Banyak wilayah di Indonesia terdampak banjir. Jalanan berubah jadi sungai sempit, halaman rumah tergenang, dan akses layanan kesehatan terganggu, bahkan terputus. Di tengah kondisi itu, ibu hamil harus menghadapi tantangan ekstra. Bukan cuma persoalan logistik dan kenyamanan, tetapi juga risiko kesehatan yang signifikan.
Salah satu yang harus diwaspadai adalah infeksi saluran kemih (ISK). Di kondisi normal kehamilan saja, perempuan sudah memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISK karena perubahan anatomi dan fisiologis saat hamil. Ketika faktor eksternal ikut memperburuk kebersihan air, sanitasi, dan akses minum bersih pascabanjir, risiko ini makin meningkat, terutama dalam komunitas yang termarginalkan atau berada jauh dari layanan kesehatan.
Artikel ini mengulas secara medis kenapa ibu hamil berisiko mengalami ISK saat dan setelah banjir, apa bahayanya bagi ibu hamil dan janin, apa saja gejalanya, apa yang bisa dilakukan dalam situasi darurat banjir/pengungsian, serta langkah pencegahan yang sederhana namun signifikan.