Biology Insights. Diakses pada September 2026. "What Causes Body Aches When You Are Sick?"
Hackensack Meridian Health. Diakses pada September 2026. "Why Does the Flu Cause Body Aches?"
Liv Hospital. Diakses pada September 2026. "Why Does Your Body Ache When Sick? Causes & Relief."
Science Insights. Diakses pada September 2026. "How to Stop Body Aches When Sick and Feel Better."
Kenapa Tubuh Terasa Pegal saat Sedang Sakit?

- Pegal saat sakit umumnya muncul dari respons imun: sitokin memicu peradangan dan membuat saraf nyeri lebih sensitif, bukan selalu karena otot diserang langsung.
- Demam memperberat pegal melalui menggigil dan kontraksi otot berulang, sementara kehilangan cairan dapat memicu lelah, sakit kepala, kram, serta tubuh terasa berat.
- Istirahat, cukup cairan, kompres hangat, dan gerakan ringan dapat membantu; periksa medis bila nyeri berat disertai sesak, kebingungan, leher kaku, nyeri dada, atau dehidrasi.
Saat sedang sakit, tubuh sering terasa pegal-pegal meski seharian tidak melakukan aktivitas berat. Otot terasa nyeri, sendi seperti ngilu, bahkan bagian tubuh tertentu bisa terasa lebih sensitif ketika disentuh. Ini cukup umum terjadi saat tubuh sedang melawan infeksi.
Menariknya, rasa pegal tersebut tidak selalu disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyerang otot secara langsung. Dalam banyak kasus, justru respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksilah yang menyebabkannya.
Table of Content
1. Sistem kekebalan tubuh memicu peradangan
Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan segera bekerja untuk melawannya. Sel-sel imun kemudian melepaskan berbagai zat kimia pembawa pesan yang disebut sitokin. Zat ini membantu mengatur peradangan dan mengarahkan sel-sel kekebalan menuju bagian tubuh yang mengalami infeksi.
Peradangan merupakan bagian penting dari pertahanan tubuh. Mekanisme ini membantu tubuh menghadapi mikroorganisme penyebab penyakit sekaligus mendukung proses pemulihan.
Namun, peradangan juga bisa memengaruhi jaringan dan saraf di sekitarnya. Zat-zat yang dilepaskan oleh sistem imun dapat membuat saraf yang mendeteksi rasa sakit menjadi lebih sensitif.
Akibatnya, rangsangan yang biasanya terasa ringan atau bahkan tidak terasa dapat ditangkap otak sebagai rasa nyeri, pegal, atau ngilu. Inilah salah satu alasan mengapa infeksi seperti flu, COVID-19, infeksi saluran pernapasan, dan beberapa penyakit akibat bakteri dapat disertai nyeri otot dan sendi.
2. Demam bisa membuat badan makin pegal
Rasa pegal juga dapat terasa lebih berat ketika tubuh mengalami demam. Saat melawan infeksi, otak dapat menaikkan titik pengaturan suhu tubuh. Kondisi ini membuat tubuh berusaha mencapai suhu yang lebih tinggi.
Proses tersebut dapat memicu menggigil. Otot berkontraksi berulang kali untuk menghasilkan panas sehingga tubuh terasa gemetar. Jika berlangsung cukup lama, kontraksi otot ini dapat membuat badan terasa lebih tegang dan pegal.
Demam juga bisa membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat dan pernapasan yang lebih cepat. Jika asupan cairan tidak mencukupi, dehidrasi ringan dapat menambah rasa lelah, sakit kepala, kram otot, dan sensasi tubuh yang terasa berat.
3. Kurang makan dan kurang tidur ikut memperburuk rasa pegal

