Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Menambah Asupan Vitamin C untuk Imunitas, selain dari Jeruk

5 Tips Menambah Asupan Vitamin C untuk Imunitas, selain dari Jeruk
ilustrasi jeruk sebagai salah satu sumber vitamin C (freepik.com/8photo)
Intinya Sih
  • Pentingnya memenuhi kebutuhan vitamin C harian tanpa bergantung pada jeruk, karena banyak sumber lain seperti jambu biji, kiwi, dan sayuran hijau yang juga kaya nutrisi.

  • Ditekankan perlunya memperhatikan cara pengolahan makanan agar kandungan vitamin C tidak rusak akibat panas berlebih, misalnya dengan metode kukus atau tumis singkat.

  • Disarankan membangun pola makan konsisten dengan camilan sehat dan menu terencana supaya asupan vitamin C tetap stabil serta daya tahan tubuh lebih optimal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama ini, jeruk sering dianggap sebagai sumber utama vitamin C yang paling praktis dan mudah ditemukan, sehingga banyak orang jarang melirik alternatif lainnya. Padahal, saat jeruk tidak selalu tersedia atau mulai terasa membosankan, kebutuhan tubuh akan vitamin C tetap harus terpenuhi setiap hari. Tanpa asupan yang cukup, daya tahan tubuh bisa menurun dan tubuh jadi lebih rentan terserang penyakit.

Di sisi lain, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa beragam makanan di sekitar sebenarnya memiliki kandungan vitamin C yang sama tingginya, bahkan lebih bervariasi. Namun, minimnya informasi membuat pilihan-pilihan tersebut kerap terabaikan dalam konsumsi sehari-hari. Jika kamu ingin tetap menjaga kesehatan tanpa harus bergantung pada jeruk, artikel ini akan mengulas tips sederhana yang bisa langsung kamu coba, jadi pastikan untuk membaca sampai selesai!

1. Kurangi kebiasaan mengandalkan satu jenis buah saja

ilustrasi buah-buahan yang membantu memenuhi kebutuhan vitamin C
ilustrasi buah-buahan yang membantu memenuhi kebutuhan vitamin C (pixabay.com/silviarita)

Tidak sedikit orang yang tanpa disadari cenderung bergantung pada satu jenis buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, umumnya jeruk karena dinilai paling praktis. Pola ini sering terbentuk dari rutinitas yang sudah terbiasa serta minimnya eksplorasi terhadap pilihan makanan lain yang sebenarnya lebih beragam. Padahal, tubuh memerlukan asupan nutrisi dari berbagai sumber agar proses penyerapan vitamin dapat berlangsung lebih optimal.

Jika terus bergantung pada satu pilihan, kamu bisa kehilangan manfaat dari nutrisi lain yang ada di makanan berbeda. Selain itu, rasa bosan juga bisa membuat konsumsi vitamin C jadi tidak konsisten setiap hari. Coba mulai variasikan buah seperti jambu biji, kiwi, atau stroberi agar asupan vitamin C tetap terpenuhi sekaligus lebih menyenangkan.

2. Tambahkan sayuran tinggi vitamin C ke menu harian

ilustrasi sayuran
ilustrasi sayuran (freepik.com/jcomp)

Sering kali sayuran hanya dianggap pelengkap, bukan sumber utama vitamin C dalam pola makan sehari-hari. Banyak orang lebih fokus pada buah, padahal beberapa sayuran justru memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Kebiasaan melewatkan sayur bisa membuat asupan nutrisi jadi kurang seimbang, terutama jika pola makan cenderung instan.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih cepat merasa letih dan sistem imun bisa melemah tanpa disadari. Terlebih saat aktivitas harian cukup padat, kebutuhan vitamin C dalam tubuh sebenarnya ikut meningkat. Cobalah mulai menambahkan brokoli, paprika, atau bayam ke dalam menu makan agar asupan vitamin C dapat terpenuhi dengan lebih optimal.

3. Perhatikan cara mengolah makanan

ilustrasi menumis sayuran
ilustrasi menumis sayuran (pexels.com/cottonbro studio)

Tidak sedikit orang yang sudah mengonsumsi makanan tinggi vitamin C, tetapi cara pengolahannya justru mengurangi kandungan nutrisinya. Misalnya, memasak sayuran terlalu lama hingga teksturnya terlalu lembek sering dianggap sepele. Padahal, vitamin C termasuk nutrisi yang mudah rusak oleh panas berlebih.

Dampaknya, nutrisi yang seharusnya diserap tubuh tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Situasi ini kerap terjadi tanpa disadari dalam kebiasaan memasak sehari-hari. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengolah makanan dengan metode kukus atau tumis singkat agar kandungan vitamin C tetap terjaga.

4. Jadikan camilan sehat sebagai kebiasaan

ilustrasi buah sebagai camilan sehat
ilustrasi buah sebagai camilan sehat (pexels.com/Mike Jones )

Di tengah aktivitas yang padat, banyak orang cenderung memilih camilan instan seperti makanan olahan yang minim kandungan gizi. Kebiasaan ini sering membuat kesempatan untuk menambah asupan vitamin C menjadi terabaikan. Padahal, waktu ngemil sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai momen ekstra untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian.

Jika dibiarkan, pola ini bisa berdampak pada menurunnya kualitas pola makan secara keseluruhan. Tubuh pun tidak mendapatkan asupan vitamin yang cukup sepanjang hari. Coba ganti camilan dengan potongan buah segar atau salad sederhana agar tetap sehat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan vitamin C.

5. Buat pola makan yang konsisten dan terencana

ilustrasi pola makan seimbang
ilustrasi pola makan seimbang (pexels.com/Nadja M)

Tidak sedikit orang sebenarnya sudah memahami pentingnya vitamin C, namun sering kali lupa dalam menjaga pola makan yang konsisten. Aktivitas yang padat, rutinitas yang menyita waktu, hingga rasa enggan menyiapkan makanan sehat sering menjadi penyebab utama. Dampaknya, asupan vitamin C jadi tidak teratur dan hanya terpenuhi dalam situasi tertentu saja.

Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada daya tahan tubuh yang kurang stabil. Padahal, tubuh membutuhkan asupan vitamin secara rutin, bukan hanya sesekali. Mulailah dengan membuat rencana menu sederhana agar kebutuhan vitamin C bisa terpenuhi secara konsisten setiap hari.

Memenuhi kebutuhan vitamin C ternyata tidak harus selalu bergantung pada jeruk, karena banyak pilihan makanan lain yang bisa jadi alternatif. Dengan sedikit perubahan kebiasaan, kamu bisa mendapatkan asupan nutrisi yang lebih beragam dan seimbang setiap hari. Mulai sekarang, coba terapkan langkah sederhana ini agar tubuh tetap sehat dan imunitas tetap terjaga.

Referensi

“Vitamin C and Immune Function.” Nutrients. Diakses April 2026.

“Dietary Reference Intakes for Vitamin C, Vitamin E, Selenium, and Carotenoids.” National Academies Press. Diakses April 2026.

“Penentuan Kadar Vitamin C pada Beberapa Jenis Buah-buahan dengan Metode Spektrofotometri UV.” FORTE Journal. Diakses April 2026.

“Analisis Kandungan Vitamin C Bahan Makanan dan Minuman dengan Metode Iodimetri.” Science Education and Application Journal. Diakses April 2026.

“Analisis Vitamin C pada Buah dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh.” Journal of Research and Education Chemistry. Diakses April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Related Articles

See More