Pada kebanyakan orang sehat, rasa panas, lembap, atau pengap saat memakai masker biasanya hanya sementara dan akan membaik setelah masker dilepas di tempat yang aman. Namun, orang dengan asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mungkin lebih mudah merasa tidak nyaman dan dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memilih masker yang sesuai.
Segera cari pertolongan medis jika sesak napas terasa berat atau disertai nyeri dada, pingsan, kebingungan, bibir membiru, atau mengi yang tidak membaik.
Kesimpulannya, rasa pengap saat memakai masker lebih sering disebabkan oleh panas, kelembapan, tekanan pada wajah, dan sedikit hambatan aliran udara, bukan karena tubuh kekurangan oksigen.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada September 2026. "Science Brief: Community Use of Masks to Control the Spread of SARS-CoV-2."
Discover Magazine. Diakses pada September 2026. "Why It Feels Like You Can't Breathe Inside Your Face Mask — and What to Do About It."
Health Desk Center. Diakses pada September 2026. "Does Exhaled Carbon Dioxide in a Mask Cause Any Side Effects?"
Pharmacy Times. Diakses pada September 2026. "Study: Wearing N95 Mask Over Long Period Can Cause Cardiopulmonary Stress."
Quay Health. Diakses pada September 2026. "Why it’s Hard to Breathe with a Mask on?"