- Menetap lebih dari 2–4 minggu.
- Makin besar atau cepat membesar.
- Keras, tidak nyeri, dan sulit digerakkan.
- Disertai demam lama, keringat malam, atau berat badan turun tanpa sebab.
- Kulit di sekitar benjolan merah, panas, sangat nyeri, atau bernanah.
- Ada perubahan pada payudara atau puting.
- Muncul setelah infeksi tetapi tidak mengecil setelah kondisi membaik.
- Muncul pada orang dengan riwayat kanker atau daya tahan tubuh lemah.
8 Penyebab Benjolan di Ketiak dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Benjolan di ketiak paling sering berkaitan dengan pembesaran kelenjar getah bening, infeksi kulit, kista, atau lipoma.
Benjolan yang nyeri, merah, berisi nanah, atau muncul setelah mencukur sering mengarah ke masalah kulit atau infeksi lokal.
Waspadai benjolan yang keras, tidak nyeri, tidak bergerak, makin besar, menetap lebih dari 2–4 minggu, atau disertai demam lama, keringat malam, berat badan turun, atau perubahan pada payudara.
Saat bercukur, kamu mungkin mulai menyadari terdapat benjolan di ketiak. Selanjutnya, kamu mulai meraba-raba benjolan tersebut untuk mencari tahu apakah benjolan tersebut gatal, sakit, kemerahan, atau ada sesuatu di dalamnya. Kamu tidak tahu kapan benjolan ini pertama kali muncul dan kemunculannya ini membuatmu khawatir.
Benjolan di ketiak sering kali tidak berbahaya. Namun, ini juga bisa menjadi gejala utama dari berbagai kondisi serius.
Di sini, kamu diajak melihat lebih jauh apa saja kemungkinan penyebab benjolan pada ketiak dan apa saja gejala yang harus diwaspadai.
Table of Content
1. Kelenjar getah bening membengkak
Kelenjar getah bening di ketiak bisa membesar saat tubuh melawan infeksi atau peradangan. Penyebabnya bisa infeksi kulit di lengan atau sekitar ketiak, luka kecil, infeksi saluran napas, atau penyakit lain yang memicu respons imun.
Pembengkakan kelenjar getah bening paling sering terjadi akibat infeksi bakteri atau virus, dan kanker merupakan penyebab yang lebih jarang.
Biasanya, benjolan karena infeksi terasa nyeri, lunak, dan muncul bersamaan dengan gejala seperti demam ringan, nyeri tenggorokan, luka, atau kulit sekitar ketiak yang meradang.
Hindari memencet benjolan. Perhatikan apakah ada luka, bisul, atau infeksi kulit di sekitar lengan, dada, atau ketiak. Jika benjolan tidak mengecil setelah infeksi membaik, sebaiknya periksa ke dokter.
2. Folikulitis atau infeksi folikel rambut
Mencukur bulu ketiak, gesekan pakaian ketat, keringat, atau iritasi produk tertentu bisa memicu folikulitis atau peradangan di folikel rambut. Kondisi ini terjadi saat folikel rambut meradang, sering kali akibat infeksi bakteri.
Folikulitis bisa terlihat seperti jerawat kecil, kemerahan, gatal, nyeri, atau berisi nanah.
Jika mengalaminya, hentikan dulu mencukur area tersebut, jaga ketiak tetap bersih dan kering, gunakan pakaian longgar, dan hindari memencet benjolan karena bisa memperparah infeksi.
3. Bisul atau abses

