Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wabah Pes Pernah Bunuh Jutaan Orang, Bagaimana Penyakit Ini Menyebar?

4 min read
Wabah Pes Pernah Bunuh Jutaan Orang, Bagaimana Penyakit Ini Menyebar?
gambar pasien penyakit pes (unsplash.com/Alexander Grey)
  • Bakteri Yersinia pestis, yang ditemukan pada kutu dan hewan pengerat, memicu Black Death di Eropa abad ke-14 hingga menyebabkan lebih dari 50 juta kematian.

  • Pes menular melalui gigitan kutu, kontak atau konsumsi hewan sakit, serta droplet dari penderita; bakteri dapat menginfeksi kelenjar getah bening, darah, paru-paru, atau tenggorokan.

  • Pes masih terjadi di dunia, tetapi antibiotik menurunkan risiko kematian hingga kurang dari 15 persen; peluang sembuh lebih besar bila perawatan diberikan dalam 24 jam setelah gejala muncul.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Judul: #SHE Wabah Pes Pernah Membunuh Jutaan Orang, Bagaimana Penyakit Ini Menyebar?

Meninggalnya seorang peneliti Rusia akibat pneumonia misterius sempat membuat banyak orang khawatir. Pasalnya menurut laporan media setempat, peneliti tersebut sempat mengalami kecelakaan di laboratorium tempatnya bekerja, di mana sebuah tabung berisi sampel biologis bakteri Yersinia pestis pecah. Bagi banyak orang sekarang, bakteri ini mungkin terdengar asing. Namun di masa lalu, bakteri yang sama pernah menyebabkan wabah pes dan menimbulkan kehebohan besar. 

Dilansir CDC, bakteri Yersinia pestis merupakan bakteri yang biasanya ditemukan pada kutu dan hewan pengerat seperti tikus. Masalahnya adalah, bakteri ini gak hanya menimbulkan penyakit pada hewan, tetapi juga manusia. Pada abad ke 14, infeksi bakteri ini menyebabkan terjadinya wabah pes atau Black Death di Eropa. Lantas bagaimana penyakit ini bisa menyebar?

  1. 1. Wabah pes pernah menewaskan jutaan orang di Eropa

    Peta penyebaran penyakit pes
    gambar peta penyebaran penyakit pes (commons.m.wikimedia.org/Flappiefh)

    Wabah pes atau yang lebih dikenal dengan nama Black Death di Eropa, merupakan salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah dunia. Penyakit ini bisa jadi sangat parah pada manusia, terutama ketika bakteri menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi paru-paru. Dengan pengobatan, tingkat risiko kematian penyakit pes mencapai angka 30% dan bisa menyentuh 100% jika gak diobati.

    Para sejarawan percaya bahwa wabah ini dimulai di Tiongkok pada tahun 1334. Dilansir Britannica, wabah ini kemudian tiba di Eropa pada Oktober 1347, ketika 12 kapal dari Laut Hitam bersandar di Pelabuhan Messina, Sisilia. Di mana sebagian besar kapal dihuni oleh pelaut yang telah meninggal, dan sekarat dengan bisul hitam di seluruh tubuh mereka. Lima tahun kemudian, Black Death benar-benar menjangkit Eropa, menyebabkan lebih dari 50 juta kematian atau hampir sepertiga dari populasi Benua Eropa di masa itu.

  2. 2. Bakteri penyebab pes menyebar melalui kutu dan udara

    Bakteri Yersinia pestis
    ilustrasi bakteri Yersinia pestis (unsplash.com/CDC)

    Wabah pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Bakteri ini awalnya menginfeksi kutu, lalu kutu akan menyebarkannya ke hewan lain melalui gigitan. Pada manusia, penyebaran penyakit juga bisa terjadi melalui beberapa cara. Dilansir Cleveland Clinic, selain melalui gigitan kutu tikus, kita juga bisa terinfeksi melalui kontak dengan hewan, dan konsumsi daging hewan yang sakit.

    Terakhir, orang yang menderita pes juga bisa menularkan ke orang lain melalui droplet air liur yang menyebar ketika batuk atau bersin. Setelah memasuki tubuh manusia, bakteri akan menginfeksi kelenjar getah bening (bubonik), darah (septikemik), paru-paru (pneumonik), dan tenggorokan (faringeal) sebelum akhirnya menimbulkan sejumlah gejala. Mulai dari demam, panas dingin, sakit kepala dan nyeri badan, kelelahan, pusing, mual, muntah, diare, pembengkakan dan nyeri pada kelenjar getah bening, serta pendarahan dari hidung, mulut, atau bawah kulit. 

  3. 3. Apakah wabah pes Bisa terulang kembali?

    Obat antibiotik
    gambar obat antibiotik (unsplash.com/Alexander Grey)

    Wabah Black Death di Eropa sebenarnya gak pernah benar-benar berakhir. Wabah tersebut muncul dan kembali mengganas setiap beberapa tahun sekali. Meski begitu, pejabat di beberapa kota pelabuhan mampu memperlambat penyebarannya dengan mengisolasi para pelaut yang baru tiba selama 30-40 hari untuk memastikan bahwa mereka datang dalam kondisi sehat.

    Dilansir History, saat ini penyakit pes belum benar-benar hilang dan masih kerap terjadi di seluruh dunia. Meski begitu, pengobatan yang jauh lebih maju dan keberadaan antibiotik mampu mengobati wabah dan mengurangi tingkat risiko kematian hingga kurang dari 15 persen. Peluang sembuhnya akan semakin besar jika pasien mendapatkan perawatan dalam waktu 24 jam setelah gejalanya muncul.

    Ketiadaan obat-obatan dan fasilitas kesehatan yang terbatas di masa lalu membuat penyakit pes jadi sangat berbahaya. Gak heran kalau dalam waktu singkat, penyakit ini bisa berkembang menjadi wabah mematikan. Saat ini pengobatan yang tersedia memang ampuh untuk mengobati penyakit pes, tetapi bukan berarti kita bisa menganggap enteng penyakit ini.

    Referensi

    “Plague: Frequently Asked Questions.” WebMD. Diakses Oktober 2026.

    “Causes of Plague.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Oktober 2026.

    “Plague.” Encyclopaedia Britannica. Diakses Oktober 2026.

    “Black Death.” HISTORY. Diakses Oktober 2026.

    “The Plague.” National Geographic. Diakses Oktober 2026.

    “Plague.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

    “Plague: Symptoms, Causes & Treatment.” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More