Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta-Fakta Super Flu, Apa yang Harus Diwaspadai?

5 min read
Fakta-Fakta Super Flu, Apa yang Harus Diwaspadai?
ilustrasi flu (vecteezy.com/Thanasak Wongsuk)
  • "Super flu" adalah sebutan populer untuk influenza A(H3N2) subclade K, cabang flu musiman dengan perubahan genetik; belum ada bukti penyakitnya lebih berat daripada influenza lain.

  • Gejalanya mirip flu biasa dan tidak dapat memastikan subclade K tanpa tes laboratorium. Virus ini terdeteksi di 13 provinsi Indonesia, dengan 76 deteksi hingga 19 September 2026.

  • Vaksin influenza tetap bermanfaat, terutama untuk mengurangi risiko penyakit berat. Kelompok rentan perlu segera berkonsultasi bila bergejala, terutama saat muncul sesak napas, nyeri dada, atau dehidrasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  1. 1. "Super flu" bukan nama resmi

    Para ahli dan organisasi kesehatan menggunakan istilah influenza A(H3N2) subclade K, bukan super flu. Istilah super flu lebih banyak digunakan sebagai label populer untuk menggambarkan penyebaran subclade K yang cepat di sejumlah negara.

    Adanya kata "super" tidak boleh langsung diartikel virus lebih mematikan atau selalu menyebabkan gejala lebih berat.

  2. 2. Subclade K masih termasuk flu musiman

    Influenza A(H3N2) merupakan salah satu virus influenza musiman yang beredar pada manusia. Subclade K adalah cabang genetik dari virus tersebut.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pertama kali mengidentifikasi subclade K melalui analisis sekuens genetik pada Agustus 2025. Sejak itu, deteksinya meningkat di berbagai negara.

    Virus influenza terus mengalami perubahan karena proses yang disebut antigenic drift. Perubahan kecil ini dapat menghasilkan cabang virus baru yang memiliki karakteristik genetik berbeda dari pendahulunya.

  3. 3. Subclade K memiliki perubahan pada protein permukaan virus

    Ilustrasi partikel virus influenza A berbentuk bulat dengan permukaan berduri, terlihat melalui mikroskop dalam warna gelap.
    ilustrasi virus influenza A dilihat dari mikroskop (unsplash.com/CDC)

    Subclade K memiliki sejumlah perubahan pada gen hemaglutinin (HA). Protein ini berada di permukaan virus dan berperan dalam proses virus menempel pada sel tubuh.

    Perubahan pada HA dapat membuat virus sedikit berbeda dari virus influenza yang sebelumnya dikenali oleh sistem kekebalan tubuh. CDC menyebut Subclade K sebagai virus yang mengalami perubahan antigenik dibanding beberapa virus H3N2 yang beredar sebelumnya, termasuk komponen H3N2 dalam vaksin influenza musim 2025–2026 di Amerika Serikat (AS).

    Namun, perbedaan antigenik tidak berarti vaksin menjadi sia-sia. Perlindungan terhadap infeksi dapat berubah, tetapi manfaat terhadap penyakit berat tetap dapat dipertahankan.

  4. 4. Belum ada bukti subclade K menyebabkan penyakit yang lebih berat

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), data epidemiologi yang tersedia belum menunjukkan subclade K menyebabkan tingkat keparahan penyakit yang lebih tinggi dibanding influenza musiman lainnya.

    Meski demikian, influenza tetap dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis atau daya tahan tubuh rendah.

    Risiko suatu musim influenza juga dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti jumlah orang yang terinfeksi, tingkat vaksinasi, kekebalan masyarakat, dan seberapa cepat virus menyebar.

  5. 5. Penyebaran cepat tidak sama dengan keparahan tinggi

    Subclade K dikaitkan dengan awal musim influenza yang lebih cepat dan peningkatan aktivitas flu di sejumlah negara. Tinjauan ilmiah dalam jurnal Pathogens menyebut subclade K mendominasi sebagian besar sekuens H3N2 di Eropa pada musim 2025–2026.

    Peneliti juga menemukan adanya perubahan pada sejumlah bagian protein HA yang berhubungan dengan kemampuan virus menghindari sebagian pengenalan oleh sistem kekebalan tubuh. Namun, ini tidak berarti setiap orang yang terinfeksi akan mengalami sakit berat.

  6. 6. Gejalanya tidak bisa dibedakan dari flu biasa

    Ilustrasi anak laki-laki mengalami flu dan demam tinggi dengan kompres penurun panas menempel di dahinya.
    ilustrasi anak mengalami demam tinggi saat flu (vecteezy.com/Pitsanu Jaroenpipitaphorn)

    Gejala infeksi subclade K tidak dapat dikenali hanya dari keluhan sehari-hari. Gejalanya dapat menyerupai influenza musiman lain, seperti:

    • Demam yang muncul tiba-tiba.
    • Batuk, biasanya kering.
    • Sakit kepala.
    • Nyeri otot dan sendi.
    • Sakit tenggorokan.
    • Pilek.
    • Kelelahan.

