Comscore Tracker

7 Penyebab Umum Kelumpuhan Wajah, dari Bell's Palsy hingga Tumor

Bisa terjadi pada salah satu atau kedua sisi wajah

Normalnya, otak menggerakkan otot dengan mengirimkan sinyal melalui saraf. Namun, terkadang terjadi gangguan pada proses ini. Ketika ada masalah yang memengaruhi saraf wajah, ini dapat menyebabkan kelumpuhan wajah.

Kelumpuhan wajah ialah hilangnya gerakan wajah yang disebabkan adanya kerusakan saraf. Kelumpuhan wajah bisa terjadi pada satu atau kedua sisi wajah. Saat terjadi kelumpuhan wajah, otot-otot wajah mungkin tampak terkulai atau menjadi lemah.

Di sini, kamu akan diajak mengetahui apa saja penyebab kelumpuhan wajah. Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa menetapkan kiat-kiat untuk mencegah maupun mengatasinya.

1. Stroke

7 Penyebab Umum Kelumpuhan Wajah, dari Bell's Palsy hingga Tumorilustrasi stroke (stroke.org)

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), stroke terjadi saat otak tidak mendapatkan cukup suplai darah atau ketika terjadi pendarahan di otak. Hal ini dapat memengaruhi cara otak mengirimkan pesan ke otot-otot tubuh.

Stroke datang secara tiba-tiba dan membutuhkan perhatian medis darurat. Gejala stroke meliputi:

  • Mati rasa atau kelemahan bagian tubuh tertentu.
  • Kebingungan.
  • Kesulitan berbicara atau memahami kata-kata.
  • Masalah penglihatan pada satu atau kedua mata.
  • Kesulitan berjalan.
  • Pusing.
  • Masalah keseimbangan dan koordinasi.
  • Sakit kepala.

2. Bell's palsy

7 Penyebab Umum Kelumpuhan Wajah, dari Bell's Palsy hingga Tumorilustrasi Bell's palsy (pacificneuroscienceinstitute.org)

Bell's palsy ialah gangguan neurologis yang memengaruhi saraf kranial ketujuh, yang merupakan salah satu saraf wajah, dan menyebabkan hilangnya kemampuan menggerakkan satu sisi wajah. Menurut National Organization for Rare Disorders (NORD), Bell's palsy cenderung datang secara tiba-tiba dan memburuk selama beberapa jam.

Orang yang terkena Bell's palsy mungkin tidak mampu menggerakkan otot salah  satu sisi wajah, dan mungkin terlihat datar tanpa ekspresi. Terkadang, sisi yang terkena akan kehilangan kemampuan menutup mata. Sebelum terjadinya kelumpuhan, orang tersebut mungkin mengalami:

  • Demam tinggi.
  • Sakit di belakang telinga.
  • Rasa kaku di leher.
  • Kelemahan atau kekakuan pada satu sisi wajah.

Masih belum jelas apa penyebab pasti dari Bell's palsy. Namun, virus dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh mungkin menjadi penyebabnya.

3. Neurosarcoidosis

7 Penyebab Umum Kelumpuhan Wajah, dari Bell's Palsy hingga Tumorilustrasi neurosarcoidosis (freepik.com/jcomp)

Neurosarcoidosis ialah jenis sarkoidosis, yang merupakan kondisi peradangan kronis yang terjadi saat sistem imunitas memberikan respons yang berlebihan. Sementara sarkoidosis utamanya mempengaruhi paru-paru, neurosarcoidosis menyebabkan peradangan di otak, sumsum tulang belakang, atau saraf.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, gejala neurosarcoidosis dapat muncul secara tiba-tiba atau perlahan. Gejalanya meliputi:

  • Kelemahan pada otot di satu sisi wajah.
  • Sakit kepala.
  • Kejang.
  • Hilang ingatan.
  • Halusinasi.
  • Lekas marah dan agitasi.
  • Perubahan suasana hati dan perilaku.

