Comscore Tracker

Wajah Bengkak secara Bertahap atau Moon Face, Bisa Jadi Tanda Penyakit

Menjadikan wajah berubah lebih bulat dari keadaan normal

Pembengkakan wajah secara bertahap atau disebut juga dengan moon face menjadikan wajah berubah lebih bulat dari keadaan normal. Individu yang mengalaminya tentu akan merasa sangat tidak nyaman. Dampaknya bisa mengganggu penampilan dan menimbulkan perasaan malu atau tertekan.

Belum lagi pikiran lain pun berkecamuk mengenai pertanyaan terkait masalah kesehatan apa yang mungkin terjadi. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui penyebab, gejala, faktor risiko, pencegahan, dan pengobatannya.

1. Penyebab seseorang bisa memiliki moon face

Wajah Bengkak secara Bertahap atau Moon Face, Bisa Jadi Tanda Penyakitresearchgate.net/Milos Nikolic

Penyebab moon face yang paling umum adalah konsumsi obat kortikosteroid jenis prednison. Prednison biasanya diresepkan dokter untuk membantu mengurangi peradangan setelah menjalani transplantasi atau mengalami masalah kesehatan tertentu.

Masalah kesehatan tersebut meliputi asma, anemia, lupus, radang sendi, kanker, penyakit Addison, kondisi kulit tertentu, serta peradangan kronis.

Penggunaan prednison dalam jangka panjang dapat memengaruhi kelenjar adrenal dan produksi hormon tubuh. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut dapat menyebabkan efek samping, salah satunya moon face.

2. Moon face juga dapat menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu

Wajah Bengkak secara Bertahap atau Moon Face, Bisa Jadi Tanda Penyakitpexels.com/Elijah O'Donnell

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan moon face yaitu:  

  • Hipotiroidisme: kondisi ini terjadi ketika kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon dalam jumlah yang cukup. Hipotiroidisme dapat disebabkan oleh gangguan autoimun, efek samping pengobatan terapi radiasi kanker, dan pengangkatan kelenjar tiroid. Gejala yang dapat ditunjukkan meliputi depresi, penambahan berat badan, nyeri sendi, serta moon face.
  • Sindrom Cushing: kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi atau menerima terlalu banyak hormon kortisol. Terkadang dapat disebabkan oleh penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, juga dapat disebabkan oleh kondisi medis seperti tumor, tingkat stres tinggi, dan kelenjar pituitari yang terlalu banyak memproduksi hormon. Adapun gejala yang ditunjukkan meliputi penambahan berat badan, perubahan suasana hati, tekanan darah tinggi, serta moon face.

Baca Juga: 14 Penyebab Kaki Bengkak, Dari Hamil hingga Gagal Jantung

3. Faktor risiko pengembangan moon face

Wajah Bengkak secara Bertahap atau Moon Face, Bisa Jadi Tanda PenyakitSelebritas Hollywood Sarah Hyland pernah mengalami moon face akibat konsumsi prednisone. commons.wikimedia.org/Josh Hallett

Seperti yang telah disinggung pada poin pertama, individu yang mengonsumsi obat kortikosteroid terutama prednison dalam jangka waktu yang lama memiliki kemungkinan lebih besar mengembangkan moon face. 

Pada dasarnya, moon face bisa terjadi pada siapa saja yang mengonsumsi prednison. Beberapa bukti menunjukkan jika moon face akibat konsumsi prednison lebih sering terjadi pada wanita atau individu dengan berat badan berlebih.

Sementara itu, faktor risiko lain moon face terkait dengan hipotiroidisme dan sindrom Cushing yang lebih banyak terjadi pada perempuan. 

Perlu diingat bahwa tidak semua orang dengan hipotiroidisme atau sindrom Cushing pasti mengembangkan moon face. Hal ini merupakan gejala umum dari kedua masalah medis tersebut.

4. Bisakah moon face dicegah?

Wajah Bengkak secara Bertahap atau Moon Face, Bisa Jadi Tanda Penyakitunsplash.com/Louis Hansel @shotsoflouis

Moon face dapat menjadi peringatan akan gejala masalah medis atau efek samping konsumsi obat kortikosteroid. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko moon face adalah:

  • Mengelola berat badan: moon face menyebabkan sisi area wajah tertimbun oleh timbunan lemak. Salah satu solusi untuk mengurangi timbunan lemak di area wajah adalah dengan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi dan meningkatkan aktivitas fisik seperti olahraga.
  • Mengurangi asupan garam: mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan tubuh menahan air, sehingga memungkinkan terjadinya pembengkakan. Konsumsi terlalu banyak makanan asin seperti makanan kaleng atau makana beku bisa membuat wajah terlihat lebih bulat.
  • Konsultasi pada ahli medis: ahli medis seperti ahli gizi atau dokter dapat membantu membuat program perencanaan untuk membatasi jumlah kalori sekaligus memastikan asupan nutrisi yang tepat untuk pasien.

5. Pengobatan dan perawatan moon face

Wajah Bengkak secara Bertahap atau Moon Face, Bisa Jadi Tanda Penyakitpexels.com/Gustavo Fring

Pengobatan dan perawatan moon face tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika moon face disebabkan oleh konsumsi obat kortikosteroid seperti prednison, perawatan dapat dilakukan dengan pengurangan dosis yang akan dilakukan oleh dokter.

Opsi pengobatan dan perawatan moon face akibat hipotiroidisme dapat dilakukan dengan pemberian levothyroxine. Sementara itu, opsi pengobatan dan perawatan moon face akibat sindrom Cushing adalah mengurangi penggunaan obat kortikosteroid, konsumsi obat-obatan untuk mengatur jumlah kortisol dalam tubuh, radiasi atau kemoterapi untuk mengecilkan tumor, serta operasi pengangkatan tumor pada kelenjar adrenal. 

Moon face biasanya tidak menimbulkan gejala tambahan yang berbahaya. Namun, kondisi ini dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri dan citra tubuh individu yang bersangkutan. Meskipun demikian, tidak ada salahnya berkonsultasi pada dokter terkait dengan moon face yang terjadi secara bertahap hingga menimbulkan gejala lain yang signifikan.

Baca Juga: 8 Penyebab Mata Bengkak, dari yang Jinak hingga Berbahaya

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Riset, data, dan kepenulisan ilmiah adalah hal yang menyenangkan untuk ditelisik. Kecintaan terhadap dunia kepenulisan ditorehkannya melalui bait-bait alinea. Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya