Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

WHO: Katarak Masih Membutakan Jutaan Orang di Dunia

Sebanyak 207 pasien katarak dioperasi gratis.
Sebanyak 207 pasien katarak dioperasi gratis (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya sih...
  • Hampir 50 persen orang dengan kebutaan akibat katarak belum mendapatkan akses operasi yang dibutuhkan.
  • Wilayah Afrika dan perempuan mengalami kesenjangan akses terbesar: 3 dari 4 orang yang membutuhkan operasi katarak belum tertangani.
  • Operasi katarak cuma makan waktu 15 menit dan sangat cost-effective, tetapi aksesnya belum merata.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan perlahan mengabur. Pada tahap lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan.

Secara global, lebih dari 94 juta orang hidup dengan katarak. Namun, di balik angka besar itu, ada fakta lain yang lebih mengkhawatirkan, yaitu hampir setengah dari mereka yang mengalami kebutaan akibat katarak belum mendapatkan akses operasi yang dibutuhkan.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Global Health berdasarkan analisis 68 estimasi negara pada tahun 2023–2024. Studi tersebut menilai cakupan operasi katarak (cataract surgical coverage/CSC) dan memodelkan kesenjangan global yang masih terjadi.

Padahal, operasi katarak tergolong salah satu intervensi medis paling efektif dan paling hemat biaya di dunia. Prosedurnya sederhana, rata-rata hanya sekitar 15 menit, dan bisa langsung mengembalikan penglihatan secara signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa operasi ini bukan cuma tindakan medis, tetapi juga intervensi yang mengembalikan kemandirian, martabat, dan kesempatan hidup seseorang.

Dalam dua dekade terakhir, cakupan global operasi katarak memang meningkat sekitar 15 persen. Untuk dekade ini diproyeksikan naik lagi sekitar 8,4 persen. Namun, angka tersebut masih jauh dari target Majelis Kesehatan Dunia yang menargetkan peningkatan 30 persen pada tahun 2030.

Kesenjangan masih sangat terasa

Sebanyak 207 pasien katarak dioperasi gratis.
Sebanyak 207 pasien katarak dioperasi gratis (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Menurut studi, kesenjangan terbesar terjadi di Kawasan Afrika, di mana 3 dari 4 orang yang membutuhkan operasi katarak belum tertangani. Ketimpangan juga terlihat secara konsisten antara laki-laki dan perempuan. Akses perempuan terhadap layanan operasi katarak lebih rendah di hampir semua wilayah.

Hambatan ini bukan sekadar persoalan medis. Ada faktor struktural yang telah berlangsung lama, seperti kurangnya tenaga kesehatan mata terlatih, distribusi dokter yang tidak merata (terutama di daerah pedesaan), biaya yang harus dibayar sendiri oleh pasien, waktu tunggu panjang, hingga rendahnya kesadaran bahwa katarak dapat diobati.

Walaupun usia adalah faktor risiko utama, tetapi perkembangan katarak juga dapat dipercepat oleh paparan sinar UV-B berkepanjangan, merokok, penggunaan kortikosteroid jangka panjang, serta diabetes. Dengan populasi global yang terus menua, kebutuhan akan layanan operasi akan terus meningkat.

WHO menyerukan integrasi skrining penglihatan ke dalam layanan kesehatan primer, investasi pada infrastruktur bedah esensial, serta pemerataan tenaga kesehatan mata, terutama di wilayah terpencil dan kelompok rentan.

Katarak adalah penyebab kebutaan yang paling bisa dicegah. Tantangannya bukan pada teknologi atau efektivitas tindakan, melainkan pada memastikan akses yang adil dan merata. Dengan komitmen kebijakan dan pembiayaan yang konsisten, operasi 15 menit ini dapat mengubah jutaan kehidupan yang hari ini masih terjebak dalam kegelapan.

Referensi

Ian McCormick et al., “Effective Cataract Surgical Coverage in Adults Aged 50 Years and Older: Empirical Estimates From Population-based Surveys in 68 Countries and Modelled Estimates for 2000–30,” The Lancet Global Health, February 1, 2026, https://doi.org/10.1016/s2214-109x(25)00435-8.

"One in two people facing cataract blindness need access to life-changing surgery." World Health Organization. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

WHO: Katarak Masih Membutakan Jutaan Orang di Dunia

13 Feb 2026, 05:05 WIBHealth