ilustrasi demam (pexels.com/Gustavo Fring)
Rasa menggigil biasanya tidak berlangsung sepanjang demam, dapat berubah seiring dengan perubahan set point tubuh.
Pada tahap awal, hipotalamus menaikkan target suhu tubuh. Karena suhu aktual masih lebih rendah daripada target tersebut, tubuh memunculkan rasa dingin, menggigil, dan terkadang merinding atau bulu kuduk berdiri.
Setelah suhu tubuh mencapai target baru, menggigil biasanya mulai berhenti. Pada tahap ini, seseorang justru bisa merasa panas, wajah memerah, dan tidak nyaman karena suhu tubuh memang sudah meningkat. Kemudian, ketika demam mulai turun, misalnya karena infeksi mulai mereda atau obat penurun demam bekerja, hipotalamus menurunkan kembali set point menuju suhu normal.
Kali ini kondisinya berbalik. Suhu tubuh yang sebelumnya dianggap sesuai kini menjadi terlalu tinggi. Tubuh pun berusaha membuang panas dengan meningkatkan aliran darah ke kulit dan menghasilkan keringat. Itulah sebabnya seseorang bisa mengalami pola menggigil saat demam mulai naik, kemudian berkeringat ketika demam mulai turun.