Benjolan yang merah, hangat, nyeri, membesar, dan terasa berdenyut bisa mengarah ke bisul atau abses. Ini terjadi ketika infeksi menyebabkan kumpulan nanah di bawah kulit.
Kadang benjolan akhirnya pecah dan mengeluarkan nanah, tetapi memecahkannya sendiri bisa membuat infeksi menyebar.
Kompres hangat dapat membantu rasa tidak nyaman, tetapi jika benjolan makin nyeri, besar, disertai demam, atau muncul garis merah di kulit, segera periksa.
4. Hidradenitis suppurativa
Hidradenitis suppurativa (HS) adalah penyakit kulit kronis yang menyebabkan benjolan nyeri di area lipatan, termasuk ketiak, selangkangan, bawah payudara, dan bokong. HS bisa menimbulkan benjolan dalam, nyeri, saluran di bawah kulit, dan jaringan parut.
Bedanya dengan bisul biasa, HS cenderung kambuh, muncul berulang di lokasi yang sama, dan bisa meninggalkan bekas atau lubang kecil di kulit.
Jangan menganggap HS karena kebersihan yang kurang. Jika benjolan ketiak sering kambuh, nyeri, bernanah, atau meninggalkan bekas, buatlah janji temu dengan dokter kulit.
5. Kista epidermoid
Kista epidermoid adalah benjolan kecil di bawah kulit yang biasanya tumbuh perlahan. Kista ini dapat berupa benjolan bulat kecil di bawah kulit, kadang memiliki titik hitam kecil di tengah, dan bisa mengeluarkan cairan kental berbau jika meradang atau pecah.
Kista sering kali tidak berbahaya, tetapi bisa meradang, nyeri, kemerahan, atau terinfeksi.
Jangan memencet kista! Jika mengganggu, membesar, nyeri, atau sering meradang, dokter bisa menilai apakah perlu tindakan.
6. Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak jinak yang tumbuh perlahan di bawah kulit. Biasanya terasa lunak, mudah digerakkan, tidak nyeri, dan tidak menempel kuat pada kulit. Lipoma umumnya terasa lembut seperti karet, tidak nyeri, dan bergerak saat ditekan ringan.
Meski umumnya tidak berbahaya, tetapi benjolan yang tumbuh cepat, keras, nyeri, atau tidak bisa digerakkan perlu diperiksa untuk memastikan bukan kondisi lain.
Coba pantau ukuran dan perubahan bentuk. Jika membesar atau terasa berbeda, temui dokter.
7. Reaksi setelah vaksin
Sebagian orang bisa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak pada sisi lengan yang baru mendapatkan vaksin. Kondisi ini terjadi karena sistem imun sedang merespons vaksin.
Studi tentang vaksin COVID-19 menemukan pembesaran kelenjar getah bening ketiak cukup sering terlihat dalam 2 minggu setelah vaksinasi dosis kedua Pfizer-BioNTech atau Moderna.
Ingat-ingat kapan vaksin diberikan dan di lengan sebelah mana. Jika benjolan menetap, makin besar, atau ada gejala lain yang mencurigakan, tetap periksa.
8. Kanker payudara atau limfoma
Ini bukan penyebab paling sering, tetapi penting untuk tidak melewatkannya.
Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan atau dekat tulang selangka bisa menjadi tanda kanker payudara, bahkan kadang sebelum benjolan utama di payudara cukup besar untuk teraba.
Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan bentuk payudara, kulit seperti tekstur kulit mirip jeruk, puting tertarik ke dalam, nyeri payudara atau puting, perubahan kulit, dan keluarnya cairan dari puting selain ASI.
Limfoma juga bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher, atau selangkangan.
Gejala limfoma dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening yang sering tidak nyeri, demam, penurunan berat badan tanpa sebab, keringat malam, gatal, dan kelelahan menetap.
Segera periksa ke dokter jika benjolan keras, tidak nyeri, tidak bergerak, makin besar, atau disertai gejala sistemik seperti demam dalam waktu lama, muncul keringat malam, dan berat badan turun.
Gejala benjolan ketiak yang harus diwaspadai

Benjolan di ketiak sebaiknya diperiksa jika:
Kelenjar getah bening yang keras atau melekat dapat mengarah pada kemungkinan kanker atau infeksi tertentu.
Apa yang sebaiknya tidak dilakukan?
Jangan memencet, menusuk, atau mencoba mengeluarkan isi benjolan sendiri. Ini malah bisa bikin infeksi menyebar, menimbulkan luka, dan menyulitkan dokter menilai kondisi aslinya.
Jika benjolan terasa nyeri setelah mencukur atau tampak seperti jerawat kecil, jangan dulu mencukur ketiak, jaga area ketiak tetap bersih, dan hindari deodoran yang membuat iritasi. Namun, jika benjolan tidak membaik, sering kambuh, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter daripada menebak-nebak sendiri penyebabnya.
Referensi
Cleveland Clinic. “Armpit Lump: Causes, Diagnosis & Treatment.” Diakses Juli 2026.
Mayo Clinic. “Swollen Lymph Nodes: Symptoms and Causes.” Diakses Juli 2026.
Mayo Clinic. “Folliculitis: Symptoms and Causes.” Diakses Juli 2026.
American Academy of Dermatology. “Hidradenitis Suppurativa: Signs and Symptoms.” Diakses Juli 2026.
Mayo Clinic. “Epidermoid Cysts: Symptoms and Causes.” Diakses Juli 2026.
Mayo Clinic. “Lipoma: Symptoms and Causes.” Diakses Juli 2026.
Yoshikawa, Takahiro, et al. “Axillary Lymphadenopathy after Pfizer-BioNTech and Moderna COVID-19 Vaccination.” Clinical Imaging 90 (2022): 13–18. https://doi.org/10.1016/j.clinimag.2022.06.001.
American Cancer Society. “Breast Cancer Signs and Symptoms.” Diakses Juli 2026.
Mayo Clinic. “Lymphoma: Symptoms and Causes.” Diakses Juli 2026.
Gaddey, Heidi L., and Angela M. Riegel. “Unexplained Lymphadenopathy: Evaluation and Differential Diagnosis.” American Family Physician 94, no. 11 (2016): 896–903. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2016/1201/p896.html.
Centers for Disease Control and Prevention. “About Cat Scratch Disease.” Diakses Juli 2026.
















![[QUIZ] Cari Tahu Penyebab Haid Kamu Terlambat](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)




