Healthline. Diakses pada September 2026. "What Causes Shivering with Fever?"
Science Focus. Diakses pada September 2026. "Why do You Shiver When You Have a Fever?"
Science Insights. Diakses pada September 2026. "What to Do When You’re Shivering from a Fever."
VaccinesWork. Diakses pada September 2026. "Why We Get the Chills When We’re Burning Up with Fever."
Kenapa Demam Bisa Membuat Tubuh Menggigil?

- Demam terjadi ketika hipotalamus menaikkan target suhu tubuh. Meski suhu sudah meningkat, otak menganggap tubuh masih dingin sehingga memicu rasa kedinginan dan menggigil.
- Menggigil menghasilkan panas melalui kontraksi otot cepat, sementara pembuluh darah kulit menyempit untuk menahan panas. Setelah target suhu tercapai, menggigil mereda dan tubuh terasa panas.
- Saat demam turun, tubuh berkeringat untuk membuang panas. Jaga cairan dan kenyamanan; cari bantuan medis bila menggigil hebat disertai gejala serius, terutama pada kelompok rentan.
Saat demam, tubuh terasa panas ketika disentuh. Namun, anehnya, kita justru bisa merasa kedinginan sampai harus memakai selimut. Kondisi ini merupakan bagian dari cara tubuh mengatur suhu ketika melawan infeksi.
Demam terjadi ketika otak untuk sementara menaikkan batas suhu normal tubuh. Akibatnya, suhu tubuh yang sebenarnya sudah meningkat masih dianggap terlalu rendah oleh otak. Tubuh kemudian melakukan berbagai cara untuk menghasilkan dan mempertahankan panas, salah satunya dengan menggigil.
Table of Content
1. Otak punya pengatur suhu tubuh
Suhu inti tubuh manusia biasanya dipertahankan di sekitar 37 derajat Celsius. Pengaturan ini dilakukan oleh bagian otak yang disebut hipotalamus.
Hipotalamus ibarat termostat yang menjaga suhu tubuh agar tetap berada dalam kisaran yang sesuai. Ketika tubuh mendeteksi adanya infeksi, sistem kekebalan akan melepaskan berbagai zat pembawa pesan. Zat-zat tersebut kemudian memengaruhi hipotalamus sehingga menaikkan titik pengaturan suhu atau set point tubuh.
Misalnya, suhu tubuh yang biasanya dipertahankan sekitar 37 derajat Celsius bisa ditargetkan menjadi 39 derajat Celsius. Selama suhu tubuh belum mencapai target baru tersebut, otak menganggap tubuh masih terlalu dingin. Itulah sebabnya seseorang bisa merasa kedinginan dan menggigil meskipun saat diukur ternyata sedang demam.
2. Mengapa tubuh bisa menggigil saat demam?
Menggigil merupakan salah satu cara tubuh menghasilkan panas. Saat menggigil, otot-otot rangka berkontraksi dan mengendur dengan cepat tanpa dikendalikan secara sadar.
Ketika hipotalamus mendeteksi suhu tubuh masih berada di bawah set point yang baru, tubuh akan memicu kontraksi otot tersebut untuk meningkatkan produksi panas. Pada saat yang sama, pembuluh darah di dekat permukaan kulit dapat menyempit sehingga panas tubuh tidak mudah keluar.
Karena itu, seseorang yang sedang demam bisa merasa kedinginan, mencari selimut, meringkuk, atau ingin berada di tempat yang hangat. Semua respons tersebut membantu tubuh mencapai suhu yang dianggap sesuai oleh otak.
3. Demam punya beberapa tahap

ilustrasi demam (pexels.com/Gustavo Fring) Rasa menggigil biasanya tidak berlangsung sepanjang demam, dapat berubah seiring dengan perubahan set point tubuh.
Pada tahap awal, hipotalamus menaikkan target suhu tubuh. Karena suhu aktual masih lebih rendah daripada target tersebut, tubuh memunculkan rasa dingin, menggigil, dan terkadang merinding atau bulu kuduk berdiri.
Setelah suhu tubuh mencapai target baru, menggigil biasanya mulai berhenti. Pada tahap ini, seseorang justru bisa merasa panas, wajah memerah, dan tidak nyaman karena suhu tubuh memang sudah meningkat. Kemudian, ketika demam mulai turun, misalnya karena infeksi mulai mereda atau obat penurun demam bekerja, hipotalamus menurunkan kembali set point menuju suhu normal.
Kali ini kondisinya berbalik. Suhu tubuh yang sebelumnya dianggap sesuai kini menjadi terlalu tinggi. Tubuh pun berusaha membuang panas dengan meningkatkan aliran darah ke kulit dan menghasilkan keringat. Itulah sebabnya seseorang bisa mengalami pola menggigil saat demam mulai naik, kemudian berkeringat ketika demam mulai turun.
4. Apa yang sebaiknya dilakukan saat menggigil karena demam?
Menggigil merupakan respons alami tubuh. Yang lebih penting adalah menjaga tubuh tetap nyaman dan mencegah kekurangan cairan.
Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih. Jika banyak berkeringat atau kehilangan cairan, larutan rehidrasi oral juga dapat membantu. Sup atau kuah bening bisa menjadi pilihan jika sedang tidak nafsu makan.
Gunakan pakaian atau selimut yang cukup untuk membuat tubuh nyaman saat menggigil. Namun, hindari membungkus tubuh dengan terlalu banyak kain, terutama setelah rasa menggigil berhenti dan tubuh mulai terasa panas.
Obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen juga dapat membantu menurunkan suhu dan membuat tubuh lebih nyaman. Penggunaannya sebaiknya mengikuti aturan dosis pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak tanpa arahan dokter.
Mengukur suhu tubuh menggunakan termometer juga penting, terutama jika demam terasa tinggi atau berlangsung cukup lama.
5. Kapan menggigil saat demam perlu diwaspadai?
Menggigil ringan saat demam umumnya bukan sesuatu yang berbahaya. Namun, menggigil yang sangat hebat dan tidak terkendali, atau rigors, bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami infeksi yang lebih serius. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama jika disertai demam tinggi, kebingungan, tekanan darah rendah, leher kaku, kesulitan bernapas, atau muncul ruam.
Pada bayi, orang lanjut usia, maupun orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, demam yang disertai menggigil hebat sebaiknya tidak dianggap sepele. Pemeriksaan medis mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Referensi
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)







![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Anxiety? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250920/arctic-qu-dtokmihuuqi-unsplash_8b1ef92d-ab4e-46ef-884b-123bdd4a932b.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Perlu Detoks Media Sosial? Cek dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250528/screenshot-2025-05-28-082018-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-14379681e8b0768ac8adbcb2187d5670.png)