ilustrasi badan pegal saat sakit (magnific.com/benzoix) Saat sakit, nafsu makan biasanya menurun. Padahal, tubuh membutuhkan energi tambahan untuk menjalankan berbagai proses pertahanan terhadap infeksi. Ketika asupan makanan berkurang, tubuh bisa kekurangan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk beraktivitas maupun memulihkan diri. Kondisi ini dapat membuat rasa lelah dan pegal makin terasa.
Belum lagi jika tidur terganggu karena demam, batuk, hidung tersumbat, atau rasa tidak nyaman lainnya. Kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lebih lelah dan memengaruhi cara otak memproses rasa sakit.
Kombinasi peradangan, demam, kurang tidur, kurangnya asupan makanan, dan aktivitas fisik yang menurun akhirnya bisa membuat tubuh tidak bertenaga.
4. Kenapa pegalnya bisa terasa di seluruh tubuh?
Pegal akibat sakit berbeda dengan rasa nyeri setelah berolahraga. Setelah melakukan latihan fisik yang berat, rasa pegal biasanya lebih terasa pada otot yang banyak digunakan.
Sementara itu, saat sedang mengalami infeksi, zat-zat peradangan dapat beredar melalui tubuh dan berinteraksi dengan jalur saraf yang berkaitan dengan rasa sakit. Karena itu, rasa pegal dapat muncul di berbagai bagian tubuh sekaligus.
Punggung, bahu, kaki, lengan, dan persendian termasuk area yang sering terasa tidak nyaman. Bahkan, berbaring, menggerakkan tangan, atau menyentuh bagian tubuh tertentu bisa terasa lebih menyakitkan dari biasanya.
Sistem saraf yang menjadi lebih sensitif selama sakit juga dapat membuat rasa tidak nyaman terasa lebih luas.
5. Cara meredakan tubuh yang pegal saat sakit
Istirahat penting ketika tubuh sedang melawan infeksi. Dengan mengurangi aktivitas, energi tubuh dapat lebih banyak digunakan untuk proses pemulihan.
Pastikan juga kebutuhan cairan tetap terpenuhi, terutama jika sedang demam atau banyak berkeringat. Minum cukup air dapat membantu mencegah dehidrasi yang berpotensi memperburuk rasa lelah dan tidak nyaman.
Mandi air hangat atau kompres hangat juga dapat membantu membuat otot yang tegang terasa lebih rileks. Jika kondisi tubuh memungkinkan, gerakan ringan seperti berjalan sebentar di dalam rumah atau melakukan peregangan perlahan dapat membantu mengurangi kekakuan.
Obat pereda nyeri atau penurun demam yang dijual bebas juga dapat membantu, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Ikuti aturan dosis pada kemasan dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.
6. Kapan tubuh pegal saat sakit perlu diperiksakan?

ilustrasi badan pegal saat sakit (magnific.com/stockking) Pada kebanyakan kasus, rasa pegal akan berangsur membaik ketika infeksi mulai pulih. Namun, rasa sakit yang sangat berat atau tidak kunjung membaik sebaiknya tidak diabaikan.
Segera cari pertolongan medis jika rasa pegal disertai kesulitan bernapas, kebingungan, leher kaku, kelemahan berat, nyeri dada, muntah terus-menerus, atau tanda-tanda dehidrasi.
Demam yang sangat tinggi atau terus berlangsung juga perlu mendapatkan evaluasi medis.
Jadi, kalau tubuh terasa pegal saat sedang sakit, ini sering kali merupakan bagian dari respons alami tubuh terhadap infeksi. Memang rasanya tidak nyaman, tetapi di balik itu sistem kekebalan sedang bekerja untuk membantu tubuh melawan penyebab penyakit dan memulihkan kondisi.
Referensi
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Anxiety? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250920/arctic-qu-dtokmihuuqi-unsplash_8b1ef92d-ab4e-46ef-884b-123bdd4a932b.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Perlu Detoks Media Sosial? Cek dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250528/screenshot-2025-05-28-082018-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-14379681e8b0768ac8adbcb2187d5670.png)