    Keluhan tersebut juga dapat disebabkan virus pernapasan lain, termasuk COVID-19 dan RSV. Karena itu, gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi subclade K. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengidentifikasi tipe atau cabang genetik virus.

  7. 7. Subclade K sudah terdeteksi di Indonesia

    Dalam laporan pengawasan Kementerian Kesehatan RI yang diperbarui pada 19 September 2026, H3N2 Subclade K tercatat di 13 provinsi dengan total 76 deteksi.

    Jumlah tertinggi ditemukan di:

    • Jawa Timur: 18 deteksi;.
    • Kalimantan Selatan: 18 deteksi.
    • Jawa Barat: 12 deteksi.
    • DKI Jakarta: 11 deteksi.
    • Sumatera Selatan: 5 deteksi.
    • Sumatera Utara: 3 deteksi.

    Dalam laporan yang sama, aktivitas influenza secara keseluruhan masih dikategorikan rendah.

  8. 8. Vaksin influenza tetap memberi manfaat

    Seorang anak menerima vaksinasi influenza melalui suntikan di lengan oleh tenaga kesehatan sebagai ilustrasi imunisasi.
    ilustrasi anak mendapatkan vaksinasi influenza (unsplash.com/CDC)

    Perubahan genetik pada subclade K dapat membuat perlindungan vaksin terhadap infeksi berbeda dari perkiraan. Namun, vaksinasi tetap penting karena diharapkan dapat melindungi dari penyakit berat.

    Analisis terhadap sembilan studi di 19 negara Eropa selama dominasi subclade K menemukan efektivitas vaksin influenza A sekitar 25–45 persen pada berbagai kelompok usia dan lokasi layanan. Perlindungan pada anak-anak diperkirakan lebih tinggi, yaitu sekitar 47–72 persen.

    Temuan tersebut menunjukkan bahwa vaksin yang tidak sepenuhnya cocok dengan virus beredar tidak otomatis kehilangan seluruh manfaatnya.

    Sebagian besar orang yang sakit influenza pulih dalam sekitar satu minggu. Namun, anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau gangguan daya tahan tubuh sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter karena antivirus dapat memberikan manfaat lebih besar jika diberikan lebih awal.

    Segera cari pertolongan medis bila muncul sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, dehidrasi, demam yang tidak membaik, atau gejala yang sempat membaik lalu kembali memburuk.

    Vaksinasi, etika batuk, penggunaan masker saat sakit, dan perlindungan kelompok rentan tetap penting untuk mengurangi risiko penularan dan komplikasi.

    Referensi

    Centers for Disease Control and Prevention. “2025–2026 Flu Season.” Diakses September 2026.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 19 Sep (Minggu ke-37). September 19, 2026. https://surkarkes.kemkes.go.id/ringkasan-kasus/37/2026.

    Lucaccioni, Heloise, Diogo F. Marques, Freja Kirsebom, et al. “Influenza Vaccine Effectiveness from Nine Studies during Drifted A(H3N2) Subclade K Predominance, Europe, September 2025 to January 2026.” Eurosurveillance 31, no. 7 (2026): 2600109. https://doi.org/10.2807/1560-7917.ES.2026.31.7.2600109.

    Scarvaglieri, Irene, Maria Antonia De Francesco, Maria Alberti, et al. “Influenza A(H3N2) Subclade K: Epidemiology, Molecular Evolution and Vaccine Effectiveness in Europe.” Pathogens 15, no. 5 (2026): 474. https://doi.org/10.3390/pathogens15050474.

    World Health Organization. “Influenza (Seasonal).” Diakses September 2026.

    World Health Organization. “Seasonal Influenza—Global Situation.” Disease Outbreak News. Diakses September 2026.

    Apa itu super flu H3N2?

    “Super flu” adalah sebutan populer untuk influenza A(H3N2) subclade K atau J.2.4.1.

    Apakah subclade K lebih mematikan?

    Belum ada bukti bahwa subclade K menyebabkan penyakit yang lebih parah atau lebih mematikan dibandingkan influenza musiman lainnya.

    Apa saja gejalanya

    Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam tiba-tiba, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan jenis virusnya.

    Siapa yang paling berisiko mengalami komplikasi?

    Anak di bawah 5 tahun, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau daya tahan tubuh rendah lebih berisiko mengalami komplikasi influenza.

    Apakah vaksin flu masih bermanfaat?

    Ya. Meskipun perlindungan terhadap infeksi dapat berbeda karena perubahan virus, vaksin tetap membantu mengurangi risiko penyakit berat, rawat inap, dan kematian.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More