Baca Juga: Penyakit Lyme: Penyebab, Gejala, Komplikasi, Pengobatan, Pencegahan

4. Penyakit Lyme

7 Penyebab Umum Kelumpuhan Wajah, dari Bell's Palsy hingga Tumorilustrasi penyakit Lyme (commons.wikimedia.org/CNX OpenStax)

Kutu kaki hitam adalah serangga kecil yang dapat membawa bakteri. Saat serangga ini menggigit manusia, bakteri yang dibawa dapat masuk ke orang tersebut dan menyebabkan penyakit Lyme.

Menurut CDC, gejala penyakit Lyme bervariasi dari orang ke orang, tergantung stadium infeksi. Tanda dan gejala awal biasanya muncul pada hari ke 3-30 setelah gigitan kutu, yang dapat mencakup:

  • Demam.
  • Menggigil.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Nyeri sendi dan otot.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

5. Tumor

7 Penyebab Umum Kelumpuhan Wajah, dari Bell's Palsy hingga Tumorilustrasi pasien mengidap tumor (unsplash.com/Sharon McCutcheon)

Laman University of Texas Southwestern Medical Center menyebutkan bahwa tumor dapat menyebabkan kelumpuhan saraf wajah. Neuroma akustik, kolesteatoma, schwannoma, dan karsinoma invasif adalah beberapa jenis tumor yang lebih umum.

Gejala yang dialami pasien dapat bervariasi, mulai dari kelumpuhan akut yang tidak menunjukkan perbaikan selama beberapa bulan hingga kelumpuhan progresif lambat yang sering disertai dengan kedutan atau gerakan abnormal di wajah. Ketika tumor sangat dekat dengan saraf wajah, kelumpuhan wajah sementara atau permanen dapat terjadi setelah pengangkatan tumor.

6. Cedera otak traumatis

7 Penyebab Umum Kelumpuhan Wajah, dari Bell's Palsy hingga Tumorilustrasi cedera otak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Cedera otak traumatis terjadi akibat adanya serangan fisik secara tiba-tiba, eksternal, dan merusak otak. Menurut Johns Hopkins Medicine, ini adalah salah satu penyebab paling umum kecacatan dan kematian pada orang dewasa. 

Cedera otak traumatis adalah istilah luas yang menggambarkan beragam cedera yang terjadi pada otak. Kerusakan dapat bersifat terbatas pada satu area otak atau terjadi di lebih dari satu area otak.

Tingkat keparahan cedera otak dapat berkisar dari gegar otak ringan hingga cedera parah yang mengakibatkan koma atau bahkan kematian. Gejala dari cedera otak traumatis dapat beragam, salah satunya berupa kelumpuhan wajah.

7. Virus

7 Penyebab Umum Kelumpuhan Wajah, dari Bell's Palsy hingga Tumorilustrasi virus varicella-zoster yang menyebabkan sindrom Ramsay-Hunt (drugtopics.com)

Infeksi beberapa virus dapat menyebabkan kelumpuhan wajah. Beberapa di antaranya:

  • Varicella zoster.
  • Herpes simpleks.
  • Epstein-Barr.

Virus varicella zoster menyebabkan sindrom Ramsay-Hunt, di mana pasien sering memiliki riwayat sakit telinga, kelumpuhan wajah perifer, dan ruam di liang telinga. Gejala lain sindrom Ramsay-Hunt termasuk gangguan pendengaran, sensitivitas terhadap kebisingan, dan berkurangnya air mata.

Kelumpuhan pada wajah bisa terjadi dalam kurun waktu sementara atau permanen, tergantung pada penyebabnya. Jika kamu atau orang terdekatmu memiliki masalah kesulitan menggerakkan salah satu atau kedua sisi wajah, segera hubungi dokter. Sebab, cara terbaik untuk mengatasi masalah kelumpuhan wajah adalah dengan mengatasi kondisi yang mendasarinya.

Baca Juga: 6 Fakta Bell's Palsy, Penyakit Kelumpuhan yang Menyerang Separuh Wajah

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya