter UV "broad-spectrum" atau spektrum luas.

Perlindungan terhadap UVA dan UVB sama-sama penting

Sinar UV terdiri dari beberapa jenis yang memberikan dampak berbeda.

UVB si penyebab kulit terbakar

UVB terutama menyerang lapisan kulit bagian luar. Efeknya antara lain:

  • Kulit kemerahan.
  • Sunburn.
  • Kerusakan DNA yang meningkatkan risiko kanker kulit.

UVA dapat meningkatkan risiko kanker

UVA menembus lebih dalam ke kulit. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan:

  • Penuaan dini.
  • Keriput.
  • Hiperpigmentasi.
  • Penurunan elastisitas kulit.
  • Peningkatan risiko kanker kulit.

Banyak sunscreen lama sangat baik melindungi dari UVB, tetapi tidak selalu memberikan perlindungan UVA yang optimal. Beberapa ahli bahkan menyebut kesenjangan perlindungan UVA sebagai salah satu kelemahan sunscreen generasi lama di AS.

Keunggulan bemotrizinol

Seorang pria tanpa baju sedang mengoleskan sunscreen di wajahnya sambil memegang botol tabir surya berlatar belakang biru muda.
ilustrasi seorang laki-laki mengaplikasikan sunscreen (magnific.com/tonodiaz)

Ada beberapa hal yang membuat bemotrizinol unggul

1. Fotostabil

Salah satu masalah pada beberapa filter UV lama adalah kemampuannya yang menurun setelah terkena sinar matahari.

Contoh yang sering dibahas adalah avobenzone. Filter ini efektif terhadap UVA, tetapi dapat mengalami degradasi ketika terpapar sinar matahari sehingga sering membutuhkan bahan penstabil tambahan.

Pada bemotrizinol, penelitian menunjukkan bahwa bahan ini fotostabil, artinya tetap bekerja efektif meski terkena paparan sinar matahari dalam waktu lama. Ini membantu mempertahankan perlindungan sunscreen secara lebih konsisten.

2. Perlindungan terhadap UVA yang lebih baik

Banyak dermatolog menganggap kemampuan perlindungan UVA sebagai salah satu keunggulan bemotrizinol. Ini penting karena:

  • UVA hadir sepanjang tahun.
  • Dapat menembus kaca.
  • Berkontribusi pada penuaan kulit dan kanker kulit.

Dengan perlindungan UVA yang lebih kuat, sunscreen berpotensi memberikan perlindungan yang lebih lengkap terhadap kerusakan kulit jangka panjang.

3. Penyerapan ke tubuh sangat rendah

Ada perdebatan mengenai sejumlah filter UV kimia yang dapat terdeteksi dalam aliran darah setelah penggunaan berulang.

Penting dicatat bahwa keberadaan suatu bahan dalam darah tidak otomatis berarti bahan tersebut berbahaya. Namun, isu ini memicu penelitian lebih lanjut mengenai keamanan sunscreen.

Salah satu alasan FDA menyetujui bemotrizinol adalah karena data menunjukkan bahan ini memiliki penyerapan melalui kulit yang sangat rendah. Studi yang ditinjau oleh FDA menemukan kadar sistemiknya tetap jauh di bawah ambang batas yang menjadi perhatian regulator.

4. Cenderung lebih nyaman digunakan

Beberapa orang tidak suka pakai sunscreen karena produknya terasa tidak nyaman. Keluhan yang umum antara lain lengket, berminyak, terasa berat, dan meninggalkan white cast.

Bemotrizinol memberi fleksibilitas lebih besar bagi produsen untuk membuat formula yang ringan dan nyaman dipakai sehari-hari. Para ahli menilai ini bisa meningkatkan kepatuhan penggunaan sunscreen, yang pada akhirnya jauh lebih penting daripada sekadar angka SPF di kemasan.

Kenapa baru disetujui oleh FDA?

Di banyak negara, sunscreen dikategorikan sebagai kosmetik. Sementara di AS, sunscreen diklasifikasikan sebagai obat bebas.

Konsekuensinya, proses evaluasi bahan baru menjadi lebih panjang dan kompleks. Itulah kenapa bemotrizinol sudah digunakan selama puluhan tahun di Eropa dan Asia sebelum akhirnya mendapatkan lampu hijau dari FDA pada Juni 2026.

Apakah bemotrizinol lebih baik daripada zinc oxide?

Tidak ada satu bahan sunscreen yang sempurna untuk semua orang.

Keunggulan zinc oxide

  • Perlindungan UVA dan UVB yang luas.
  • Sangat stabil.
  • Cocok untuk kulit sensitif.

Keunggulan bemotrizinol

  • Tekstur lebih ringan.
  • Tidak meninggalkan white cast.
  • Sangat fotostabil.
  • Perlindungan UVA yang kuat.

Dalam praktiknya, banyak sunscreen modern justru mengombinasikan beberapa filter UV sekaligus untuk mendapatkan perlindungan yang lebih optimal.

Walaupun baru mengantongi persetujuan penggunaan di AS oleh FDA, tetapi bemotrizinol bukan bahan baru dalam pasar sunscreen global.

Filter UV ini menawarkan kombinasi perlindungan UVA dan UVB yang luas, fotostabilitas tinggi, penyerapan sistemik yang sangat rendah, serta formulasi yang lebih nyaman digunakan.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa sunscreen terbaik tetaplah produk yang benar-benar kamu gunakan setiap hari, dalam jumlah cukup, dan diaplikasikan ulang sesuai kebutuhan.

Referensi

S. Afonso et al., “Photodegradation of Avobenzone: Stabilization Effect of Antioxidants,” Journal of Photochemistry and Photobiology B Biology 140 (July 15, 2014): 36–40, https://doi.org/10.1016/j.jphotobiol.2014.07.004.

Food and Drug Administration. “FDA Expands Sunscreen Options for the First Time in 20 Years.” Diakses Juni 2026.

J. Frank Nash and Paul R. Tanner, “Relevance of UV Filter/Sunscreen Product Photostability to Human Safety,” Photodermatology Photoimmunology & Photomedicine 30, no. 2–3 (January 17, 2014): 88–95, https://doi.org/10.1111/phpp.12113.

Uli Osterwalder, Myriam Sohn, and Bernd Herzog, “Global State of Sunscreens,” Photodermatology Photoimmunology & Photomedicine 30, no. 2–3 (January 17, 2014): 62–80, https://doi.org/10.1111/phpp.12112.

Federal Register. “Amending Over-the-Counter Monograph M020: Sunscreen Drug Products for Over-the-Counter Human Use.” Diakses Juni 2026.

U.S. Food and Drug Administration. "FDA Expands Sunscreen Options for the First Time in 20 Years." Diakses Juni 2026.

Wang, Steven Q., Henry W. Lim, and Zoe D. Draelos. Journal of the American Academy of Dermatology 91, no. 3 (2024): 451–460. https://doi.org/10.1016/j.jaad.2024.02.015.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More